Ramengvrl Bener Nggak Bisa Bahasa Inggris? Eh Itu Judul Album Baru Doi! - MLDSPOT
  • Music News
  • Ramengvrl Bener Nggak Bisa Bahasa Inggris? Eh Itu Judul Album Baru Doi!

Ramengvrl Bener Nggak Bisa Bahasa Inggris? Eh Itu Judul Album Baru Doi!

Tue, 03 November 2020
Can't Speak English jadi album perdana Ramengvrl bersama EMPIRE di Amerika Serikat!

Ini Ramengvrl beneran nggak bisa bahasa Inggris, ya?

Well, sepertinya itu tidak mungkin, bro. Secara berbagai lagu yang sudah dia rilis, rata-rata berbahasa Inggris semua. Lalu, mengapa ada fotonya yang sedang memegang tulisan Can’t Speak English? Apakah ini hanya satir saja?

Sebelumnya seperti yang sudah lo ketahui semua kalau Ramengvrl beberapa waktu lalu merilis dua single. Vaselina dan Look At Me Now, dua single tersebut berkemungkinan besar bakal masuk ke dalam album barunya nanti.

Kabar dari Ramengvrl ini cukup membanggakan banyak orang, lho. Beberapa waktu lalu juga, ia mengumumkan kalau dirinya masuk ke dalam label rekaman baru di Amerika Serikat, EMPIRE – di mana sekarang, Ramengvrl satu payung bersama banyak musisi dunia.

Hal ini jelas jadi gerbang besar buat dirinya untuk terus berkembang di dunia musik hip-hop, rap dan sebagainya. Terus apa hubungannya bahasan kali ini dengan fotonya yang sedang memegang tulisan Can’t Speak English?

Jelas ada bro, di bahasan kali ini – bakal mengupas bagaimana Ramengvrl mengisyaratkan bakal merilis album terbarunya di akhir tahun 2020 nanti. Yap, betul bro – nama album perdananya dengan label EMPIRE adalah Can’t Speak English.

 

Album Pertama Dengan EMPIRE

Can't Speak English jadi album perdana Ramengvrl bersama EMPIRE di Amerika Serikat!

Credit Image: modelemagazine.co.uk

Menarik juga nih nama album dari Ramengvrl bersama EMPIRE adalah Can’t Speak English. Tentu lo penasaran mengapa ia menamakan albumnya seperti itu. Perlu lo ketahui nih bro kalau nama tersebut berasal dari perasaannya ketika ia datang ke Amerika.

Ramengvrl bilang kalau ide judul Can’t Speak English adalah perasaannya ketika dikelilingi oleh orang-orang native berbahasa Inggris di mana hal tersebut membuatnya sedikit gugup. Well, dipikir ia benar-benar tidak bisa bahasa Inggris?

Nope, Ramengvrl sangat fasih berbahasa Inggris dan nama album ini sepertinya memuat pesan satir yang mau ia sampaikan ke banyak orang. Menurut lo, pesan satir seperti apa nih yang bakal dia sampaikan ke banyak orang?

 

Soul Dari Album Can’t Speak English

Can't Speak English jadi album perdana Ramengvrl bersama EMPIRE di Amerika Serikat!

Credit Image: ussfeed.com

Dilansir dari USSFEED – Ramengvrl bercerita kalau album ini berisikan cerita tentang dirinya, tentang segala perjalanan karirnya dan perasaan yang ia miliki dan semuanya yang ia rasakan. Ramengvrl semangat sekali untuk menceritakan segalanya di album ini.

Jika dilihat dari soul album Ramengvrl yang satu ini, ia seperti menyematkan pesan bagaimana pentingnya kerja keras dan memiliki ketekunan. Ramengvrl juga membawa harapan berdasarkan pengalaman pribadinya.

Apa pengalaman pribadi dari Ramengvrl yang mau ia ceritakan? Bro, perlu lo ketahui kalau ia berasal dari keluarga yang konservatif. Artinya, ia berasal dari kalangan keluarga yang mayoritas anggotanya adalah pegawai kantoran.

