The Cutest Rockstars Ever - MLDSPOT

The Cutest Rockstars Ever

Tue, 28 April 2015

Namanya “The Warning” dan genre yang mereka bawakan adalah rock metal. Penampilan Grup band ini secara viral menyebar di dunia maya sejak mereka meng-cover lagu “Enter Sandman” dari Metallica. Namun, jangan bayangkan kalau grup band ini terdiri dari pria-pria kekar yang bertampang sangar. Sebaliknya, para personil The Warning pantas dinobatkan sebagai “the cutest rockstars ever”.

The Warning adalah grup band yang didirikan oleh tiga gadis bersaudara dari Moterrey, sebuah kota di bagian timur laut Meksiko. Si sulung, Daniela Villarreal (Dany), yang berusia 16 tahun berperan sebagai gitaris dan vokalis utama. Adiknya yang berumur 13 tahun, Paulina (Pau), dipercaya untuk menggebuk drum dan menjadi vokalis. Sedangkan, Alejandra (Ale) mengisi posisi bassist di usianya yang baru menginjak 10 tahun. Berikut adalah salah satu aksi mereka yang terkenal:

Ketiga gadis belia ini udah memulai aksi bermusiknya sejak kecil. Saat Dany berumur lima tahun, kedua orang tuanya mendaftarkan dirinya untuk mengikuti music initiation camp. Setahun kemudian, Dany mulai rutin kursus bermain piano. Seiring berjalannya waktu, sang ayah menawarkan Dany sebuah kesempatan untuk memilih sendiri instrumen musik yang ingin didalaminya. Pilihan Dany pun jatuh pada gitar karena dia sangat menyukai alat musik tersebut.

Tradisi ini kemudian berlanjut kepada kedua adiknya. Pau dan Ale sama-sama memulai kursus bermain piano saat berumur empat tahun. Kemudian, mereka diberi kesempatan untuk memilih instrumen musik yang mereka sukai. Pau memilih drum, sementara Ale lebih memilih bass karena dia begitu terkesan dengan video-video permainan bass di YouTube.

Keyakinan mereka untuk mendalami musik semakin meningkat sejak mereka bertemu dengan Victoria Morales-Kuhne selaku pemilik Victoria Records dan talent manager di sebuah pertunjukan musik. Dua minggu setelah pertemuan itu, The Warning udah menandatangani kontrak dengan Victoria Records dan langsung meluncurkan single bertajuk “Escape the Mind” di iTunes.

Single “Escape the Mind” memang menunjukkan keseriusan The Warning dalam menulis lagu, namun keseriusan mereka ternyata lebih dari itu. The Warning juga berniat untuk pergi ke Berklee College of Music, Boston, di musim panas tahun ini. Untungnya, berkat kesuksesan viral video mereka, The Warning berhasil mengumpulkan dana untuk benar-benar menuju Berklee.

Well, good luck and keep rockin’, young ladies!

 

 

 

 

The Warning’s Idols
Ketiga gadis berbakat ini ternyata sangat mengidolakan Brian May, Neil Peart, dan Chris Wolstenholme. Lebih dari sekedar mengidolakan, mereka juga mengaku kalau mereka ingin menjadi seperti para idolanya ini.

Three Hours Each Day
Tiap harinya, The Warning menghabiskan tiga jam untuk berlatih musik, entah itu memainkan musik sendiri atau meng-cover musik orang lain. Mereka bahkan harus berlatih musik dulu sebelum mengerjakan PR.

Tentang Berklee College of Music
Berklee College of Music merupakan lembaga musik kontemporer independen yang terbesar di dunia. Meski dikenal dengan studi jazz dan musik modern Amerika, namun lembaga ini juga membuka kursus musik di genre lainnya.

Kupas Tuntas Sejarah Gitar dan Perkembangnya

Tue, 13 April 2021
sejarah gitar

Buat lo penggemar musik akustik pasti udah akrab dengan alat musik yang satu ini, gitar. Gitar memang menyimpan ciri khasnya tersendiri ya, bro. Dengan rangkaian senar yang tepat, bisa menghasilkan irama harmonis dan bernada merdu. Para musisi juga mengakui kalo gitar adalah salah satu instrumen yang nggak bisa dihilangkan saat tengah bermain musik.

Alat musik petik ini memang banyak digemari karena gampang dimainkan, namun masih banyak yang belum tau asal usul gitar. Pasalnya, alat musik ini menyimpan sejarah berliku dan mengalami perubahan dari tiap zaman. Biar makin tau sejarah gitar dan perkembangannya, baca tuntas artikel ini ya, bro.

