• Movie
  • Satria Dewa Universe dan Pasar Sehat Industri Film Indonesia

Satria Dewa Universe dan Pasar Sehat Industri Film Indonesia

Thu, 06 February 2020
Para tokoh superhero seperti Gatotkaca, Arjuna, Yudhistira dan tokoh pewayangan lain dari Satria Dewa Universe

Film dengan tema superhero memang selalu menarik antusias banyak orang. Hal itu terbukti dari betapa populernya film-film yang diproduksi oleh Marvel maupun DC. Namun, kini mereka punya pesaing yang berasal dari Indonesia yang disebut dengan Satria Dewa Universe. Kemunculan Satria Dewa Universe sudah mulai menjadi perhatian sejak tahun 2019 lalu dan disebut-sebut akan bisa menyaingi jagad sinema superhero baik dari Marvel ataupun DC nih Urbaners.

 

Apa Itu Satria Dewa Universe?

Gatotkaca sedang terbang dengan posisi seperti menonjok dan ada efek di bagian tangannya

Satria Dewa Universe atau Jagad Satria Dewa merupakan sebuah universe yang berisikan tokoh superhero berupa karakater pewayangan yang pastinya sudah dikenal oleh orang-orang Indonesia. Mirip seperti Marvel atau DC, Satria Dewa Universe juga akan berisikan movie universe, game mobile, merchandise, komik, serial TV/OTT, website, on-ground activation, dan bahkan theme park.

Satria Dewa Universe sudah mulai diperkenalkan ke publik sejak awal tahun 2019 lalu. Banyak penggemar yang antusias dengan kemunculan Satria Dewa Universe. Salah satu faktornya yaitu karena mereka akan mengenalkan sejumlah tokoh pewayangan kepada generasi muda. Rencananya pihak Satria Dewa Studio bakal menyajikan film superhero dengan tokoh pewayangan yang memiliki cerita yang masih bisa relate dengan anak muda.

 

Satria Dewa Universe Siapkan 8 Film

Film Satria Dewa Gatotkaca akan menjadi film perdana dari Satria Dewa Universe

Buat lo yang suka dengan cerita pewayangan maka film-film dari Satria Dewa Universe sangat layak dinantikan. Rencananya mereka akan merilis sebanyak 8 film mulai dari tahun 2020 hingga tahun 2027 mendatang. Film-film tersebut antara lain “Satria Dewa Gatotkaca” (2020), ”Arjuna” (2021), ”Yudhistira” (2022), ”Bharatayuda” (2023), ”Bima” (2024), ”Nakula Sadewa” (2025), ”Srikandi” (2026) dan akan ditutup dengan film ”Big Battle of Kurusetra” (2027).

Film pertama yang akan dirilis oleh Satria Dewa Universe adalah Satria Dewa Gatotkaca. Sebelumnya dikabarkan bahwa film perdana dari Satria Dewa Universe ini akan disutradarai oleh Charles Gozali. Namun, ternyata posisi tersebut digantikan oleh sutradara kondang Hanung Bramantyo.  Pemeran utama dari karakter Gatotkaca juga sudah dikenalkan. Aktor Rizky Nasar berhasil mendapatkan kesempatan berharga untuk memerankan karakter tersebut. Proses syuting dari film Satria Dewa Gatotkaca akan dimulai pada bulan Maret dan dijadwalkan mulai dirilis di bioskop pada bulan Oktober 2020 nanti.

 

Pesaing Satria Dewa Universe

Para tokoh pahlawan super dari Bumilangit Cinematic Universe seperti Gundala, Aquanus, Sri Asih dan masih banyak lagi

Satria Dewa Universe sebenarnya bukanlah satu-satunya jagad sinema yang menampilkan tokoh superhero Indonesia. Ia memiliki saingan yang disebut dengan Bumilangit Cinematic Universe. Jagad sinema dari Bumilangit menampilkan tokoh karakter pahlawan lokal mulai dari Gundala, Sri Asih, Aquanus, Tira, hingga Godam.

Gundala merupakan film perdana dari Bumilangit Universe yang sudah dirilis pada tahun 2019 lalu. Film yang disutradarai oleh Joko Anwar ini mendapatkan banyak respon baik dari para penggemar film. Setelah Gundala, rencananya nanti Bumilangit Universe akan merilis film-film lain yang nggak kalah serunya seperti “Virgo and The Sparklings” yang rencananya akan dirilis di tahun 2020 ini serta “Sri Asih” hingga “Si Buta dari gua Hantu: Mata Malaikat” yang dijadwalkan dirilis pada tahun 2021 mendatang.

