• Movie
  • Menang Best Film di Bafta 2020, 1917 Diprediksi Bawa Pulang Oscar

Menang Best Film di Bafta 2020, 1917 Diprediksi Bawa Pulang Oscar

Thu, 06 February 2020
Film 1917 berlatar tentang Perang Dunia I

Film “1917” diprediksi akan membawa kemenangan besar di ajang Piala Oscar yang akan diadakan pada Minggu, 9 Februari 2020 mendatang. Film arahan Sam Mendes ini memang cukup mendapatkan banyak perhatian apalagi setelah 1917 meraih penghargaan utama yaitu Best Film (Film Terbaik) di ajang Bafta 2020 pada Minggu, 2 Februari 2020.

 

Film 1917 Raih 6 Piala di Bafta 2020

Sam Mendes, Roger Deankis dan beberapa staf memegang Piala Bafta 2020

Sejak dirilis, film 1917 memang cukup mendapatkan banyak perhatian. Tidak hanya memiliki cerita yang menarik saja, film yang satu ini juga berhasil meraih banyak piala di acara penghargaan yang bergengsi. Salah satu yang penghargaan yang baru diraihnya yaitu Best Film di Bafta 2020.

Kemenangan film 1917 di Bafta 2020 sebenarnya bukanlah hal yang mengejutkan. Setelah berhasil masuk dalam 9 nominasi, 1917 berhasil membawa pulang 6 piala termasuk dari kategori yang paling tinggi yaitu Best Film dan Best Director. Nggak cuma itu, 1917 juga berhasil mengalahkan para pesaingnya dan berhasil dapatkan Piala Bafta dari kategori Cinematography, Production Design, Sound, Special Visual Effects, dan Best Outstanding British Film.

 

1917 Jadi Unggulan di Piala Oscar

Piala Oscar 2020 memang menjadi salah satu ajang penghargaan bergengsi yang paling dinantikan. Di tahun 2020 ini cukup banyak kejutan yang terjadi di Piala Oscar seperti keberhasilan “Parasite” menjadi film Korea Selatan yang berhasil masuk ke dalam 4 nominasi.

Selain itu, film 1917 juga menjadi bahan perbincangan dan diprediksi akan cukup banyak membawa pulang piala di Oscar 2020. Setelah keberhasilannya memperoleh piala Bafta 2020 dari kategori Best Film, 1917 juga diprediksi akan kembali mengulang keberhasilannya dengan memenangkan Best Picture di Oscar. Selain dari kategori tersebut, film 1917 juga diprediksi membawa kemenangan dari kategori Best Director untuk Sam Mendes dan Best Cinematography untuk Roger Deankis.

 

Alasan 1917 Sangat Layak Jadi Pemenang di Piala Oscar

Sam Mendes memegang Piala Bafta setelah berhasil menang dari kategori Best Director

Meskipun ada banyak film keren yang dinominasikan untuk menjadi Best Picture di Piala Oscar 2020, tapi film 1917 tetap menjadi unggulan. Film ini digadang-gadang akan berhasil mengalahkan sejumlah film yang nggak kalah kerennya seperti “Joker”, “Ford v Ferrari“, “The Irishman“, “Marriage Story“, “Parasite“, “One Upon in Hollywood“, “Little Women“ dan “Jojo Rabbit“.

Salah satu alasan mengapa 1917 berhak mendapatkan kemenangan di Piala Oscar tentunya karena keberhasilan Sam Mendes membuat naskah dengan cerita yang menarik. Selain itu, keahlian Roger Deankis untuk memproyeksikan naskahnya menjadi sebuah film juga berhasil memikat penonton. Kerja keras dan dedikasi Sam Mendes untuk film 1917 memang tidak main-main.

Rupanya ada hal menarik dari film 1917. Film ini memang berhasil menyabet piala di ajang penghargaan bergengsi dari kategori Film Terbaik. Namun, tidak ada aktor dan aktris yang ikut terlibat dalam filmnya yang ikut sukses berhasil masuk nominasi Aktor dan Aktris Terbaik. Jadi bisa dikatakan jika memang film ini memang sangat menarik dan memiliki cerita yang apik.

Apakah lo setuju jika 1917 memperoleh kemenangan Best Picture di Piala Oscar 2020?

