• Music News
  • Sheila Dara, Donne Maula, dan Keberhasilan Lagu Kolaborasi Mereka

Sheila Dara, Donne Maula, dan Keberhasilan Lagu Kolaborasi Mereka

Wed, 24 June 2020
Donne berdiri di belakang Sheila dalam sesi foto untuk lagu kolaborasi mereka, keduanya mengenakan baju bewarna putih

Keputusan Donne Maula buat menggandeng Sheila Dara dalam sebuah proyek kolaborasi adalah pilihan yang tepat. Setelah rilis di tanggal 6 Maret 2020, “Tak Terima” sudah didengarkan secara streaming sebanyak 700ribu kali di Spotify. Angka tersebut menjadikan Tak Terima lagu paling populer milik Donne Maula. Lagu kolaborasi ini juga menjadikan Donne dan Sheila kolaborasi terbaik di antara banyak kolaborasi lain yang hadir di tahun 2020 ini. Keduanya juga sempat manggung di panggung Intimate Sound dalam Instagram live MLDSPOT.

 

Tak Terima

Donne dan Sheila berpose bersisian dengan mata tertutup

Tak Terima bercerita tentang sulitnya seseorang bersikap jujur dalam sebuah hubungan karena enggan menyakiti satu sama lain. Dalam lagu ini, Donne berpandangan bahwa seseorang cenderung memilih untuk saling memberi maaf dan mengikhlaskan sesuatu daripada menjaga kejujuran atau menagih kejujuran itu sendiri.

Lagu ini dibuka dengan suara petikan gitar yang kemudian disambut dengan harmoni suara keduanya. Kombinasi suara tipis Sheila dan suara berat Donne juga berhasil membangun mood tenang dalam lagu ini. Sementara untuk genre, Donne masih bermain di genre pop.

 

Sheila Berhasil Menghadirkan Nuansa Baru

Sheila berpose di depan Donne dengan turtleneck warna oranye tua

Tak Terima adalah karya kedua Donne Maula. Sebelumnya di pertengahan Juli 2019, single pertama miliknya yang berjudul “Menari Sampai Tua” juga telah rilis. Dibanding Tak Terima, Menari Sampai Tua terdengar lebih ceria karena ada banyak instrumen musik yang digunakan dalam lagu tersebut. Itu sebabnya kehadiran Sheila dalam lagu Tak Terima memberikan nuansa baru dari karya Donne sebelumnya.

Suara lembut milik Sheila berhasil membuat inti pesan dari lagu ini juga tersampaikan dengan baik. Menurut Donne, Sheila berhasil menghadirkan kesan yang polos sekaligus manis untuk lagu ini, menjadikan Tak Terima menjadi lagu yang jujur dan layak dinikmati oleh pencinta musik Indonesia.

 

Diproduseri Sendiri oleh Donne

Donne dan Sheila berpose dengan gaya busana minimalis berwarna beige 

Jika di single pertamanya Donne melibatkan Iwan Popo, produser musik yang terlibat pada lagu-lagu Yura Yunita dan Sivia sebagai produser, di single keduanya ini Donne memilih untuk memproduseri musiknya sendiri. Selain menjadi produser, Donne juga menulis lirik Tak Terima sendiri.

Banyak tantangan yang dihadapi kedua penyanyi ini dalam proses pembuatan Tak Terima. Apalagi, Donne dan Sheila menggarap lagu Tak Terima dari jarak jauh dan nggak bertemu secara langsung. Beberapa hari sebelum jadwal rilis single kolaborasi ini, Sheila juga sempat sakit. Namun untungnya hal ini nggak berlangsung lama. Tak Terima akhirnya tetap bisa dirilis dan didengar penggemar sesuai dengan tanggal yang sudah ditetapkan.

Setelah melakukan proyek kolaborasi bersama Sheila Dara, tanggal 12 Juni lalu Donne kembali merilis single kolaborasi. Kali ini Donne bekerja sama dengan Marchella FP menghasilkan karya “Nanti Kita Pergi Yang Jauh Ya”. Nggak hanya kolaborasi suara, Marchella juga terlibat dalam proses penulisan lirik lagu ini. Kalau dilihat dari sini, bukan nggak mungkin Donne akan hadir dengan proyek kolaborasi lainnya di masa depan. Kita tunggu saja ya, Bro!