Industri film Indonesia memang akan semakin keren dan memiliki persaingan yang ketat. Kalau lo tim Satria Dewa Universe atau Bumilangit Cinematic Universe, Urbaners?

 

 

Sources: satriadewa.com, antaranews.com, popbela.com

 

Cerita Baru The Raid Akan Diberi Judul baru

Thursday, February 20, 2020 - 14:05
Adegan dalam film The Raid yang memperlihatkan seni bela diri silat

Sebagian besar pencinta film sudah pasti tahu dengan The Raid. Kesuksesannya menembus pasar film global membuatnya diproduksi dengan sekuel yang mempromosikan seni bela diri Indonesia: pencak silat. Yang terbaru, The Raid akan dibuat dengan sentuhan Hollywood, tapi dengan judul berbeda. Selain judul yang berbeda, judul terbaru berdiri sendiri tanpa mendapat pengaruh dari fim sebelumnya.

Bukan Lagi Remake

Frank Grillo, sutradara baru The Raid yang mengubah judul film menjadi Zeno

Pada 2017 lalu, Frank Grillo dan Joe Carnahan melontarkan sebuah pernyataan yang menggembirakan banyak fans, yaitu akan memproduksi remake dari film The Raid. Namun, seiring berjalannya waktu, kabar itu hilang dengan sendirinya. Tapi pada April 2019, muncul sebuah update bahwa judul baru bukan merupakan remake dari film sebelumnya.

Dalam sebuah wawancara, Grillo dan Carnahan memberikan statement, mereka telah ‘berpisah’ dari XYZ film, yang sebelumnya mempunyai hak cipta dari The Raid. Dengan begitu, cerita dan penokohannya akan berbeda dengan film sebelumnya. Begitu juga aktor dan aktris yang akan terlibat dalam proyek baru.

Berjudul Zeno

Nggak lagi mengusung nama The Raid, Grillo dan Carnahan mengumumkan bahwa film terbaru mereka akan berjudul Zeno, yang juga merupakan tokoh utama pada film. Saat ini, pihaknya sedang melakukan negosiasi dan perbincangan dengan sejumlah aktor ternama untuk membintangi film ini.

Zeno akan memiliki jalan cerita yang berbeda dengan The Raid. Pada garapan Gareth Evans 2011 silam, dikisahkan pasukan polisi menyerbu sebuah gedung di Jakarta dengan tujuan utama menaklukkan komplotan bandit. Aktor-aktor kenamaan Indonesia terlibat di dalamnya, seperti Iko Uwais dan Donny Alamsyah. Namun, pada versi Carnahan, polisi akan menangkap penjahat, tapi nggak di gedung seperti yang diceritakan The Raid.

Alasan dibuatnya Zeno

Zeno, meskipun diceritakan dengan karakter dan alur yang berbeda, tapi tetap memiliki premis yang relatif sama dengan sekuel The Raid sebelumnya. Sebelum diberi judul berbeda, Grillo mengaku sangat tertarik untuk membuat kelanjutan cerita dari The Raid, tapi dengan versi Hollywood.

Ketertarikan Grillo dalam membuat Zeno salah satunya karena memiliki kedekatan dengan Iko Uwais. Mereka pernah menjalani proses syuting bersama untuk Beyond Skyline di Batam. Grillo juga mengagumi Iko lewat film action-nya. Keputusan Grillo dalam membuat sekuel The Raid, sebelum diubah judul menjadi Zeno, diumumkan lewat akun Twitter-nya. Pada tweet-nya, Grillo menyatakan sudah mengantongi persetujuan dari Gareth Evans, sutradara sebelumnya.

Ketenaran The Raid

 

Lahirnya Zeno nggak luput dari kesuksesan The Raid, film Indonesia yang pertama kali dapat tayang di Toronto International Film Festival. Bisa dibilang, The Raid adalah film action pertama asal Indonesia yang bisa menembus pasar mancanegara. Antusiasme dan euforia yang tercipta benar-benar menyebar di banyak tempat.

Di Festival film Toronto, The Raid mendulang banyak pujian dari para kritikus film. Nggak hanya itu, The Raid juga berhasil menggondol penghargaan The Cardillac People’s Choice Midnight Madness Award di ajang yang sama. Nggak sampai di situ, The Raid juga diputar di beberapa festival serupa seperti Festival Film Sundance Amerika, Festival Film Internasional Dublin Jameson Irlandia, dan Festival Film Busan.

Kesuksesan The Raid itu lah yang membuat Grillo tertarik untuk membuat adaptasinya, meski dengan judul yang berbeda. Jadi, sudah siap untuk nonton Zeno?