Single Terbaru The Panturas Jadi Pemanasan Sebelum Album ke 2 Nanti! - MLDSPOT
  • Music News
  • Single Terbaru The Panturas Jadi Pemanasan Sebelum Album ke 2 Nanti!

Single Terbaru The Panturas Jadi Pemanasan Sebelum Album ke 2 Nanti!

Wed, 18 November 2020
Balada Semburan Naga jadi judul single terbaru The Panturas sebelum rilis album kedua nanti di 2021. Sudah ada yang dengar, bro?

Nyeleneh tapi asyik dan seru – mungkin deretan kata itu yang bisa menggambarkan The Panturas. Bagaimana nggak bro – menyongsong album kedua mereka nanti, sekarang ini mereka rilis single baru berjudul ‘Balada Semburan Naga’.

Jadi band dengan genre yang tidak begitu biasa – surf rock – The Panturas rilis single baru yang jadi pemanasan sebelum album kedua mereka rilis di 2021 mendatang. Dari judul single baru ini, pasti lo penasaran sih sama musik dan cerita dibalik lagu tersebut.

Dilansir dari USSFEED – masih dengan konsisten, The Panturas dengan identitas surf rock yang mereka bawa, The Panturas menghadirkan nuansa Betawi dan instrument ala Mandarin. Well, kebayang nggak tuh bagaimana musik dan liriknya?

Dengan identitas seperti itu, The Panturas jadi warna yang beda di industri musik Indonesia. Genre itu termasuk yang segar di sini, jadi The Panturas selalu dengan mudah mendapatkan perhatian bagi para penikmat musik lokal.

Bro, paham kok kalau lo sekarang sudah penasaran dengan single terbaru atau lagu baru dari The Panturas. Daripada lo penasaran dan menebak-nebak sendiri bagaimana lagunya, sila simak bahasan kali ini sampai habis ya!

 

Kenapa Balada Semburan Naga?

Balada Semburan Naga jadi judul single terbaru The Panturas sebelum rilis album kedua nanti di 2021. Sudah ada yang dengar, bro?

Credit Image: beritabaik.id

 

Balada Semburan Naga jadi judul single terbaru The Panturas sebelum rilis album kedua nanti di 2021. Sudah ada yang dengar, bro?

Credit Image: jpnn.com

Paham sih kalau The Panturas suka sekali sama yang aneh-aneh atau nyeleneh. Tapi buat single atau lagu terbaru dari mereka yang satu ini, kenapa judulnya Balada Semburan Naga ya? Nah buat lo yang penasaran, perlu lo ketahui kalau lagu ini, benang merahnya menceritakan soal sebuah konflik klasik.

Konflik klasik itu adalah perbedaan kelas antar dua insan dari analogi tokoh fiksi Tionghoa. Makanya, ada seekor naga dibawa-bawa di judul lagu ini – kurang lebih merepresentasikan budaya atau analogi tersebut.

Percaya atau nggak – untuk melengkapi ‘budaya’ yang melebur di dalam lagu serta musik di single tersebut, The Panturas juga memasukan beberapa elemen mengagetkan seperti celotehan nyablak khas Betawi dan beberapa sentuhan musik khas Mandarin.

Kalau dari Kuya, drummer dari The Panturas – ia mengatakan kalau single terbaru ini nanti merepresentasikan juga album kedua The Panturas seperti apa. Konsep album kedua nanti bakal seperti sebuah kapal yang berisikan banyak orang dengan budaya yang berbeda-beda.

Ada yang dari Tiongkok, Jepang, Arab, Eropa sampai Amerika – yang melebur jadi satu dengan segala cerita dan permasalahan yang dimiliki. Album kedua ini bakal jadi warna yang cukup beda daripada yang lain sih bro.

