C.H.R.I.S.Y.E: Nostalgia Masa Remaja Bersama Diskoria, Laleilmanino, dan Eva Celia - MLDSPOT
  • Music News
  • C.H.R.I.S.Y.E: Nostalgia Masa Remaja Bersama Diskoria, Laleilmanino, dan Eva Celia

C.H.R.I.S.Y.E: Nostalgia Masa Remaja Bersama Diskoria, Laleilmanino, dan Eva Celia

Wed, 20 January 2021
Kulik lebih dalam lagu C.H.R.I.S.Y.E dari Diskoria, Laleilmanino, dan Eva Celia disini!

Musik sepertinya udah jadi temen kita sehari-hari untuk menemani kita menjalani aktivitas. Mulai dari bangun tidur, di jalan mau ngantor, pas lagi kerja, di jalan lagi mau pulang, pokoknya kayaknya musik udah jadi kebutuhan utama untuk lo dengerin setiap harinya.

Untuk genre musik sendiri pasti lo punya preferensi masing-masing, tapi seperti yang udah dibahas beberapa waktu lalu mengenai genre city pop yang mulai banyak diminati lagi nih. Salah satu musisi lokal yang aktif produksi lagu dengan genre ini yang pasti nggak asing buat lo adalah Diskoria.

Ngomong-ngomong Diskoria, di awal tahun, duo DJ ini baru aja merilis single terbaru mereka berjudul C.H.R.I.S.Y.E dengan menggandeng produser Laleilmanino dan Eva Celia untuk mengisi vokalnya.

Dari judulnya yang mengambil nama musisi ternama Indonesia pada 30 tahun ke belakang – yaitu Alm. Chrisye, lagu ini menceritakan tentang apa ya, bro? apakah lagu ini memang sebuah lagu tribute untuk mengenang beliau? Kulik selengkapnya di artikel ini ya!

Lagu yang Jadi dalam 24 Jam!

Kulik lebih dalam lagu C.H.R.I.S.Y.E dari Diskoria, Laleilmanino, dan Eva Celia disini!

Credit image – iMusic

Ketika lo membaca judul artikel ini, mungkin sebagian dari lo langsung meluncur ke aplikasi musik andalan lo untuk memutar lagu baru dari Diskoria ini. Setelah mendengarkan irama lagunya yang catchy dan membawa mood yang happy, lo pasti nggak akan nyangka kalau lagu ini hanya tercipta dalam kurun waktu 24 jam!

Ternyata, lagu yang satu ini tercipta karena adanya tantangan dari Studio Pop Show untuk menciptakan lagu dalam waktu 24 jam. Dengan aliran musik yang sedikit berbeda dari lagu-lagu sebelumnya, Diskoria menghadirkan warna musik yang baru dan segar.

Lirik Yang Unik dan Nyentrik

Dari judulnya aja mungkin lo mengira lagu ini adalah lagu yang diperuntukkan untuk Alm. Chrisye. Meskipun dengan tujuan untuk mengenang, tapi lagu ini diciptakan untuk lo semua yang sedang dimabuk cinta!

Lirik yang mengandung 24 judul lagu dari Chrisye ini berhasil dirangkai sedemikian rupa sehingga tercipta satu lagu yang bercerita tentang seseorang yang jatuh cinta tanpa diketahui oleh orang yang dicintainya.

Dalam lagu ini, lo bisa menemukan lagu-lagu Chrisye terangkai indah membentuk satu cerita. Bahkan dibocorkan oleh Nino Kayam dalam Podcastnya di Makna Talks – kalo lo dengerin reff lagu ini, di setiap huruf depannya akan membentuk kata Chrisye!

Menghidupkan Kembali Musik Disko Era 80-an

Kulik lebih dalam lagu C.H.R.I.S.Y.E dari Diskoria, Laleilmanino, dan Eva Celia disini!

Credit image – Pop Hari Ini

Mengingat bahwa Diskoria merupakan DJ yang identik dengan genre musik yang membuat lo nostalgia kalau mendengarnya, lagu C.H.R.I.S.Y.E ini akan membawa suasana lo seperti masuk ke dalam sebuah disko tahun 80-an!

Selain itu, cara pembuatan lagu yang satu ini memang dibuat mirip dengan cara musisi-musisi lawas menciptakan lagunya dulu. Sejalan banget sama genre yang emang dimiliki Diskoria ya, bro?

Diisi oleh Eva Celia dalam vokal membuat lagu ini semakin menghidupkan kesan disko, ditambah dengan produser musik dari Laleilmanino, lagu ini cocok banget mengiringi lo yang emang lagi jatuh cinta di awal tahun.

Musik Video yang Nggak Kalah Menarik

Kulik lebih dalam lagu C.H.R.I.S.Y.E dari Diskoria, Laleilmanino, dan Eva Celia disini!

Credit image – Prambors FM

Setelah membahas mengenai musik dan produksinya, ada highlight yang nggak kalah penting dari perilisan lagu ini – yaitu musik videonya!

Mengambil tema disko 80-an – sesuai dengan alunan musiknya, musik video ini berhasil mengajak lo untuk ikut berdansa setelah menonton video klipnya. Didukung dengan kostum yang dikenakan oleh Eva Celia, rasanya lo pengen party saat itu juga!

Musik video lagu ini dimulai dengan seorang pria paruh baya yang menari-nari dirumahnya dan bertemu dengan Diskoria, Laleilmanino dan Eva Celia dalam satu ruangan lalu menikmati lagu ini bersama. Mungkin kalo lo nonton musik video ini sama orang tua atau om dan tante lo, mereka auto nostalgia masa mudanya.