Sebelumnya Ramengvrl juga berasal dari pegawai kantoran, sampai akhirnya ia merasa di tempat itu bukanlah dirinya sama sekali. Akhirnya, ia memberanikan diri untuk keluar dari zona tersebut dan mulai melakukan apa yang ia sukai, seperti sekarang ini.

Well, bukan berarti tanpa halangan dan rintangan, bro – Ramengvrl sempat menerima banyak sekali tentangan sampai larangan dan bahkan keragu-raguan yang dilemparkan ke dirinya. But, she is tough dan akhirnya ia membuktikan semuanya itu sampai ke Amerika, masuk ke EMPIRE – dan rilis album perdana. Hebat? Pasti. She is one of our inspiring people!

 

Proses Produksi Album Can’t Speak English

Album perdana Ramengvrl diproduseri berbagai produser ternama seperti Roark Balley, Omega, Swede of 808 Mafia, Cassius Jay, Max Ant, SIHK, Joff Wood sampai Gerald dan Mardial. Jadi penasaran kan bagaimana musik di album tersebut?

Kurang lebih album ini akan berisikan 10 lagu yang beberapa di antaranya juga hasil kolaborasi antara beberapa rapper dari mancanegara. Dilansir dari situs yang sama, album ini bakal menampilkan keberagaman musikalitas yang luar biasa.

Sekarang tinggal ditunggu saja nih karya dari Ramengvrl bersama EMPIRE di Amerika Serikat! Gue juga sudah penasaran bagaimana karya itu bro!

 

Feature Image – jalurmusik.id

Menikmati Musik Jazz dari Waktu ke Waktu

Tue, 23 February 2021
Musik Jazz

Kalau berbicara soal musik jazz, sepertinya nggak akan ada habisnya. Udah ada sejak lama, jazz merupakan salah satu genre musik yang cukup populer banyak kalangan. Perkembangannya pun terbilang cukup menarik – kini, jazz tak hanya sekedar musik lantai dansa, tapi musik yang makin berjaya dari masa ke masa.

Nggak melulu hanya dinikmati oleh kalangan dewasa, tetapi kini para anak muda pun semakin keranjingan dengan aliran musik ini. Well, apakah lo juga termasuk pecinta musik jazz, bro? Perlu diakui, genre musik ini memang timeless – alias nggak ada matinya!

Meski popularitasnya semakin meninggi, bahkan nggak sedikit musisi jazz yang semakin bermunculan. Tetapi, perjalanan genre musik ini, lebih tepatnya di Indonesia – telah melalui perjalanan yang panjang, lho. Dari populer, sempat meredup, hingga kembali diminati.

Nah, tanpa perlu basa basi – berikut ini ulasan mengenai perjalanan musik jazz dari waktu ke waktu yang wajib lo simak, bro!

 

Tahun 1919, Jadi Tahun Awal Masuknya Musik Jazz ke Indonesia

Musik Jazz

Credit Image - k-state.edu

Perjalanan panjang musik jazz di Indonesia, diawali dengan masuknya genre musik ini di tahun 1919. Melalui piringan hitam dari The American Jazz Band, masyarakat mulai mengenal dan menggandrungi musik jazz. Bahkan, ternyata The American Jazz Band pun merupakan musisi jazz pertama yang pernah datang ke tanah air, lho.

Berlanjut ke tahun 1950an – popularitas musik jazz semakin memuncak. Di tahun ini aliran musik jazz juga mengalami perkembangan yang cukup pesat. Perjalanan nggak selalu mulus, popularitas musik jazz pun pernah mengalami pasang surut.

Mulai dari sempat mengalami penurunan popularitas dalam beberapa dekade, hingga kini tetap berjaya dan semakin diminati oleh para kalangan. Perjalanan musik jazz dari waktu ke waktu – memang menjadi kisah unik yang patut ditunggu.

 

Pasang Surut Perjalanan Musik Jazz di Indonesia

Musik Jazz

Credit Image - goodnewsfromindonesia.id

Selayaknya genre musik lainnya, perjalanan musik jazz di Indonesia pun pernah mengalami pasang surut popularitas. Berawal di tahun 1950an – dimana jadi puncak berjayanya musik jazz. Thanks to grup Chen Brothers yang punya peran besar terhadap perkembangan musik tersebut.