Mengejutkannya lagi – di single atau lagu terbaru dari The Panturas ini melibatkan juga Adipati ‘The Kuda’ sebagai kolaborator untuk menyumbangkan suaranya. Adipati bakal berperan sebagai seorang ayah yang galak. Hal ini dikarenakan oleh adanya perbincangan dua orang dengan iringan musik dan lagu tersebut.

Kemudia, ada Lafa Pratomo yang hadir juga sebagai produser dari lagu Balada Semburan Naga ini. Kolaborasi ini juga menjadi sebuah karya dadakan yang sebenarnya belum tahu mau jadi seperti apa. Alhasil mereka menguliknya di ruang rekaman.

Ada kata-kata yang keluar dari Adipati nanti seperti ini bro: “Ih anak muda, gaji mepet UMR aja banyak gaya, mending ama anak Pak Wijaya, rumah ada, mobil punya, orang tua jelas bibit bebet bobotnya”. Konflik kelas banget ini bro!

Wah bagaimana nih bro? Dari segala penjelasan yang ada di atas – apakah lo sudah makin penasaran dengan lagunya The Panturas yang baru yaitu Balada Semburan Naga? Kalau iya, langsung saja coba lo dengarkan di bawah ini bro!

 

Feature Image – cnnindonesia.com

Menikmati Musik Jazz dari Waktu ke Waktu

Tue, 23 February 2021
Musik Jazz

Kalau berbicara soal musik jazz, sepertinya nggak akan ada habisnya. Udah ada sejak lama, jazz merupakan salah satu genre musik yang cukup populer banyak kalangan. Perkembangannya pun terbilang cukup menarik – kini, jazz tak hanya sekedar musik lantai dansa, tapi musik yang makin berjaya dari masa ke masa.

Nggak melulu hanya dinikmati oleh kalangan dewasa, tetapi kini para anak muda pun semakin keranjingan dengan aliran musik ini. Well, apakah lo juga termasuk pecinta musik jazz, bro? Perlu diakui, genre musik ini memang timeless – alias nggak ada matinya!

Meski popularitasnya semakin meninggi, bahkan nggak sedikit musisi jazz yang semakin bermunculan. Tetapi, perjalanan genre musik ini, lebih tepatnya di Indonesia – telah melalui perjalanan yang panjang, lho. Dari populer, sempat meredup, hingga kembali diminati.

Nah, tanpa perlu basa basi – berikut ini ulasan mengenai perjalanan musik jazz dari waktu ke waktu yang wajib lo simak, bro!

 

Tahun 1919, Jadi Tahun Awal Masuknya Musik Jazz ke Indonesia

Musik Jazz

Credit Image - k-state.edu

Perjalanan panjang musik jazz di Indonesia, diawali dengan masuknya genre musik ini di tahun 1919. Melalui piringan hitam dari The American Jazz Band, masyarakat mulai mengenal dan menggandrungi musik jazz. Bahkan, ternyata The American Jazz Band pun merupakan musisi jazz pertama yang pernah datang ke tanah air, lho.

Berlanjut ke tahun 1950an – popularitas musik jazz semakin memuncak. Di tahun ini aliran musik jazz juga mengalami perkembangan yang cukup pesat. Perjalanan nggak selalu mulus, popularitas musik jazz pun pernah mengalami pasang surut.

Mulai dari sempat mengalami penurunan popularitas dalam beberapa dekade, hingga kini tetap berjaya dan semakin diminati oleh para kalangan. Perjalanan musik jazz dari waktu ke waktu – memang menjadi kisah unik yang patut ditunggu.

 

Pasang Surut Perjalanan Musik Jazz di Indonesia

Musik Jazz

Credit Image - goodnewsfromindonesia.id

Selayaknya genre musik lainnya, perjalanan musik jazz di Indonesia pun pernah mengalami pasang surut popularitas. Berawal di tahun 1950an – dimana jadi puncak berjayanya musik jazz. Thanks to grup Chen Brothers yang punya peran besar terhadap perkembangan musik tersebut.

