• Movie
  • Parasite Menang Besar di Screen Actors Guild Awards

Parasite Menang Besar di Screen Actors Guild Awards

Fri, 31 January 2020
Para pemeran Parasite saat raih kemenangan di SAG Awards 2020

Film Parasite sejak dirilis memang telah menjadi perhatian banyak orang. Nggak hanya di Korea saja, saat film arahan Bong Joon Ho tersebut saat dirilis di Indonesia juga mendapatkan banyak sambutan. Nggak hanya karena dibintangi oleh deretan bintang Korea yang terkenal, film ini juga memiliki jalan cerita yang super keren dan menarik.

Selain sangat dicintai oleh penonton, Parasite juga disukai oleh kritikus. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya kritikan positif yang didapatkan oleh film Parasite. Nggak hanya itu saja film ini juga mendapatkan banyak nominasi di ajang bergengsi dan bahkan baru saja memperoleh kemenangan besar di Screen Actors Guild Awards atau yang sering disebut SAG Awards pada 19 Januari 2020 lalu.

 

Parasite Peroleh Outstanding Performance by a Cast in a Motion Picture

 Para pemeran parasite merayakan kemenangan di SAG Awards

Parasite memang menjadi salah satu film yang diunggulkan untuk menjadi juara setelah berhasil masuk nominasi Outstanding Performance by a Cast in a Motion Picture dalam ajang SAG Awards. Meskipun harus bersaing dengan film-film Hollywood terkenal seperti Bombshell, The Irishman, Jojo Rabbit, dan Once Upon a Time in Hollywood tapi film Parasite berhasil mengalahkannya dan membawa pulang piala SAG Awards.

“Saya merasa sangat terhormat menerima penghargaan ini di depan aktor luar biasa yang sangat saya kagumi. Saya akan selalu ingat dan nggak akan pernah melupakan malam yang indah ini, terima kasih banyak,” ucap Song Kong Ho saat menerima piala di atas panggung.

 

Parasite Jadi Film Korea Selatan Pertama yang Dapatkan Penghargaan di SAG Awards

Keberhasilan Parasite mendapatkan penghargaan di SAG Awards 2020 rupanya mengukir sejarah baru dan menjadi film pertama asal Korea Selatan yang berhasil memperoleh kemenangan di ajang tersebut. Mengapa hal tersebut disebut sangat luar biasa? Pasalnya SAG Awards jarang sekali memberikan penghargaan untuk film-film yang menggunakan subtitle (film berbahasa asing).

Kemenangan Parasite dalam ajang SAG Awards ini rupanya membuat banyak penggemar semakin yakin bahwa film ini memiliki kesempatan besar untuk menang di ajang Piala Oscar. Biasanya para pemenang di SAG Awards memang cukup diperhitungkan untuk bisa meraih kemenangan di Piala Oscar.

 

Parasite Raih 6 Nominasi di Piala Oscar 2020

Para pemeran Parasite foto bersama setelah memenangkan penghargaan SAG Awards

Kemenangan Parasite di SAG Awards 2020 semakin membuka lebar kesempatan untuk bisa memboyong Piala Oscar. Setelah nominasi Oscar diumumkan, Parasite kembali menjadi perhatian karena bisa meraih 6 nominasi dalam ajang penghargaan paling bergengsi di dunia perfilman tersebut.

Parasite juga kembali mencetak rekor karena menjadi film Korea Selatan pertama yang berhasil masuk nominasi Best Picture dan Best International Film. Sedangkan 4 nominasi Oscar lain yang berhasil diraih oleh Parasite adalah Best Director (Bong Jon Hoo), Best Original Screenplay, Best Editing dan Best Production Design.

Apakah menurut lo Parasite bisa mendapatkan kemenangan di Piala Oscar, Urbaners?

