• Music News
  • Museum "Avicii Experience" Siap Dibuka Tahun 2021

Museum "Avicii Experience" Siap Dibuka Tahun 2021

Wed, 17 June 2020
Avicii dengan snapback hitam dan kaos polos dalam salah satu penampilannya

Museum Avicii Experience ini akan dibuka di Stockholm, Swedia di tahun 2021. Museum ini sengaja dibuat untuk menghormati mendiang DJ asal Swedia ini. Nggak cuma seorang DJ, Avicii yang bernama asli Tim Bergling ini punya sederet prestasi di dunia musik. Sebagai produser, penulis lagu, pencipta lagu dengan sentuhan yang khas dan berkarakter.

Setelah kepergiannya yang terasa mendadak di tahun 2018, para musisi EDM juga beberapa musisi lain sempat memberikan penghormatan dalam konser tribute. Sekarang, penghormatan bagi Bergling berlanjut dengan hadirnya museum ini. Ini dia ulasannya lebih lengkap buat lo yang penasaran bakal seperti apa museum ini nantinya.

 

Museum dengan Pameran Interaktif

Avicii dengan kemeja flanel berada di dalam studio rekaman

Avicii Experience direncanakan akan menjadi museum dengan instalasi serta pameran yang bersifat interaktif. Dibuat dengan mengikuti perjalanan musik dari sang musisi sendiri. Mulai dari membuat musik di kamarnya, hingga jadi DJ yang dikenal dunia.

Sederet momorabilia, video, foto, juga karya musik milik Avicii yang belum pernah dilihat sebelumnya akan disimpan di museum ini. Penggemar dijamin akan melihat proses kreatif Avicii dalam bermusik dengan lebih dekat. Potret kehidupan bermusiknya yang nggak banyak diumbar pada publik bisa dilihat di museum ini.

Aloe Blacc, salah satu penyanyi yang banyak berkolaborasi dengan Avicii juga menyambut positif berita ini. Blacc membenarkan kalau Avicii adalah musisi jenius. Imajinasinya nggak ada batas, punya kemampuan untuk buat orang merasa menyatu dengan musiknya.

 

Tribute bagi DJ Terbaik Sepanjang Masa

Suasana konser tribute Avicii yang semarak dengan lampu dan dipenuhi penggemar

Banyak musisi yang mengenal Avicii, terutama musisi EDM lainnya mengakui bahwa Avicii adalah salah satu DJ terbaik sepanjang masa. Avicii jadi musisi penting yang mempengaruhi industri musik EDM. Blacc juga mengakui bahwa Avicii adalah penulis lagu yang benar-benar handal.

Hadirnya museum ini akan jadi tribute yang membantu penggemar, dan musisi lain yang melihat gaya bermusik Avicii untuk terus terinspirasi. Memiliki banyak sekali penggemar di negara asalnya, sudah membuat kita bisa membayangkan seperti apa antusiasmenya saat akhirnya museum ini dibuka.

 

Penghasilan Museum akan Didonasikan

Avicii mengambil selfie dengan latar belakang pemandangan dari atas gunung

Pophouse Entertainment Group akan menjadi agensi yang bertanggung-jawab untuk set museum Avicii Experience. Museum ini juga akan jadi bagian dari proyek SPACE yang jadi pusat perkembangan musik, gaming, dan digital culture.

Dibuka di pusat kota Stockholm, penghasilan yang dihasilkan oleh museum ini rencananya akan didonasikan pada Tim Bergling Foundation. Foundation yang didirikan juga oleh Ayah dari Avicii ini bergerak pada advokasi kasus bunuh diri dan kesehatan secara global.

Nggak cuma itu, foundation ini juga berkontribusi pada hal-hal yang menjadi perhatian Avicii. Yakni pelestarian lingkungan dan perlindungan satwa langka. Jadi hadirnya museum ini akan menciptakan sangat banyak kontribusi penting dan berarti. Sebagai cara terbaik untuk mengenang sang musisi.

