• Movie
  • Teaser Trailer Remake The Lion King Pecahkan Rekor Paling Banyak Ditonton Dalam 24 Jam

Teaser Trailer Remake The Lion King Pecahkan Rekor Paling Banyak Ditonton Dalam 24 Jam

Tue, 27 November 2018
Teaser Trailer Remake The Lion King Pecahkan Rekor Paling Banyak Ditonton Dalam 24 Jam

Kancah internet pada 22 November 2018 kemarin pecah. Saat perhelatan thanksgiving tersebut, Disney mengeluarkan teaser trailer dari remake film The Lion King. Film yang pernah keluar tahun 1994 ini di-remake oleh Disney dan sukses mendapatkan views 224,6 juta dalam 24 jam. Itu adalah rekor penonton terbanyak dalam 24 jam dari semua film Disney. Sayangnya, The Lion King ini hanya kalah sekitar 14 juta dari Avengers: Infinity War yang dalam 24 jam mendapatkan 238 juta views.

 

Nostalgia dari para anak tahun 1990-an

Nostalgia dari para anak tahun 1990-anLion King (1994) menjadi film wajib bagi anak tahun 1990-an, ketika itu film yang diproduksi oleh Disney sukses mendapatkan total keuntungan 968 juta dolar, dengan budget hanya 45 juta. Bahkan beberapa media memprediksi Disney mendapatkan total keuntungan mencapai 1 miliar dolar hanya dalam 1 tahun. Dari situ terlihat mengapa banyak sekali anak muda atau anak tahun 1990-an yang sangat heboh ketika melihat trailer dari The Lion King ini.

Konsep yang digunakan dari The Liong King adalah live action, membawa Simba, Scar, Mufasa, Nala, dan Rafiki ke dalam sosok yang nyata. Di sini lo akan melihat kegemasan bagaimana sosok Simba yang masih anak-anak, ternyata berwarna cokelat tua dan berbulu lebat. Dibandingkan dengan versi kartun tahun 1994, Simba lebih berwarna cokelat terang.

 

Teaser yang sangat cerdas dari Disney

Teaser yang sangat cerdas dari Disney

Salah satu hal paling menarik dari teaser trailer dari The Lion King adalah Disney membuat teaser yang sama dengan tahun 1994. Mulai dari awal, bagaimana lansekap padang safana di Afrika, sampai ketika Rafiki menggendong Simba yang merupakan penerus dari raja berjuluk King of the Pride Lands. Ini merupakan konsep dan terobosan yang sangat cerdas bagi Disney, karena banyak orang sangat dekat dengan soundtrack dari Circle of Life yang diteriakkan oleh Rafiki, “Nants Ingonyama Bagithi Baba!”

Film The Lion King ini akan tayang pada bulan Juli 2019.

 

Source: billboard.com

 

Tambah Wawasan dengan 5 Dokumenter Terbaik di Netflix Ini

Wed, 08 July 2020
Seorang profesor sedang memaparkan Cambridge Analytica dalam dokumenter The Great Hack

Biar tontonan lo nggak itu-itu aja, weekend nanti lo bisa mengisi tontonan dengan beberapa rekomendasi dokumenter Netflix ini. Dokumenter ini terdiri dari berbagai tema, mulai dari kriminal, sejarah, hingga teknologi. #MumpungLagiDirumah juga, kan?

 

Conversations with a Killer: The Ted Bundy Tapes

Potret hitam putih Ted Bundy dan kekasihnya

Dokumenter garapan Joe Berlinger ini menampilkan profil pembunuh berantai yang cukup terkenal, Ted Bundy. Yang menarik, Bundy yang tercatat telah melakukan sekitar 30 pembunuhan wanita ini diakhir masa-masa interograsinya justru mengaku nggak bertanggung jawab atas kejahatan tersebut.

Kasus kejahatan Bundy ini terjadi di awal tahun 1980-an di Amerika Serikat. Di akhir proses kasusnya, penyidik hanya dapat membuktikan Bundy bertanggung jawab untuk dua pembunuhan saja. Bundy lalu dieksekusi di tahun 1989 dengan menggunakan kursi listrik.

 

The Great Hack

Britanny Kaiser dalam salah satu still cut The Great Hack

Facebook pernah dihadapkan pada tuduhan bahwa telah menggunakan data pribadi yang diambil secara illegal dari penggunanya untuk kepentingan bisnis. Dalam dokumenter berjudul “The Great Hack” ini, sutradara Karim Amer dan Jehane Noujaim melakukan wawancara investigatif dengan seorang narasumber dari Cambridge Analytica, Brittany Kaiser.

Film dokumenter ini bakal menyajikan informasi yang akan buat lo paham mengapa data sekarang jadi sumber daya yang sangat berharga. Bagaimana data-data pribadi tersebut digunakan untuk membidik pengguna dengan iklan yang sesuai dengan preferensi mereka, sampai memengaruhi pemilihan umum di Amerika Serikat akan dijelaskan di The Great Hack.

 

Icarus

Salah satu scene Icarus bersetting laboratorium dengan seorang pria memakai masker

Awalnya sutradara Bryan Fogel hanya berencana menggarap dokumenter tentang produksi dan distribusi doping di dunia. Namun setelah Fogel mulai mengontak salah satu narasumber utama dari Rusia, diskusi mereka justru mengantar Fogel ke ide cerita yang lain.

“Icarus” bercerita mulai dari cerita produksi doping, uji coba, distribusi sampai deretan kasus skandal atlet yang menggunakan doping. Experience menonton Icarus akan membawa lo seperti sedang menonton film science fiction. Dalam dokumenter ini, Fogel juga menceritakan dalang dibalik kasus doping Olimpiade Sochi di Rusia tahun 2014 lalu.

 

Five Came Back

Steven Spielberg dalam salah satu interview di dokumenter Five Came Back

Dokumenter garapan Laurent Bouzereau ini diadaptasi dari buku dengan judul yang sama yang ditulis oleh Mark Harris. “Five Came Back” adalah dokumenter yang memotret sudut pandang lima sutradara film dalam melihat Perang Dunia II. Kelima sutradara ini adalah George Stevens, Frank Capra, John Huston, William Wyler, dan John Ford.

Lo bakal mendengarkan suara khas milik Meryl Streep membawakan narasi dalam dokumenter ini. Selain kelima sutradara, interview juga melibatkan sosok penggarap cerita berlatar Perang Dunia II seperti Guillermo del Toro dan Steven Spielberg.

 

The Vietnam War

Tampilan poster The Vietnam War yang menampilkan tentara AS dan petani Vietnam 

Rekomendasi dokumenter terakhir ini masih bertema perang, “The Vietnam War”. Digarap oleh Ken Burns dan Lynn Novick, ini menjadi salah satu dokumenter yang paling penting karena menyingkap banyak momen krusial di perjalanan sejarah Amerika Serikat.

Burns dan Novick mengemas dokumenter ini dengan sederetan wawancara emosional dengan para veteran perang. Para narasumber menampilkan cerita dengan sudut pandang masing-masing, termasuk menyampaikan kesalahan-kesalahan perang yang dilakukan para veteran ini di masa lalu untuk mengingatkan para penonton saat ini untuk nggak mengulangi kesalahan yang sama.

 

 

Sources: Collider, Wired UK, Esquire