 

 

Sources: cnbc.com, cnnindonesia.com, hollywoodreporter.com

Cerita Baru The Raid Akan Diberi Judul baru

Thursday, February 20, 2020 - 14:05
Adegan dalam film The Raid yang memperlihatkan seni bela diri silat

Sebagian besar pencinta film sudah pasti tahu dengan The Raid. Kesuksesannya menembus pasar film global membuatnya diproduksi dengan sekuel yang mempromosikan seni bela diri Indonesia: pencak silat. Yang terbaru, The Raid akan dibuat dengan sentuhan Hollywood, tapi dengan judul berbeda. Selain judul yang berbeda, judul terbaru berdiri sendiri tanpa mendapat pengaruh dari fim sebelumnya.

Bukan Lagi Remake

Frank Grillo, sutradara baru The Raid yang mengubah judul film menjadi Zeno

Pada 2017 lalu, Frank Grillo dan Joe Carnahan melontarkan sebuah pernyataan yang menggembirakan banyak fans, yaitu akan memproduksi remake dari film The Raid. Namun, seiring berjalannya waktu, kabar itu hilang dengan sendirinya. Tapi pada April 2019, muncul sebuah update bahwa judul baru bukan merupakan remake dari film sebelumnya.

Dalam sebuah wawancara, Grillo dan Carnahan memberikan statement, mereka telah ‘berpisah’ dari XYZ film, yang sebelumnya mempunyai hak cipta dari The Raid. Dengan begitu, cerita dan penokohannya akan berbeda dengan film sebelumnya. Begitu juga aktor dan aktris yang akan terlibat dalam proyek baru.

Berjudul Zeno

Nggak lagi mengusung nama The Raid, Grillo dan Carnahan mengumumkan bahwa film terbaru mereka akan berjudul Zeno, yang juga merupakan tokoh utama pada film. Saat ini, pihaknya sedang melakukan negosiasi dan perbincangan dengan sejumlah aktor ternama untuk membintangi film ini.

Zeno akan memiliki jalan cerita yang berbeda dengan The Raid. Pada garapan Gareth Evans 2011 silam, dikisahkan pasukan polisi menyerbu sebuah gedung di Jakarta dengan tujuan utama menaklukkan komplotan bandit. Aktor-aktor kenamaan Indonesia terlibat di dalamnya, seperti Iko Uwais dan Donny Alamsyah. Namun, pada versi Carnahan, polisi akan menangkap penjahat, tapi nggak di gedung seperti yang diceritakan The Raid.

Alasan dibuatnya Zeno

Zeno, meskipun diceritakan dengan karakter dan alur yang berbeda, tapi tetap memiliki premis yang relatif sama dengan sekuel The Raid sebelumnya. Sebelum diberi judul berbeda, Grillo mengaku sangat tertarik untuk membuat kelanjutan cerita dari The Raid, tapi dengan versi Hollywood.

Ketertarikan Grillo dalam membuat Zeno salah satunya karena memiliki kedekatan dengan Iko Uwais. Mereka pernah menjalani proses syuting bersama untuk Beyond Skyline di Batam. Grillo juga mengagumi Iko lewat film action-nya. Keputusan Grillo dalam membuat sekuel The Raid, sebelum diubah judul menjadi Zeno, diumumkan lewat akun Twitter-nya. Pada tweet-nya, Grillo menyatakan sudah mengantongi persetujuan dari Gareth Evans, sutradara sebelumnya.

Ketenaran The Raid

 

Lahirnya Zeno nggak luput dari kesuksesan The Raid, film Indonesia yang pertama kali dapat tayang di Toronto International Film Festival. Bisa dibilang, The Raid adalah film action pertama asal Indonesia yang bisa menembus pasar mancanegara. Antusiasme dan euforia yang tercipta benar-benar menyebar di banyak tempat.

Di Festival film Toronto, The Raid mendulang banyak pujian dari para kritikus film. Nggak hanya itu, The Raid juga berhasil menggondol penghargaan The Cardillac People’s Choice Midnight Madness Award di ajang yang sama. Nggak sampai di situ, The Raid juga diputar di beberapa festival serupa seperti Festival Film Sundance Amerika, Festival Film Internasional Dublin Jameson Irlandia, dan Festival Film Busan.

Kesuksesan The Raid itu lah yang membuat Grillo tertarik untuk membuat adaptasinya, meski dengan judul yang berbeda. Jadi, sudah siap untuk nonton Zeno?