Lagu ini udah bisa lo nikmatin di semua platform musik digital kesayangan lo ya, bro. Dari lirik lagunya yang unik dan iramanya yang asik, rasanya lo pengen dansa terus kan dengerin lagu ini? Selamat untuk Diskoria, Laleilmanino, dan Eva Celia!

 

Feature image - Youtube

Perjalanan Joey Alexander dari Grammy sampai Sekarang

Sat, 27 February 2021
Joey Alexander

Di tahun 2016 & 2017 lalu, Indonesia sempat digemparkan dengan nama Joey Alexander – well, siapa yang nggak kenal dengan pianist muda yang berhasil masuk nominasi Grammy Awards di usianya yang masih sangat belia saat itu?

Dua tahun berturut-turut berhasil masuk nominasi Grammy Awards di umur 13 tahun, Joey Alexander berhasil membawa bangga nama Indonesia ke kancah internasional dengan single debutnya yaitu My Favorite Thing.

Setelah 5 tahun berlalu, gimana kabar Joex Alexander sekarang ya, bro? beranjak menjadi seorang remaja, pastinya udah banyak banget perkembangannya. Denger-denger, Joey juga udah ngerilis 5 album loh!

Di artikel ini, MLDSPOT bakalan mengulik gimana kabar Joey Alexander setelah 5 tahun berlalu dari Grammy Awards dan gimana kesehariannya sekarang. Langung aja selengkapnya simak di bawah ini ya!

Grammy Awards: Bukti Pribadi Joey Rendah Hati

Joey Alexander

Credit image – Liputan6

Di 2016 hingga 2017 lalu, keberhasilan namanya dalam menjadi nominasi di Grammy Awards emang menjadi titik balik dari karir seorang Joey Alexander. Gimana nggak – di usia yang belum genap 13 tahun saat itu, Joey berhasil menjadi musisi termuda yang masuk ke dalam nominasi kategori Jazz dan meraih nominasi dua sekaligus – pertama dari Indonesia!

Joey sendiri mengaku, momen masuk sebagai nominasi dengan pencapaiannya ini – ia nggak berharap banyak untuk menang. Ketika dinominasikan untuk pertama kali, pastinya Joey kaget dan nggak nyangka sama sekali. Tapi ketika pada hari pengumuman dan ternyata nggak menang – Joey nggak berkecil hati, karena baginya inilah hal yang harus dikembangkan olehnya untuk menciptakan karya yang lebih baik lagi.

Dengan keberhasilannya ini, Joey mengatakan bahwa keberhasilannya dalam meraih Grammy Awards ini bukanlah hal yang mudah. Namun ia bersyukur memiliki lingkungan yang supportif – baik menang atau kalah, itu semua hanya menjadi bagian dalam hidupnya untuk menjadi lebih baik dan berkembang.

Musik Jazz bagi Joey Alexander

Awal mula perjalanan musik Joey dimulai dari kecintaan ayahnya dalam bermusik – meskipun nggak secara profesional. Namun sejak bersama ayahnya, kecintaan Joey akan musik pun menjadi tumbuh. Menurut Joey, ketika ia memainkan musik ia merasakan sesuatu yang menyenangkan dalam dirinya tumbuh.

Memulai perjalanan bermusiknya di Bali, Joey mengaku nggak nyangka kalau hidupnya akan menjadi berada dalam lingkup musik – apalagi di genre Jazz. Musik Jazz sendiri bagi Joey punya kekuatan sendiri yang nggak dimiliki oleh genre musik lainnya.

Bagi Joey, musik Jazz seakan punya bahasa tersendiri dalam musik yang bisa menyampaikan pesan serta menyatukan orang yang berbeda dari seluruh dunia – Jazz udah whole different level deh buat Joey!

Dari Bali hingga New York

Joey Alexander

Credit image – Spotify

Seperti yang diketahui, Joey melebarkan sayapnya lebih besar di negeri paman sam – tepatnya New York, dibandingkan di tanah kelahirannya sendiri. Meskipun begitu, Joey tetap Bali spesial tersendiri di dalam hatinya.

Bali dan New York sama-sama membawa inspirasi bagi Joey dalam bermusik, namun kedua tempat ini memiliki sisi yang berbeda dalam diri Joey dalam menciptakan musik. Hal ini dibuktikan dengan 5 album yang telah dirilis oleh Joey.

4 album dengan berbahasa Inggris dan 1 album dengan bahasa Indonesia ini sebenarnya tidak memiliki makna yang spesifik. Karena pada dasarnya dalam menamakan album Joey berdasarkan komposisi asli dari album Live-nya.

Album terakhir Joey – Warna, dibuat untuk menceritakan kepribadian, suara, dan gaya seorang pemusik yang bermain dengannya. Di album terbarunya ini Joey juga mencoba gaya musik dan komposisi yang berbeda. Seakan ingin memberikan warna baru, di album ini Joey mencoba menghadirkan nuansa ‘lokal’ dalam albumnya.

Karier bermusik Joey emang udah nggak perlu diragukan lagi. Bukan cuma Grammy Awards aja, bahkan Joey juga pernah menjadi TED Speaker dalam acara TedX Talk, bro!

Di usia muda dan pencapaian yang dimilikinya ini jadi kisah inspiratif banget buat dikulik ya. Dari Joey kita juga belajar – nggak perlu berpikir panjang untuk mencoba hal baru, yang penting – mulai aja dulu!

 

Feature image - NPR