• Movie
  • Oo Yeh Yeh: Kultus Junjungan untuk Seni, Film, dan Musik

Oo Yeh Yeh: Kultus Junjungan untuk Seni, Film, dan Musik

Thu, 10 October 2019
Oo Yeh Yeh ‘bergerilya’ menyebarluaskan ajaran film cult, seni, dan musik

Kalau dengar kata cult, mungkin yang terbayang di pikiran lo adalah sekumpulan orang yang melakukan pemujaan aneh-aneh seperti di film horor. Tapi, semakin ke sini, definisi cult itu semakin luas, Urbaners. Semua orang bisa disebut cult kalau mereka ngefans berat sama sesuatu. Makanya, sekarang mulai muncul sebutan cult film, cult musik, sampai cult bintang film.

 

Pernah lihat film dengan plot tentang zombie, kanibal, atau bahkan cerita absurd yang nggak ketebak sama sekali? Nah, itu bisa dibilang film cult. Sehancur apapun jalan cerita dan segala materi pendukungnya, pasti ada saja penggemar militan--meskipun jumlahnya sedikit--yang bahkan rela membela dan menontonnya puluhan kali.

 

Di Indonesia sendiri, ada junjungan film cult yang bahkan sering juga menyerempet musik dan seni. Adalah Oo Yeh Yeh yang hingga kini "bergerilya" menyebarluaskan ajaran film cult, seni, dan musik.

 

Oo Yeh Yeh yang dibentuk pertama kali oleh Muarif Sumahar ini berawal dari sebuah blog pribadi yang membahas ketertarikan dengan segala hal yang bersangkutan dengan budaya pop, khususnya film cult, musik, dan seni rupa. Lalu, lambat laun blog ini merambah ke brand clothing yang menyediakan apparel dari potongan percakapan atau scene film yang terkenal. Hingga kini, Oo Yeh Yeh tetap eksis melalui platform instagram.

 

Kenapa Oo Yeh Yeh?

Nama Oo Yeh Yeh terinspirasi dari lagu artis Britpop, Graham Coxon

 

Waktu mendengar atau baca nama ini, lo juga pasti mikir "apaan sih artinya?". Begitu ditanyakan hal yang sama, pemilik Oo Yeh Yeh pun menjelaskan kalau nama tersebut diambil dari judul lagu milik Graham Coxon, "Ohh, Yeh, Yeh" di album "A+E" yang kemudian dimodifikasi sedikit.

 

Kalau lo mencoba untuk mengingat siapakah Graham Coxon, dia adalah gitaris band Britpop "Blur", yang sudah vakum sekian lama. Bisa dibilang karya-karyanya adalah salah satu cara untuk menikmati musik dengan cara berbeda. Selama karirnya, Graham merilis banyak album solo, salah satunya ya "A+E" tadi. Mau membayangkan seperti apa musik Graham Cohen? Dengerin deh musik scoring-nya serial Netflix "The End of The F***king World", itu adalah hasil karyanya.

 

Kultus yang Kegiatannya Lain Daripada yang Lain

Film-film yang diputar pada setiap acara pasti mengandung tema khusus

 

Setiap ada kegiatan, Oo Yeh Yeh biasanya bikin playlist tematik atau rekomendasi film yang akan dibagikan di platform utamanya, yaitu Instagram. Nah, meskipun seringnya kegiatan mereka dilakukan secara online alias bikin grup di platform lain, mereka benar-benar serius menjaga rasa guyub di dalam kultus tersebut. Bahkan, diskusi tentang tema yang akan diangkat untuk merchandise pun kerap dilakukan.

 

Oo Yeh Yeh ingin merangkul sebanyak mungkin orang, terutama buat lo yang sering bingung mau nonton film apa atau dengerin musik yang bukan itu-itu aja, alias anti-mainstream. Ke depannya, sangat mungkin diadakan nobar atau nonton bareng film cult buat anggota atau sesama “pengikut” kultus Oo Yeh Yeh ini. Jadi, mending lo buruan gabung supaya nggak ketinggalan kegiatannya, Urbaners!