Nggak hanya melahirkan sejumlah klub dan festival musik jazz saja, tetapi Chen Brothers juga berhasil mendongkrak popularitas aliran jazz di masyarakat luas – berkat salah satu additional players dari band tersebut, Jack Lesmana yang merambah ke dunia televisi untuk mengenalkan musik jazz.

Setelah sempat meredup, musik jazz berhasil berjaya kembali di tahun 1980 hingga 1990an. Pada tahun yang sama, deretan musisi ternama – mulai dari Elfa Secoria, Benny Likumahuwa, hingga Ireng Maulana berhasil menghadirkan musik jazz yang dapat dinikmati para kalangan muda. Di tahun tersebut – musik jazz sering diputar di lantai dansa.

Masih di tahun yang sama, yaitu 1980an – mengikuti jejak sang ayah, Indra Lesmana membantuk band jazz Krakatau yang jadi idola para remaja di masa tersebut. Diiringi dengan kehadiran Dwiki Darmawan dan Gilang Ramadhan – yang membuat musik jazz makin digandrungi.

Popularitas musik jazz semakin memuncak ketika dibentuknya Institut Musik Indonesia dan Sekolah Musik Indonesia – kedua tempat tersebut dianggap sebagai pencetak musisi jazz terbaik di Indonesia, lho!

Harus kembali mengalami surutnya popularitas, di tahun 1990an peminat musik jazz kembali menurun. Kedatangan berbagai genre musik lain, mulai dari elektro pop, dance, dan melayu – membuat musik jazz dianggap sebagai aliran musik membosankan, musik tua, hingga bikin ngantuk!

Badai pasti berlalu – begitu pula dengan perjalanan musik jazz di Indonesia. Di akhir tahun 90, musisi Syaharani hadir dengan album ‘What a Wonderful World’ bersama Bubu Chen, Benny Likumahuwa, Sutrisno, Oele Pattiselano, dan Cendi Luntungan. Album inilah yang akhirnya mengantarkan musik jazz ke era yang lebih modern.

 

Tahun 2000-Hingga Kini: Masa Kejayaan Musik JazzMusik Jazz

Credit Image - indonesia.travel

Jadi momen terbaik untuk perjalanan musik jazz, di tahun 2000an – deretan musisi jazz kembali bermunculan. Andien, Tompi, Maliq & D`Essentials, Raisa, dan Tulus berhasil membawa kembali musik jazz di Indonesia. Di saat yang bersamaan pula, berbagai festival musik, seperti Java Jazz dan Ngayogjazz pun ikut membantu mengangkat popularitas genre musik tersebut.

Masih terus populer hingga saat ini – tetapi kini, musik jazz punya sentuhan yang berbeda. Jika di tahun 2000an aliran jazz berfokus pada bagaimana musik tersebut dapat dinikmati semua usia dan kalangan. Namun, tidak di era ini.

Kini, musik jazz di Indonesia semakin mengalami perubahan – dan tentu saja peningkatan popularitas berkat Kunto Aji dan Ardhito Pramono yang berhasil mengubah pandangan musik jazz. Dari yang dianggap sebagai musik membosankan, kedua musisi ini seolah mengantarkan musik jazz ke sisi yang anti-mainstream, yaitu indie.

Kunto Aji dan Ardhito Pramono menghadirkan musik jazz yang berpadu dengan genre lainnya. Bahkan, Ardhito Pramono berhasil memadukan musik jazz dengan unsur pop-indie – yang belum pernah dilakukan oleh musisi di era sebelumnya.

Perkembangan musik jazz dari waktu ke waktu ini memang menjadi bukti bahwa aliran jazz dapat menjadi the new “pop”, termasuk di Indonesia. Di masa yang mendatang, lo bisa pastikan bahwa perkembangan jazz di tanah air akan semakin pesat.

 

Featured Image - interactive.wttw.com