 

 

Sources: nme.com, antaranews.com, kompas.com

Cerita Baru The Raid Akan Diberi Judul baru

Thursday, February 20, 2020 - 14:05
Adegan dalam film The Raid yang memperlihatkan seni bela diri silat

Sebagian besar pencinta film sudah pasti tahu dengan The Raid. Kesuksesannya menembus pasar film global membuatnya diproduksi dengan sekuel yang mempromosikan seni bela diri Indonesia: pencak silat. Yang terbaru, The Raid akan dibuat dengan sentuhan Hollywood, tapi dengan judul berbeda. Selain judul yang berbeda, judul terbaru berdiri sendiri tanpa mendapat pengaruh dari fim sebelumnya.

Bukan Lagi Remake

Frank Grillo, sutradara baru The Raid yang mengubah judul film menjadi Zeno

Pada 2017 lalu, Frank Grillo dan Joe Carnahan melontarkan sebuah pernyataan yang menggembirakan banyak fans, yaitu akan memproduksi remake dari film The Raid. Namun, seiring berjalannya waktu, kabar itu hilang dengan sendirinya. Tapi pada April 2019, muncul sebuah update bahwa judul baru bukan merupakan remake dari film sebelumnya.

Dalam sebuah wawancara, Grillo dan Carnahan memberikan statement, mereka telah ‘berpisah’ dari XYZ film, yang sebelumnya mempunyai hak cipta dari The Raid. Dengan begitu, cerita dan penokohannya akan berbeda dengan film sebelumnya. Begitu juga aktor dan aktris yang akan terlibat dalam proyek baru.

Berjudul Zeno

Nggak lagi mengusung nama The Raid, Grillo dan Carnahan mengumumkan bahwa film terbaru mereka akan berjudul Zeno, yang juga merupakan tokoh utama pada film. Saat ini, pihaknya sedang melakukan negosiasi dan perbincangan dengan sejumlah aktor ternama untuk membintangi film ini.

Zeno akan memiliki jalan cerita yang berbeda dengan The Raid. Pada garapan Gareth Evans 2011 silam, dikisahkan pasukan polisi menyerbu sebuah gedung di Jakarta dengan tujuan utama menaklukkan komplotan bandit. Aktor-aktor kenamaan Indonesia terlibat di dalamnya, seperti Iko Uwais dan Donny Alamsyah. Namun, pada versi Carnahan, polisi akan menangkap penjahat, tapi nggak di gedung seperti yang diceritakan The Raid.

Alasan dibuatnya Zeno

Zeno, meskipun diceritakan dengan karakter dan alur yang berbeda, tapi tetap memiliki premis yang relatif sama dengan sekuel The Raid sebelumnya. Sebelum diberi judul berbeda, Grillo mengaku sangat tertarik untuk membuat kelanjutan cerita dari The Raid, tapi dengan versi Hollywood.

Ketertarikan Grillo dalam membuat Zeno salah satunya karena memiliki kedekatan dengan Iko Uwais. Mereka pernah menjalani proses syuting bersama untuk Beyond Skyline di Batam. Grillo juga mengagumi Iko lewat film action-nya. Keputusan Grillo dalam membuat sekuel The Raid, sebelum diubah judul menjadi Zeno, diumumkan lewat akun Twitter-nya. Pada tweet-nya, Grillo menyatakan sudah mengantongi persetujuan dari Gareth Evans, sutradara sebelumnya.

Ketenaran The Raid

 

Lahirnya Zeno nggak luput dari kesuksesan The Raid, film Indonesia yang pertama kali dapat tayang di Toronto International Film Festival. Bisa dibilang, The Raid adalah film action pertama asal Indonesia yang bisa menembus pasar mancanegara. Antusiasme dan euforia yang tercipta benar-benar menyebar di banyak tempat.

Di Festival film Toronto, The Raid mendulang banyak pujian dari para kritikus film. Nggak hanya itu, The Raid juga berhasil menggondol penghargaan The Cardillac People’s Choice Midnight Madness Award di ajang yang sama. Nggak sampai di situ, The Raid juga diputar di beberapa festival serupa seperti Festival Film Sundance Amerika, Festival Film Internasional Dublin Jameson Irlandia, dan Festival Film Busan.

Kesuksesan The Raid itu lah yang membuat Grillo tertarik untuk membuat adaptasinya, meski dengan judul yang berbeda. Jadi, sudah siap untuk nonton Zeno?