Home Music Album Mana yang Kurang Tersorot di 2014?

Album Mana yang Kurang Tersorot di 2014?

Monday, January 5, 2015 - 20:04
Bagikan
Facebook Twitter Email

Siapa album pop terbaik sepanjang 2014? Pembahasan ini rasanya tidak akan pernah habis dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Dibalik obrolan panas tentang album pop terbaik di 2014 dan road to Grammy Awards 2015, ada juga obrolan yang lebih seru. Album pop mana sih yang rasanya kurang tersorot banyak oleh media? Urbaners boleh punya jawaban sendiri, tapi ini dia beberapa diantaranya:

Lykke Li, I Never Learn

Melalui elemen  indie pop, alternatif dan elektronik, Lykke Li kembali di tahun 2014 dengan album “I Never Learn”. Sembilan lagu dalam album ini berisikan tentang satu tema, yaitu kehilangan. Lykke Li bahkan mengaku ingin para penikmat lagunya dapat merasakan dan berimajinasi tentang sakitnya hati Lykke Li. Bukan mengajak Urbaners untuk ikut murung, namun mendengar album ini layaknya menonton sebuah pertunjukan tanpa jeda. Bukan hal yang mudah untuk membuat album seperti ini, kan? Salute!

Charli XCX, Sucker

Terinspirasi dengan musik punk, Charli XCX pun mengemas album “Sucker”, dengan gaya yang lebih “liar”. Jika sebelumnya Charli tenar dengan lagu-lagu percintaan, kini Ia berani bicara tentang uang hingga industri musik. Mungkin Urbaners hanya mengingat lagu Boom Clap atau Fancy, tapi coba temukan sisi lain Charli dalam album Sucker ini.

Ed Sheeran, X

Album “X” dari Ed Sheeran terpilih menjadi album yang paling banyak di-streaming di Spotify. Mungkin lebih banyak cewek yang terhanyut oleh lagu-lagu dari Ed Sheeran, namun tak ada salahnya Urbanersuntuk mendengar full untuk album “X” ini. Bisa jadi ada satu atau dua lagu yang bisa Urbaners kuasai di gitar dan mainkan untuk kencan berikutnya?

Lana Del Rey, Ultraviolence

Tahun 2012 memang menjadi tahun emas bagi Lana Del Rey. Album Born To Die dengan kemasan video klip yang berbeda bahkan masuk ke dalam daftar “101 Albums to Hear Before You Die”. Kembali dengan album Ultraviolence di 2014, nama Lana mungkin sulit bersaing dengan nama-nama baru. Namun, rasanya Urbaners perlu memberikan kesempatan sekali untuk mendengar album Utraviolence dan hanyut dalam alunan psychedelic ala Lana Del Rey.

Röyksopp & Robyn, Do It Again

Swedish Pop Princess, itulah sebutan bagi Robyn. Melalui lagu Do It Again, Robyn berkolaborasi dengan musisi elektronik duo Röyksopp. Jika bicara soal elektronik, mungkin Urbaners sudah terbayang alunan lagunya. Namun, dengan suara khas Robyn, lagu ini pun terasa lebih lengkap dan tidak pasaran.

Jessie Ware - Tough Love

Setelah berhasil di single Wildest Moments di tahun 2012, Jessie Ware kembali di 2014 dengan album Tough Love. Penyanyi dan penulis lagu berbakat dari Inggris ini rasanya butuh sorotan lebih akan suara khas dan karya-karyanya.