 

Caranya simpel banget kok. Lo tinggal follow akun instagram mereka di @ooyehyeh dan merchandise online store @ooyehyehstore. Mereka juga punya akun lain yang dikhususkan untuk berbagi ketertarikan dalam hal seni rupa di @teenangstdaydream. Coba aja rajin DM ke akun utamanya dan ikut berpartisipasi dalam memberikan ide atau inspirasi film cult, musik dan seni yang menarik buat dikulik lebih dalam lagi. Jangan lupa, mereka juga ada playlist Spotify yang bisa lo nikmatin!

 

Serba-serbi Merch yang Dijual

 

Omong-omong soal merchandise store, dari awal tahun pertama Oo Yeh Yeh sudah memproduksi merchandise yang nggak bakal lo temukan di tempat lain. Bentuknya adalah produk dengan kemasan kaleng kue yang dibalut desain homage Campbell Soup milik Andy Warhol.

 

"Kok sering banget cepet abis sih produknya?" Buat jawab pertanyaan yang sering dilontarkan itu, alasannya adalah karena produksi merch mereka memang terbatas karena mereka tahu betul kalau mass-production itu kurang baik untuk lingkungan.

 

“You know, be sustainable for better environment,” kalau kata Muarif Sumahar.

 

Rekomendasi Musik dan Film Cult

 

Sebagai perkumpulan, Oo Yeh Yeh merasa hubungan antara mereka dan para pengikutnya adalah two-way interaction, saat mereka membagikan hal yang disukai dan memang mereka anggap worth to share. Jadi bukan untuk mendikte selera para pengikutnya, jelas Muarif.

Beberapa contoh merchandise Oo Yeh Yeh dengan tema film tertentu

Berikut ini adalah rekomendasi film cult dan musik dari Oo Yeh Yeh yang bisa lo tonton sebelum tahun ini berakhir.

Rekomendasi film:

  • Once Upon a Time in Hollywood
  • Gundala and any other Joko Anwar's upcoming movies
  • Joker, ini wajib banget. Nah kebetulan, kali ini mereka sedang memproses preorder merchandise Oo Yeh Yeh dengan tema film hasil karya Todd Phillip, yang tidak lain tidak bukan dibintangi oleh Joaquin Phoenix.

Rekomendasi musik:

  • Kalau lagi mau eksplor musik baru, coba dengerin early wave Punk Rock di tahun 70an dan musik new wave di era 80an.
  • Bisa juga coba dengerin lagu dari dekade-dekade sebelumnya

Beberapa contoh merchandise Oo Yeh Yeh dengan tema film tertentu

 

Berikut ini adalah rekomendasi film cult dan musik dari Oo Yeh Yeh yang bisa lo tonton sebelum tahun ini berakhir.

Rekomendasi film:

  • Once Upon a Time in Hollywood
  • Gundala and any other Joko Anwar's upcoming movies
  • Joker, ini wajib banget. Nah kebetulan, kali ini mereka sedang memproses preorder merchandise Oo Yeh Yeh dengan tema film hasil karya Todd Phillip, yang tidak lain tidak bukan dibintangi oleh Joaquin Phoenix.

Rekomendasi musik:

  • Kalau lagi mau eksplor musik baru, coba dengerin early wave Punk Rock di tahun 70an dan musik new wave di era 80an.
  • Bisa juga coba dengerin lagu dari dekadedekade sebelumnya

Nah, buat lo yang butuh tuntunan rekomendasi film nyentrik yang nggak biasa, mau dengerin musik jenis baru, atau bahkan mau nikmatin seni yang berbeda boleh langsung gabung. Soalnya, nggak pernah ada kata terlambat kan buat memulai sesuatu? Siapa tahu lo bakal ketagihan, Urbaners!