Nggak hanya melahirkan sejumlah klub dan festival musik jazz saja, tetapi Chen Brothers juga berhasil mendongkrak popularitas aliran jazz di masyarakat luas – berkat salah satu additional players dari band tersebut, Jack Lesmana yang merambah ke dunia televisi untuk mengenalkan musik jazz.

Setelah sempat meredup, musik jazz berhasil berjaya kembali di tahun 1980 hingga 1990an. Pada tahun yang sama, deretan musisi ternama – mulai dari Elfa Secoria, Benny Likumahuwa, hingga Ireng Maulana berhasil menghadirkan musik jazz yang dapat dinikmati para kalangan muda. Di tahun tersebut – musik jazz sering diputar di lantai dansa.

Masih di tahun yang sama, yaitu 1980an – mengikuti jejak sang ayah, Indra Lesmana membantuk band jazz Krakatau yang jadi idola para remaja di masa tersebut. Diiringi dengan kehadiran Dwiki Darmawan dan Gilang Ramadhan – yang membuat musik jazz makin digandrungi.

Popularitas musik jazz semakin memuncak ketika dibentuknya Institut Musik Indonesia dan Sekolah Musik Indonesia – kedua tempat tersebut dianggap sebagai pencetak musisi jazz terbaik di Indonesia, lho!

Harus kembali mengalami surutnya popularitas, di tahun 1990an peminat musik jazz kembali menurun. Kedatangan berbagai genre musik lain, mulai dari elektro pop, dance, dan melayu – membuat musik jazz dianggap sebagai aliran musik membosankan, musik tua, hingga bikin ngantuk!

Badai pasti berlalu – begitu pula dengan perjalanan musik jazz di Indonesia. Di akhir tahun 90, musisi Syaharani hadir dengan album ‘What a Wonderful World’ bersama Bubu Chen, Benny Likumahuwa, Sutrisno, Oele Pattiselano, dan Cendi Luntungan. Album inilah yang akhirnya mengantarkan musik jazz ke era yang lebih modern.

 

Tahun 2000-Hingga Kini: Masa Kejayaan Musik JazzMusik Jazz

Credit Image - indonesia.travel

Jadi momen terbaik untuk perjalanan musik jazz, di tahun 2000an – deretan musisi jazz kembali bermunculan. Andien, Tompi, Maliq & D`Essentials, Raisa, dan Tulus berhasil membawa kembali musik jazz di Indonesia. Di saat yang bersamaan pula, berbagai festival musik, seperti Java Jazz dan Ngayogjazz pun ikut membantu mengangkat popularitas genre musik tersebut.

Masih terus populer hingga saat ini – tetapi kini, musik jazz punya sentuhan yang berbeda. Jika di tahun 2000an aliran jazz berfokus pada bagaimana musik tersebut dapat dinikmati semua usia dan kalangan. Namun, tidak di era ini.

Kini, musik jazz di Indonesia semakin mengalami perubahan – dan tentu saja peningkatan popularitas berkat Kunto Aji dan Ardhito Pramono yang berhasil mengubah pandangan musik jazz. Dari yang dianggap sebagai musik membosankan, kedua musisi ini seolah mengantarkan musik jazz ke sisi yang anti-mainstream, yaitu indie.

Kunto Aji dan Ardhito Pramono menghadirkan musik jazz yang berpadu dengan genre lainnya. Bahkan, Ardhito Pramono berhasil memadukan musik jazz dengan unsur pop-indie – yang belum pernah dilakukan oleh musisi di era sebelumnya.

Perkembangan musik jazz dari waktu ke waktu ini memang menjadi bukti bahwa aliran jazz dapat menjadi the new “pop”, termasuk di Indonesia. Di masa yang mendatang, lo bisa pastikan bahwa perkembangan jazz di tanah air akan semakin pesat.

 

Featured Image - interactive.wttw.com