 

 

 

Sources: TirtoID, AntaraNews, UrbanAsia

Konsep Retro, Vintage, dan Pesona Prancis di Setiap Melodi Vira Talisa

Tue, 14 July 2020
Vira Talisa dengan tampilan rambut updo sedang bercermin, mengenakan blouse putih dengan garis abu dan kuning

Cantik, unik, dan bertalenta, Vira Talisa membawa angin segar bagi musik Indonesia, terkhusus dalam musik indie. Dara kelahiran Jakarta yang satu ini ternyata merupakan lulusan Visual Art dari Universitas Rennes, Prancis.

Selama 4 tahun menimba ilmu di negara asing, selepasnya Vira memutuskan untuk fokus bermusik. Baru saja merilis album terbaru “Primavera”, Vira Talisa siap untuk memanjakan telinga pendengar #MumpungLagiDirumah dengan lantunan lagu retro-pop yang manis.

 

Berawal dari Visual Art hingga Bermusik

Vira Talisa menyanyi dengan mic, mengenakan kemeja biru dan topi berwarna orange

Seni dan bermusik merupakan dua hobi seorang Vira Talisa. Sempat terpikir untuk mengambil jurusan musik, namun niat tersebut diurungkan karena takut malah membuat musik jadi terasa seperti “pekerjaan” yang nggak lagi bisa dinikmati dengan santai.

Walau memang seni dan musik merupakan dua hal yang berbeda, Vira merasa justru pengalamannya saat berkuliah menjadi bekal untuk ia menjadi penyanyi, sekaligus mendorongnya untuk benar-benar menggeluti musik. Menggeluti seni secara akademis, dan musik di luar aktivitas akademisnya membuat Vira merasa kedua jalan hidupnya tersebut selaras.

 

Prancis dan Setiap Kenangan di Sana

Salah satu cover single Vira Talisa, mengenakan straw hat dan sarung tangan kulit berwarna hitam

Kalau berbicara soal negara Prancis, pasti yang ada di benak lo adalah suasana romantis di sepanjang sungai Seine dan gemerlap menara Eiffel. Itu juga suasana yang ingin diciptakan oleh Vira lewat musik-musiknya, termasuk juga album terbarunya bertajuk Primavera yang berarti musim semi. Selama Vira berada di Prancis, ia juga masuk ke dalam komunitas dan pertemanan yang memiliki minat musik yang serupa.

Vira merasa klik dengan referensi musik retro-pop yang didapatkannya selama di Prancis. Begitu pula dengan hasil belajar yang ia tekuni di Prancis. Meski mengambil jurusan Visual Art, nyatanya di dalamnya juga mencakup bidang sastra dan film, di mana akhirnya Vira juga mampu mengasah pemahamannya akan musik sebagai salah satu komponen film.

 

Terinspirasi dari The Beach Boys dan Soundtrack Film Klasik

Vira Talisa sedang duduk di sofa sambil menulis di buku berwarna orange

Kiprah bermusik Vira benar-benar dimulai sejak nol, berawal dari sekadar meng-upload hasil cover lagu di platform Soundcloud. Hingga akhirnya, Vira pun berhasil merilis album self-titled di tahun 2016. The Beach Boys menjadi salah satu panutan Vira dalam bermusik dan musisi yang memperkenalkan Vira ke musik dengan genre retro.

Nggak hanya The Beach Boys saja, Vira juga jatuh cinta dengan konsep vintage dan genre pop-retro melalui soundtrack film garapan Jean-Luc Godard, seperti “Singing in the Rain”. Film-film klasik di era 30-an dan 60-an menjadi inspirasi bagi musikalitas Vira Talisa.

 

Dukungan Manis dari Orang Tercinta

Vira Talisa menyanyi di atas panggung dengan dress hitam

Dibesarkan di keluarga pencinta musik, Vira Talisa ternyata masih memiliki hubungan keluarga dengan legenda musik Eyang Titiek Puspa. Keluarganya sering mendengarkan lagu-lagu karya Everly Brothers dan The Beatles yang membuat Vira sebagai sosok old soul dengan kemampuan bermusik yang nggak perlu diragukan lagi.

Dalam album Primavera yang berisikan delapan lagu, ada satu lagu berjudul “He’s Got Me Singing Again” yang menceritakan sosok sang kekasih, Radityo Joko Bramantyo. Bagi Vira menulis lirik dan menggarap musik itu adalah ekspresi paling jujur yang bisa dimiliki seseorang. Sekarang, album Primavera sudah bisa didengarkan di berbagai platform streaming. Vira juga sedang fokus untuk merilis album fisik dan tetap melahirkan tembang-tembang retro-pop.

 

 

 

Sources: Medcom.id, CNN Indonesia, Liputan 6.