Galabby: Cuma Ingin Menghibur

Thu, 19 March 2020
Cuma Ingin Menghibur

Kisah Galabby untuk sampai ke hari ini, tidaklah mudah. Sebagai seorang penghibur, ia telah mencoba berbagai macam upaya hingga akhirnya berlabuh pada sebuah keputusan bulat untuk memainkan musik bernuansa Broadway, sesuatu yang asing untuk publik musik Indonesia.
“Ini nggak demi cuan sih. Gue lebih seneng untuk menghibur diri sendiri, sama menghibur orang lain,” katanya di salah satu bagian MLDPODCAST yang menampilkan sesi ngobrolnya dengan Reza Alqadri.

Berangkat dari titik menghibur diri sendiri, menjadi awalan yang sesungguhnya membuat semua terlihat mudah. Meski sebenarnya, seperti sudah disinggung di awal tadi, bahwa perjalanannya sama sekali tidak mudah.
Sebelum menekuni karir sebagai seorang penyanyi yang fokus di musik Broadway, Galabby pernah mencoba berbagai profesi. Mulai dari presenter acara horor hingga figuran di pertandingan tinju.

Perjalanan yang tidak sederhana itu kemudian membawanya kembali ke akar, sesuatu yang ia sukai dan cintai; bernyanyi. Jalan yang tidak mudah itu, juga tidak dibuat lebih mulus dengan berbagai macam komentar yang menyertainya. Kendati sudah berusaha cuek, tapi semuanya pun masih perlu dihadapi dengan kepala tegak.
“Beberapa kali gue pengen, ‘udah ah’. Beberapa kali, ‘kayaknya gue nggak mungkin ada di sini nih’. Cuma kan kita nggak bisa paksa orang buat suka sama kita," katanya lagi.

Dengan berjalan terus, kini kita bisa mengenal Galabby yang begitu menghibur. Single ‘Jangan Takut Gendut’, misalnya. Lagu yang begitu membuai ini, ternyata punya pesan yang begitu membangun; untuk membuat orang memperjuangkan keinginannya. Dengan kacamata takut gendut yang dimiliki oleh banyak orang di dunia modern, ia berhasil membalik kisah sekaligus memberi garansi bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Dari situ, niatnya untuk menghibur menemukan jawaban. “Semua orang setiap kali makan siang, ngetagnya ke gue,” ceritanya tentang efek yang kemudian selalu mengikutinya sampai hari ini. (*)

MLDJAZZPROJECT Season 4 Yang Terus Bertumbuh

Mon, 30 March 2020
Cerita menarik tentang MLD Jazz Project, seolah terus berlanjut

Cerita menarik tentang MLDJAZZPROJECT Season 4, seolah terus berlanjut. Generasi keempat yang beranggotakan Puspallia Panggabean (vokal), Yosua Sondakh (gitar), Hafiz Aga (bass), Anggi Harahap (saxophone), Noah Revivalin (piano) dan Timoti Hutagalung (drum), terus bermain bersama dan siap lepas landas.

Setelah menjalani pengalaman main ke banyak festival, memproduksi karya dan kemudian menyusun rencana masa depan dengan tur ke sejumlah kota, masing-masing anggotanya berbagi cerita tentang pandangan mereka akan MLDJAZZPROJECT Season 4, sebuah kontes musik yang memberi kesempatan untuk banyak musisi membawa karir mereka ke level yang lebih tinggi.

Di MLDPODCAST, mereka berbincang-bincang banyak dengan Reza Alqadri.

“Ikut kontes ini life changing banget sih. Ini kayak satu moment yang hanya terjadi sekali seumur hidup,” kata mereka.

Dalam konteks melihat kembali ke belakang, perjalanan masing-masing personil sebagai anggota MLDJAZZPROJECT Season 4, memang berkembang. Seperti sudah kita ketahui bersama, setelah memenangkan kontes ini, mereka dipersatukan dalam sebuah band dan diberi kesempatan untuk unjuk gigi di sejumlah festival. Setelah itu, mereka diberi ruang untuk menulis karya bersama dan memproduksi sebuah album musik. Tidak berhenti di situ, seharusnya, jika tidak ada krisis terkini, mereka menjalani perjalanan ke Jepang untuk melangsungkan tur di beberapa kota di sana.

Satu hal yang juga berkembang adalah chemistry antara masing-masing personil. Pengalaman jalan ke banyak tempat bersama-sama, memang sudah pasti akan membentuk hubungan yang lebih dalam antar masing-masing orang di dalamnya.

“Lebih penting di band tuh bukan soal ‘Oh, nih orang jago.’ Tapi lebih penting kita tahu orang itu ya sebagai manusia. Nggak sebagai musisi doang,” ujar mereka.

Tumbuh bersama, mungkin jadi istilah yang memang benar-benar terjadi dan bisa diaplikasikan dalam kasus mereka.