• Movie
  • Setelah 30 Tahun, Oscar 2019 Bakal Berlangsung Tanpa Host

Setelah 30 Tahun, Oscar 2019 Bakal Berlangsung Tanpa Host

Mon, 28 January 2019
Setelah 30 Tahun, Oscar 2019 Bakal Berlangsung Tanpa Host

Oscar 2019 sudah tinggal menghitung hari. Rencananya, ajang penghargaan film paling bergengsi ini bakal diadakan pada 24 Februari 2019. Namun, sampai awal tahun lalu posisi host masih saja kosong. Akhirnya, pada 9 Januari kemarin Oscar resmi mengumumkan bahwa acaranya nanti bakal berlangsung tanpa host. Keputusan berani ini terjadi untuk yang pertama kalinya sejak 30 tahun lalu.

 

Awalnya Kevin Hart yang ditunjuk jadi host

Awalnya Kevin Hart yang ditunjuk jadi host

Pada November 2018 lalu, posisi host untuk Oscar ke-91 sebetulnya sudah terisi. Pihak Academy menunjuk komedian Kevin Hart untuk mengisi posisi tersebut. Hart juga mengonfirmasinya melalui postingan media sosialnya. Sayangnya, beberapa minggu setelah itu, muncul sebuah tweet lama dari Hart yang dianggap ofensif dan menyinggung.

Mengetahui hal tersebut, pihak Academy kabarnya sempat memberikan Hart ultimatum. Mereka meminta Hart untuk meminta maaf. Kalau nggak, tawaran host Oscar yang sudah diberikan bakal ditarik. Akhirnya, Hart memutuskan buat mundur dari tawaran tersebut. Pada statement-nya, ia bilang kalau hal seperti ini pernah terjadi dan ia sudah belajar dari kesalahannya. He’s moved on.

“I have made the choice to step down from hosting this year’s Oscar’s. This is because I do not want to be a distraction on a night that should be celebrated by so many amazing talented artists,” jelas Hart melalui statement-nya

 

Sulitnya cari host pengganti

Sulitnya cari host pengganti

Setelah Hart resmi mundur dari tawaran host Oscar 2019, pihak Academy cukup struggling mencari penggantinya. Sebetulnya Hart sempat mendapat tawaran lagi setelah Ellen DeGeneres menelepon Academy untuk memberikan Hart kesempatan kedua. Namun, sekali lagi Hart menolak tawaran tersebut.

Pihak Academy pun akhirnya menyerah. Sebagai gantinya, kabarnya nanti mereka bakal menghadirkan beberapa artis Hollywood papan atas untuk membacakan monolog secara bergantian selama Oscar berlangsung. Tetapi mengingat deadline yang sudah begitu dekat, sepertinya Academy pun bakal kesusahan juga.

 

Dengan absenya host pada Oscar 2019, banyak orang jadi bertanya-tanya gimana ajang penghargaan ini bakal berlangsung. Siapa tahu justru lebih seru dan banyak kejutan kan, Urbaners?

 

 

Sources: eonline.com, provoke-online.com

Tambah Wawasan dengan 5 Dokumenter Terbaik di Netflix Ini

Wed, 08 July 2020
Seorang profesor sedang memaparkan Cambridge Analytica dalam dokumenter The Great Hack

Biar tontonan lo nggak itu-itu aja, weekend nanti lo bisa mengisi tontonan dengan beberapa rekomendasi dokumenter Netflix ini. Dokumenter ini terdiri dari berbagai tema, mulai dari kriminal, sejarah, hingga teknologi. #MumpungLagiDirumah juga, kan?

 

Conversations with a Killer: The Ted Bundy Tapes

Potret hitam putih Ted Bundy dan kekasihnya

Dokumenter garapan Joe Berlinger ini menampilkan profil pembunuh berantai yang cukup terkenal, Ted Bundy. Yang menarik, Bundy yang tercatat telah melakukan sekitar 30 pembunuhan wanita ini diakhir masa-masa interograsinya justru mengaku nggak bertanggung jawab atas kejahatan tersebut.

Kasus kejahatan Bundy ini terjadi di awal tahun 1980-an di Amerika Serikat. Di akhir proses kasusnya, penyidik hanya dapat membuktikan Bundy bertanggung jawab untuk dua pembunuhan saja. Bundy lalu dieksekusi di tahun 1989 dengan menggunakan kursi listrik.

 

The Great Hack

Britanny Kaiser dalam salah satu still cut The Great Hack

Facebook pernah dihadapkan pada tuduhan bahwa telah menggunakan data pribadi yang diambil secara illegal dari penggunanya untuk kepentingan bisnis. Dalam dokumenter berjudul “The Great Hack” ini, sutradara Karim Amer dan Jehane Noujaim melakukan wawancara investigatif dengan seorang narasumber dari Cambridge Analytica, Brittany Kaiser.

Film dokumenter ini bakal menyajikan informasi yang akan buat lo paham mengapa data sekarang jadi sumber daya yang sangat berharga. Bagaimana data-data pribadi tersebut digunakan untuk membidik pengguna dengan iklan yang sesuai dengan preferensi mereka, sampai memengaruhi pemilihan umum di Amerika Serikat akan dijelaskan di The Great Hack.

 

Icarus

Salah satu scene Icarus bersetting laboratorium dengan seorang pria memakai masker

Awalnya sutradara Bryan Fogel hanya berencana menggarap dokumenter tentang produksi dan distribusi doping di dunia. Namun setelah Fogel mulai mengontak salah satu narasumber utama dari Rusia, diskusi mereka justru mengantar Fogel ke ide cerita yang lain.

“Icarus” bercerita mulai dari cerita produksi doping, uji coba, distribusi sampai deretan kasus skandal atlet yang menggunakan doping. Experience menonton Icarus akan membawa lo seperti sedang menonton film science fiction. Dalam dokumenter ini, Fogel juga menceritakan dalang dibalik kasus doping Olimpiade Sochi di Rusia tahun 2014 lalu.

 

Five Came Back

Steven Spielberg dalam salah satu interview di dokumenter Five Came Back

Dokumenter garapan Laurent Bouzereau ini diadaptasi dari buku dengan judul yang sama yang ditulis oleh Mark Harris. “Five Came Back” adalah dokumenter yang memotret sudut pandang lima sutradara film dalam melihat Perang Dunia II. Kelima sutradara ini adalah George Stevens, Frank Capra, John Huston, William Wyler, dan John Ford.

Lo bakal mendengarkan suara khas milik Meryl Streep membawakan narasi dalam dokumenter ini. Selain kelima sutradara, interview juga melibatkan sosok penggarap cerita berlatar Perang Dunia II seperti Guillermo del Toro dan Steven Spielberg.

 

The Vietnam War

Tampilan poster The Vietnam War yang menampilkan tentara AS dan petani Vietnam 

Rekomendasi dokumenter terakhir ini masih bertema perang, “The Vietnam War”. Digarap oleh Ken Burns dan Lynn Novick, ini menjadi salah satu dokumenter yang paling penting karena menyingkap banyak momen krusial di perjalanan sejarah Amerika Serikat.

Burns dan Novick mengemas dokumenter ini dengan sederetan wawancara emosional dengan para veteran perang. Para narasumber menampilkan cerita dengan sudut pandang masing-masing, termasuk menyampaikan kesalahan-kesalahan perang yang dilakukan para veteran ini di masa lalu untuk mengingatkan para penonton saat ini untuk nggak mengulangi kesalahan yang sama.

 

 

Sources: Collider, Wired UK, Esquire