3 Alasan Kenapa Lo Wajib Nonton Some Good News dari John Krasinski

Wed, 03 June 2020
John Krasinski dengan setelan jas duduk di depan papan lambang SGN

Televisi dan konten yang tersebar di internet kini dipenuhi dengan berita seputar virus corona yang mungkin bikin lo capek untuk mendengarnya. Untungnya, sekarang ada alternatif tontonan menarik dari John Krasinski, sebuah acara yang tayang di YouTube berjudul “Some Good News”.

Some Good News mengeluarkan episode baru setiap minggunya, namun kini sedang dalam masa break dengan episode 8 sebagai episode terakhir. Apa sih yang menarik dari tayangan Some Good News? Ini dia 4 alasan kenapa lo harus mulai nonton Some Good News sekarang juga #MumpungLagiDirumah.

 

Penuh Berita Positif

Potret John Krasinski di sebuah acara red carpet, dengan setelan jas maroon

Bagi beberapa orang, konten berita negatif dapat memberikan dampak psikologis yang buruk. Oleh sebab itu, tidak baik jika lo terus-terusan menerima berita mengenai penyebaran Covid-19 yang hingga saat ini belum mereda.

A news show dedicated entirely to good news,” adalah definisi yang diberikan John Krasinski mengenai apa itu Some Good News. Sebagai penonton, lo akan disuguhkan dengan berita-berita yang buat mood lo lebih baik. Mulai dari berita terkini mengenai para pekerja rumah sakit, apresiasi masyarakat terhadap orang-orang di garda terdepan melawan COVID-19, hingga berita tentang aktivitas positif yang dilakukan di internet.

 

Bukan Hanya Mengundang Selebriti

John Krasinski mengangkat gelas berisi champagne dalam salah satu episode SGN

Walaupun konsep Some Good News bisa dikatakan mirip dengan berbagai acara talkshow yang pernah ada, John Krasinski justru selalu mengundang “teman baru” di setiap episode acara. Tamu yang diundang bukan hanya selebriti Hollywood ternama, namun orang-orang biasa yang menginspirasi. Mereka adalah orang-orang yang nggak pernah terkenal sebelumnya, berasal dari berbagai profesi, dan memiliki cerita unik yang bisa dibagikan. Dari sini terlihat bahwa Krasinski benar-benar ingin menjadikan platformnya sebagai tempat berbagi berita baik dari mana saja, dengan tema kebaikan apa saja.

Bukan hanya tamu wawancara, tetapi Krasinski juga mendorong para penonton, termasuk lo untuk berpartisipasi dalam pembuatan konten Some Good News. Lo dan penonton lainnya bisa mengirimkan artworks, foto, dan klip video lainnya yang menurut lo layak untuk dipertontonkan ke khalayak luas.

 

Diisi dengan Wawancara Spesial

Cast Hamilton dalam tayangan Some Good News menyanyikan lagu musikal

Mengingat John Krasinski adalah salah satu aktor Hollywood populer, nggak heran kalau ia sendiri memiliki banyak koneksi. Terlebih lagi, John Krasinski merupakan gabungan dari cast serial TV komedi “The Office” yang dicintai banyak orang. Jadi, lo bisa melihat para bintang tamu tersebut bercengkrama dengan John Krasinski sambil membahas hal-hal baru mengenai proyek seni mereka.

Para bintang tamu yang pernah diundang ke Some Good News pasti sudah lo kenal, sebut saja Oprah, cast The Office, cast teater musikal “Hamilton”, dan Billie Eilish. Bukan wawancara biasa, tetapi wawancara spesial dengan informasi behind the scenes yang nggak pernah diungkap sebelumnya.

Selain itu, Some Good News juga menjadi media kolaborasi pelepas kangen buat lo dan penonton lainnya. Contohnya seperti reuni spesial The Office yang merayakan pernikahan sepasang suami-istri yang diundang John Krasinski, penampilan musik spesial dari cast Hamilton, serta acara prom dengan penampilan musik Billie Eilish, Chance the Rapper, dan Jonas Brothers

 

 

 

 

 

Sources: TV Insider, Collider, CNN