 

 

Sources: Variety, Pitch Fork, Kompas

Rich Brian: DOA - Suasana Baru Dari Rapper Andalan?

Fri, 18 September 2020
Cerita dibalik video musik Rich Brian DOA

Ada suasana segar yang dibawa oleh Rich Brian di album terbarunya, 1999 – di lagu DOA. Beatnya yang dinamis, Brian seperti membawa energi baru di mana para penikmatnya, mungkin dibuat terkejut dengan musik di lagu ini. Lo sudah dengar belum bro?

Dari beberapa lagu yang termasuk di dalam album 1999, DOA menjadi salah satu lagu favoritnya. Dilansir dari tirto – DOA adalah sebuah singkatan dari Dead On Arrival. Brian menceritakan kalau lagu ini adalah tentang persaingan dengan seseorang yang memiliki peluang nol di tempat pertama.

Kalau dari segi musik, melodi yang ada di dalam lagu DOA mengingatkannya kepada salah satu grup kesukaannya, yaitu Gorillaz. Lagu ini adalah lagu yang Brian nyanyikan ketika iya merasa mesti lebih baik daripada sebelumnya secara umum.

 

DOA Jadi Energi Tersendiri Dari Brian

rich brian DOA

Credit Image: cultr.com

Mungkin kalau rapper lain bisa saja meminta mobil Lamborghini, Ferrari atau mobil sport lainnya – tapi Brian? Oh my god – dia malah pilih Civic baru. Ini cukup jadi pembeda antara Brian dan rapper lainnya.

Di dalam video musik DOA, diperlihatkan kalau Brian menghabiskan waktunya berada dengan mobilnya. Baik saat dalam perjalanan dan saat mobilnya mogok juga. Tingkah dari Brian sendiri juga menyesuaikan dengan beat dari DOA ini sendiri.

Sehingga di video musik DOA kali ini, Brian terlihat lebih ‘pecicilan’ daripada video musik lainnya. Tidak apa, sih – justru hal ini jadi penyegar dan pembeda serta warna tersendiri dari Brian untuk video musik DOA ini.

Jika ditelisik dari musiknya sendiri, Brian menceritakan kalau DOA berasal dari sesi jamming dirinya, Jacob Ray, dan Diamond Pistols, lalu dengan random Louis Bell juga datang. Brian mengaku ia menjadi penggemar musiknya walau sudah mengenalnya lama dan pada hari itu ia bekerja untuknya.

Selain DOA, di dalam album 1999, setidaknya ada beberapa lagu andalan lainnya seperti ‘Don’t Care’, ‘Love in My Pocket’, ‘Long Run’, ‘When You Come Home’, dan ‘Sins’. Nah selain DOA, ‘Sins’ juga jadi lagu andalan Brian.

Dalam pengerjaan album ini, sebagian besar materi di sini diproduksi sendiri oleh Brian. Namun tetap ada yang ia kerjakan bersama dengan Bekon & The Donuts, Diamond Pistols dan Louis Bell. Dari album 1999, ada video musik yang cukup menarik perhatian, yaitu video musik dari Love in My Pocket.

Brian menceritakan kalau video musik ini jadi favoritnya sementara ini. Video musik dari Love in My Pocket menceritakan tentang bagaimana mencoba menjadi sempurna tidak akan berhasil di sebagian besar waktu.

Bro, apakah lo tahu album 1999 ini adalah album ke berapa dari Brian? Tahun 2019 lalu, Brian merilis albumnya yang berjudul The Sailor, 2018 Head in the Clouds dan ditahun yang sama juga yaitu Amen. Ketenaran Brian berangkat ketika ia mengeluarkan single Dat $tick dan langsung direkrut oleh label 88Rising.

Wah bagaimana nih bro? Dari segala penjelasan di atas – apakah lo sendiri sudah menonton dan menikmati video musik DOA dari Rich Brian? Kalau belum, langsung saja gas dan nonton di sini ya bro!

 

Feature Image – whiteboardjournal.com