Sejarah Alat Musik Gitar

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Sebenarnya asal usul alat musik petik ini masih menjadi bahan perdebatan bagi sejumlah pengamat musik. Banyak yang meyakini gitar berasal dari negara Spanyol pada abad ke-16 dari guitarra latina, alat musik abad pertengahan dengan desain berlekuk, serta dilengkapi empat senar berpasangan yang bisa menghasilkan bunyi berbeda-beda.

Pada masa itu, gitar hanya memiliki nada dasar, yaitu C – F – A – D’, penyeteman dari empat bagian tengah lute dan vihuela. Gitar abad ke-16 juga memiliki ukuran relatif lebih kecil, serta lubang suara yang belum melebar seperti gitar masa kini.

Selain itu, terdapat empat rangkaian senar yang membentang dari pegbox mirip biola ke jembatan tegangan yang direkatkan ke papan suara, atau belly penopang tarikan langsung dari senar. Di bagian perut gitar terdapat lubang suara melingkar, yang biasanya dihiasi dengan ukiran kayu mawar.

Proses Reinkarnasi yang Panjang

Seiring perkembangan zaman, gitar mengalami banyak perubahan pada instrumennya. Senar kelima ditambahkan sebelum tahun 1600, lalu pada akhir abad ke-18, berjumlah enam senar dengan sistem penyeteman yang masih sangat standar. Dari sinilah, lo bisa mengenal beberapa kunci nada seperti E – A – D – G – B – E’.

Sementara di abad ke-19, sekrup logam diganti dengan pasak penyetelan. Fret awal yang diikat diganti dengan fret gading atau logam bawaan pada abad ke-18. Fingerboard gitar juga dinaikkan sedikit di atas tingkat perut dan dibuat melebar hingga ke tepi lubang suara. Bagian tubuh gitar pun dibuat lebih luas dan lebih dangkal dengan papan suara yang sangat tipis, sehingga menghasilkan peningkatan sonoritas.

Secara internal, batang melintang yang memperkuat papan suara diganti dengan batang radial yang menyebar di bawah lubang suara. Pada bagian leher gitar yang sebelumnya dipasang pada balok kayu, dibentuk menjadi menyerupai penahan atau sepatu yang menonjol ke dalam tubuh, dan direkatkan ke belakang fungsinya untuk memberikan stabilitas terhadap tarikan senar.

Inovasi Besar pada Abad 19

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Selama abad ke-17, keberadaan gitar semakin dikenal karena popularitas lute dan vihuela menurun. Pada saat itu juga ada beberapa gitaris virtuoso menjadi terkenal di Eropa, diantaranya; Gaspar Sanz (1674-an), Robert de Visée (1650–1725), Fernando Sor (1778–1839), dan Joseph Kaspar Mertz (1806–56).

Namun akhir abad ke-19 popularitas gitar justru menyusut, tapi untungnya ada perubahan besar melalui tangan Antonio Torres, ia berhasil membuat perkembangan gitar semakin pesat. Instrumen yang dihasilkan adalah gitar klasik, dirangkai dengan tiga gut dan tiga senar sutra yang dipintal logam.

Buat lo yang belum tau, sebagian inovasi gitar pada abad ke-19 merupakan hasil karya Torres, bro. Ia menggunakan bahan nylon atau plastik untuk menghasilkan suara lebih nyaring dan merdu. Jenis gitar yang dihasilkan yaitu gitar 12-senar atau double-course, jaranan Meksiko dan charango Amerika Selatan, keduanya gitar kecil dengan five-course. Seiring berkembangnya zaman, alat musik gitar juga semakin beragam, mulai dari ukulele, gitar akustik, gitar listrik, sampai bass. Perubahan besar dimulai dari sini, bro!

Perkembangan Gitar di Indonesia

Pasti lo juga penasaran bagaimana alat musik gitar masuk ke Indonesia kan, bro? Untuk pertama kalinya masyarakat Indonesia mengenal gitar dari orang-orang Portugis yang saat itu menjadi tawanan kolonial Belanda. Biar nggak bosan di dalam tahanan, mereka berbicara dengan musik dan alat musik yang digunakan adalah gitar.

Sejak saat itu, perkembangan gitar di Indonesia semakin popular dan mulai dimainkan bersama dengan kesenian tradisional lainnya, termasuk musik keroncong. Setelah kemerdekaan, muncul beberapa gitaris tanah air seperti Linda Sukamta dan Andre Irawan, mereka berhasil memenangkan The First South East Asian Guitar Festival pada tahun 1977 dan 1978.

Meski kolonialisme meninggalkan rasa sakit, tapi melahirkan sebuah karya seni. Well, sebelum menjadi alat musik popular dan berpengaruh di dunia musik, gitar harus melalui perjalanan yang cukup panjang dan rumit ya, bro. Nah, sekarang lo udah tau kan bagaimana asal usul sejarah gitar?

 

Featured image - unsplash