Menjadi Master Musik a la Werner

Mon, 06 April 2015

Bagi para pencinta musik, terutama musik jazz, nama Kenny Werner pasti udah nggak terdengar asing lagi di telinga. Lebih dari sekedar pianis dan komposer, Werner juga seorang “guru” yang senang membagikan wawasan dan keahliannya dalam bermusik. Hal ini terbukti dari buku yang berjudul “Effortless Mastery: Liberating the Master Musician Within” hasil karyanya. Tapi, seakan nggak ingin terbatas pada hasil karya cetak, Werner kembali membuat inovasi terbaru di awal tahun 2015 ini.

Bersama JazzHeaven.com, Werner merilis video instruksional bertajuk “Effortless Mastery: The 4 Steps—Effective Practice Methods for Natural & Fearless Music Making”. Paket video ini menggambarkan empat tahap dalam mengasah kepekaan musik secara alami. Paket video ini juga dilengkapi dengan “Student Lessons” untuk lima instrumen musik, yaitu trumpet, saksofon, gitar, drum, dan violin. Ditujukan untuk semua tingkat kemahiran, Werner pun menerangkan tiap langkah untuk memainkan instrumen-instrumen tersebut.

Di situs JazzHeaven.com, video instruksional Effortless Mastery dijual dalam tiga macam versi. Pertama, ada “24-hours access online video version” yang dilabeli harga $19.95. Dengan harga perkenalan ini, lo bisa mengakses full-length lesson dan full-length interview selama 24 jam penuh. Kedua, ada “90-day access online video version” yang agak mirip dengan versi video pertama. Hanya aja, versi video yang dapat dibeli dengan $29.95 ini memiliki sedikit keunggulan. Lo bisa mengaksesnya selama 90 hari dan berkesempatan untuk melihat PDF/MP3 extras. Sayangnya, kedua versi ini hanya bisa ditonton dan nggak bisa di-download.

Kalau menginginkan keunggulan yang seutuhnya, lo bisa membeli video Effortless Mastery dalam bentuk DVD. Bermodalkan budget $39.95, lo udah bisa menonton dan mempelajari video instruksional dari Werner sepuas-puasnya, kapan aja dan di mana aja. Versi ketiga ini juga sangat berbeda dari kedua versi sebelumnya karena lo bisa berulang kali menonton video instruksional secara offline.

Banyak orang yang memberikan apresiasi tinggi terhadap video Effortless Mastery. Bahkan, salah seorang pembeli video Effortless Mastery mengaku kalau Kenny Werner bener-bener terasa hadir di dalam rumahnya. Nah, apakah lo sendiri berminat untuk menjadi seorang master dan “memboyong” Kenny Werner ke rumah?

 

 

 

 

Regular Price vs Introduction Price
Saat ini, ketiga versi dari video Effortless Mastery dijual dengan harga perkenalan. Untuk selanjutnya, regular price yang bakal terus berlaku: versi pertama dengan harga $30, versi kedua dengan harga $40, dan versi ketiga dengan harga $50.

 

“Kitab” Para Musisi
Buku “Effortless Mastery: Liberating the Master Musician Within” dianggap sebagai “kitab” atau referensi esensial oleh banyak musisi. Werner menggunakan cerita dan pengalaman bermusiknya untuk menjelaskan materi dalam buku tersebut.

 

Penghargaan untuk Kenny Werner
Sepanjang perjalanan karirnya, Werner udah berhasil mendapatkan berbagai penghargaan di bidang musik. Salah satu penghargaan terbarunya dia dapatkan di Guggenheim Fellowship Award untuk CD “No Beginning No End” pada tahun 2010.

 

Pecinta Musik Wajib Datangi Museum Musik Indonesia di Malang

Monday, February 17, 2020 - 15:41
: Bagian depan dari Gedung Museum Musik Indonesia

Kota Malang memang menjadi salah satu kota paling populer di Indonesia. Selain memiliki banyak tempat wisata alam yang menarik, di kota ini rupanya juga memiliki museum musik yang wajib didatangi oleh para pecinta musik. Museum Musik Indonesia yang terletak di Jalan Nusakambangan No. 19, Kota Malang ini merupakan satu-satunya museum seni musik yang ada di Indonesia.

 

Punya Banyak Koleksi yang Menarik

Museum Musik di Kota Malang ini memiliki banyak koleksi yang sangat menarik. Sejak tahun 2009 sampai tahun 2018 lalu Museum Musik ini diketahui memiliki lebih dari 26 ribu koleksi yang berhubungan dengan dunia musik. Mulai dari kaset, leaflet, CD, poster, buku musik, piringan hitam, peralatan audio hingga alat musik koleksi dari para musisi. Menariknya, di museum musik ini juga terdapat kostum dari koleksi para musisi.

Koleksi yang ada di Museum Musik ini rupanya sebagian besar didapatkan dari sumbangan masyarakat baik dari Malang ataupun luar Malang. Selain itu, juga terdapat beberapa musisi yang rela turut menyumbangkan barang-barangnya untuk dijadikan koleksi di museum yang satu ini. Sekitar 60 sampai 70 persen dari koleksi yang ada di museum ini berasal dari musisi Tanah Air. Sedangkan sisanya berasal dari musisi luar negeri. Koleksi di museum ini juga terdiri dari cukup banyak genre mulai dari lagu daerah, jazz, pop, rock, latin hingga lagu anak-anak.

 

Baru Diresmikan pada Tahun 2016 Lalu

Meskipun telah memiliki jumlah koleksi yang cukup banyak, Museum Musik ini baru diresmikan pada tahun 19 November 2016 lalu. Peresmian tersebut langsung dihadiri oleh pihak Badan Ekonomi Kreatif Indonesia dan bertempat di Gedung kesenian Gajayana lantai 2 di Jalan Nusakambangan No. 19 Malang.

Museum Musik ini juga telah didaftarkan ke Kementrian Hukum dan Ham. Pemerintah Kota Malang juga telah memberikan izin kepada pengelola museum untuk menempati Gedung Kesenian Gajayana. Jadi Gedung Kesenian Gajayana telah resmi menjadi lokasi dari Museum Musik tersebut. Sebelum menempati gedung tersebut, Museum Musik ini cukup sering berpindah tempat.

Sejarah Berdirinya Museum Musik

Koleksi di museum musik yang tertata rapi di display

 

Sejarah dari Museum Musik ini cukup menarik lho, Urbaners. Berawal dari koleksi yang dimiliki oleh salah satu pendirinya, Hengki Herwanto, kemudian museum ini bisa berkembang menjadi lebih besar. Sejak sekitar tahun 2009 lalu Hengki Herwanto berencana untuk mendirikan Galeri Malang Bernyanyi dan hanya memiliki sekitar 250 koleksi saja. Koleksi yang terdiri dari CD, kaset hingga piringan hitam itu merupakan milik dari Hengki Herwanto dengan teman-temannya.

Kemudian koleksi tersebut disimpan di garasi rumah Hengki Herwanto yang berada di jalan Citarum. Galeri koleksi musik itu pun semakin dikenal luas sehingga pada tahun 2013 mereka memindahkannya di sebuah rumah kontrakan di Griya Santa. Setelah itu, baru di tahun 2016 galeri musik itu pindah ke Gedung Kesenian Gajayana dan resmi disebut sebagai Museum Musik Indonesia.

Itulah sedikit ulasan mengenai Museum Musik Indonesia yang terletak di Malang. Apakah lo berencana untuk mampir ke tempat ini saat berkunjung ke Malang?

 

Sources: jawapos.com, kumparan.com, goodnewsfromindonesia.id