• Music News
  • Stefano Bollani, Virtuoso Penuh Warna dari Italia

Stefano Bollani, Virtuoso Penuh Warna dari Italia

Fri, 15 January 2016

Meskipun memiliki selera yang tidak biasa, Stefano Bollani merupakan salah satu pianis virtuoso jazz dan penyanyi dari Milan, Italia, yang sangat dikenal di dunia jazz. Virtuoso yang memiliki selera humor yang aneh ini juga dikenal karena berbagai macam palet melodinya yang bakal bikin lo bangun semalaman. Mulai dari standard jazz, folk, dan pop Brazil, Stefano memiliki cita rasa yang luas dalam dunia musik. Hal ini lah yang membuatnya cukup dikenal di kalangan musikus, terutama di dalam Jazz.

 

Lagu-lagu yang Dibawakan Sangat Berwarna
Dalam penampilan solo-nya dengan pianoforte, Stefano memberikan beberapa lagu yang cukup dikenal oleh para pecinta jazz di seluruh dunia, yakni Alleanza dan Quando, Quando, Quando. Tidak lupa, Stefano juga memberikan versi lain yang lebih hangat dan menyejukkan hati dari Aquarela Do Brasil milik Ary Barosso, dan juga lagu Matilda.

Meskipun kesemua lagu ini sangat enak untuk didengarkan di telinga para penggemar jazz, ada lagu lain yang cukup mengena di telinga para pendengarnya, yang sayangnya, harus berakhir dengan sangat cepat. Lagu ini seperti klimaks yang luar biasa dari penampilan Stefano yang pastinya harus lo dengerin kalau lo ngaku sebagai penggemar Jazz sejati.

 

Jenius yang Memiliki Segudang Talenta

Urbaners, Stefano Bollani ini bisa kita katakan sebagai seorang virtuoso yang memiliki segudang talenta dengan berbagai macam warna musik yang bisa membuat lo terkagum-kagum di setiap dentingnya. Karena Stefano ini juga seorang vokalis, lo juga pasti bakal nikmatin kerennya suara Stefano yang cocok banget sama lagu-lagunya. Dijamin, lo gak bakal nyesel kalau ndengerin lagu-lagu dari Stefano ini. Dentingan pianonya sangat mengena di telinga penggemar jazz dan pastinya gak bakal bikin lo bosen.

Stefano ini berumur 52 tahun dan sudah memulai karirnya di dunia musik sejak berumur 15 tahun. Ia juga sempat mendapatkan gelar Best Jazz Talent of the Year dari Majalan Musica Jazz pada tahun 1998. Gimana Urbaners? Masa lo masih mau ngeraguin kemampuan virtuoso satu ini?

 

Source: Ejazznews.com, www.iicedimburgo.esteri.it

Rich Brian: DOA - Suasana Baru Dari Rapper Andalan?

Fri, 18 September 2020
Cerita dibalik video musik Rich Brian DOA

Ada suasana segar yang dibawa oleh Rich Brian di album terbarunya, 1999 – di lagu DOA. Beatnya yang dinamis, Brian seperti membawa energi baru di mana para penikmatnya, mungkin dibuat terkejut dengan musik di lagu ini. Lo sudah dengar belum bro?

Dari beberapa lagu yang termasuk di dalam album 1999, DOA menjadi salah satu lagu favoritnya. Dilansir dari tirto – DOA adalah sebuah singkatan dari Dead On Arrival. Brian menceritakan kalau lagu ini adalah tentang persaingan dengan seseorang yang memiliki peluang nol di tempat pertama.

Kalau dari segi musik, melodi yang ada di dalam lagu DOA mengingatkannya kepada salah satu grup kesukaannya, yaitu Gorillaz. Lagu ini adalah lagu yang Brian nyanyikan ketika iya merasa mesti lebih baik daripada sebelumnya secara umum.

 

DOA Jadi Energi Tersendiri Dari Brian

rich brian DOA

Credit Image: cultr.com

Mungkin kalau rapper lain bisa saja meminta mobil Lamborghini, Ferrari atau mobil sport lainnya – tapi Brian? Oh my god – dia malah pilih Civic baru. Ini cukup jadi pembeda antara Brian dan rapper lainnya.

Di dalam video musik DOA, diperlihatkan kalau Brian menghabiskan waktunya berada dengan mobilnya. Baik saat dalam perjalanan dan saat mobilnya mogok juga. Tingkah dari Brian sendiri juga menyesuaikan dengan beat dari DOA ini sendiri.

Sehingga di video musik DOA kali ini, Brian terlihat lebih ‘pecicilan’ daripada video musik lainnya. Tidak apa, sih – justru hal ini jadi penyegar dan pembeda serta warna tersendiri dari Brian untuk video musik DOA ini.

Jika ditelisik dari musiknya sendiri, Brian menceritakan kalau DOA berasal dari sesi jamming dirinya, Jacob Ray, dan Diamond Pistols, lalu dengan random Louis Bell juga datang. Brian mengaku ia menjadi penggemar musiknya walau sudah mengenalnya lama dan pada hari itu ia bekerja untuknya.

Selain DOA, di dalam album 1999, setidaknya ada beberapa lagu andalan lainnya seperti ‘Don’t Care’, ‘Love in My Pocket’, ‘Long Run’, ‘When You Come Home’, dan ‘Sins’. Nah selain DOA, ‘Sins’ juga jadi lagu andalan Brian.

Dalam pengerjaan album ini, sebagian besar materi di sini diproduksi sendiri oleh Brian. Namun tetap ada yang ia kerjakan bersama dengan Bekon & The Donuts, Diamond Pistols dan Louis Bell. Dari album 1999, ada video musik yang cukup menarik perhatian, yaitu video musik dari Love in My Pocket.

Brian menceritakan kalau video musik ini jadi favoritnya sementara ini. Video musik dari Love in My Pocket menceritakan tentang bagaimana mencoba menjadi sempurna tidak akan berhasil di sebagian besar waktu.

Bro, apakah lo tahu album 1999 ini adalah album ke berapa dari Brian? Tahun 2019 lalu, Brian merilis albumnya yang berjudul The Sailor, 2018 Head in the Clouds dan ditahun yang sama juga yaitu Amen. Ketenaran Brian berangkat ketika ia mengeluarkan single Dat $tick dan langsung direkrut oleh label 88Rising.

Wah bagaimana nih bro? Dari segala penjelasan di atas – apakah lo sendiri sudah menonton dan menikmati video musik DOA dari Rich Brian? Kalau belum, langsung saja gas dan nonton di sini ya bro!

 

Feature Image – whiteboardjournal.com