• Music News
  • 4 Hal Penting Tentang NYC Winter Jazz Festival

4 Hal Penting Tentang NYC Winter Jazz Festival

Wed, 03 February 2016

Bukan New York City namanya kalau nggak punya acara-acara menarik yang selalu ramai dengan pengunjung. Bahkan ketika musim dingin, pun, mereka nggak lantas cuma berdiam diri menghangatkan badan di rumah. Musim dingin justru menjadi ajang musisi jazz untuk unjuk kebolehan pada acara NYC Winter Jazz Festival. Seru banget ya, Urbaners, menikmati jazz sambil ditemani butiran-butiran salju. Dingin sih, tapi alunan musik jazz pasti bakal menghangatkan suasana.

 

Diadakan Selama Lima Hari

Namanya juga festival, nggak asyik banget kalau cuma diadakan selama satu hari. NYC Winter Jazz Festival berlangsung selama lima hari, yakni pada tanggal 13-17 Januari 2016 lalu. Khusus pada tanggal 15 dan 16, NYC Winter Jazz Festival mengadakan program maraton dengan lebih dari 100 grup musik jazz. Ada sebelas panggung yang digunakan untuk program maraton tersebut, yakni lima panggung di The New School dan enam panggung di bagian selatan Washington Square Park.

 

Lebih dari 50 Musisi Jazz

NYC Winter Jazz Festival nggak tanggung-tanggung dalam menyajikan yang terbaik untuk para penggemar musik jazz. Secara total, ada 58 lineup yang dihadirkan di panggung NYC Winter Jazz Festival. Puas banget kan, Urbaners? Beberapa di antaranya adalah Kamasi Washington, Bill Laswell, Christian McBride, The Ex, Kaki King, Dave King, Don Bryon, Cory Henry, Dawn of Midi, dan lain sebagainya.

 

Memasuki Tahun Ke-12

Sebenernya, agak keterlaluan kalau lo ngaku sebagai pecinta musik jazz tapi nggak pernah mendengar tentang NYC Winter Jazz Festival. Pasalnya, acara tersebut merupakan acara tahunan yang udah dilakukan sejak 12 tahun lalu. Banyak review positif ditujukan untuk NYC Winter Jazz Festival 2016, mengatakan bahwa kualitas acaranya lebih baik dari tahun lalu. Dengan banyaknya lineup yang ada, pengunjung bisa memilih mau menikmati musik jazz versi favorit mereka sendiri.

 

Program Khusus Penyandang Cacat

Selain maraton, NYC Winter Jazz Festival juga mengadakan program Jazz Legends for Disability Pride pada tanggal 14 Januari 2016. Program ini merupakan konser jazz amal yang bertujuan untuk mengumpulkan dana bagi penyandang cacat yang tergabung dalam komunitas Disability Pride NYC. Berkat Jazz Legends for Disability Pride tahun lalu, komunitas tersebut mampu menyelenggarakan Disability Pride Parade di New York City pada tanggal 12 Juli 2015.

Menarik banget, kan, Urbaners? Kalau lo juga suka menikmati musik jazz, NYC Winter Jazz Festival wajib ada dalam bucket list yang lo buat. Sebelumnya, cari tahu kondisi cuaca di New York City agar lo nggak menggigil kedinginan saat menonton penampilan berbagai lineup-nya. Sayang, kan, udah jauh-jauh terbang melintasi benua tapi nggak bisa menikmati musiknya?

 

Source: allaboutjazz.com, winterjazzfest.squarespace.com, timeout.com

The Chainsmokers Tuai Kontroversi Usai Gelar Konser Drive-In

Fri, 07 August 2020
Duo DJ The Chainsmokers mengenakan kemeja hitam dan putih di atas panggung sambil memegang piala

Pandemi COVID-19 yang masih belum berujung ini tampaknya mulai membuat banyak orang merasa bosan. Wajar saja, berbagai industri hiburan dunia mengalami hiatus sementara, mulai dari perfilman hingga musik. Itu sebabnya tercipta ide untuk menggelar konser drive-in yang menjanjikan pengalaman konser yang nggak kalah seru.

Walaupun sudah ada di era new normal, namun lo tetap saja harus mematuhi aturan social distancing #MauLagiDimanapun. Itu sebabnya konser drive-in cocok karena para peserta konser bisa duduk nyaman dan jauh dari peserta konser lainnya. Konsep drive-in ini juga dianut dalam konser The Chainsmoker. Namun sayangnya, konser ini malah menuai kontroversi.

 

Sebuah Konser Amal di Hamptons

The Chainsmokers di atas panggung sambil memegang mikrofon

Konser yang digelar oleh sebuah agensi travel dan lifestyleIn The Know Experiences” mengundang duo DJ ternama, yaitu The Chainsmokers dan DJ D-Sol. Sebanyak 2.000 orang memadati sebuah lapangan di kawasan elit Hamptons, beberapa di antaranya ada Cuba Gooding Jr., Connor Kennedy, Tyler dan Cameron Winklevoss.

Satu tiket masuk dibanderol dengan harga yang fantastis, berkisar mulai dari USD1,250 sampai USD25,000. Seluruh profit dari konser ini diamalkan ke badan No Kid Hungry, Southampton Fresh Air Home, dan Children’s Medical Fund New York. Kabarnya, The Chainsmokers juga akan menggelar konser dengan konsep drive-in di Miami, Los Angeles, Nashville, Chicago, dan Atlanta.

 

Sudah Menjalankan Prosedur Kesehatan

Penampilan drive-in concert dengan panggung megah dan rentetan mobil yang terparkir rapi

Potongan video para penonton konser ini mulai viral di Twitter dan akhirnya malah menimbulkan kontroversi. Menanggapi kritikan pedas netizen, penyelenggara konser akhirnya mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan protokol kesehatan apa saja yang dilakukan untuk menjamin konser drive-in ini aman bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa suhu setiap peserta dicek sebelum memasuki konser, kemudian masing-masing diberikan masker sebelum diperbolehkan untuk memarkir mobil di depan panggung konser. Para peserta juga nggak diperbolehkan untuk meninggalkan spot berukuran 20 x 20 inci tersebut.

Berdasarkan video yang beredar, sayangnya ada beberapa kontradiksi dari pernyataan tersebut. Sebagian besar peserta terlihat seru menari tanpa mematuhi physical distancing, beberapa bahkan nggak memakai masker. Konser drive-in yang seharusnya dinikmati dari dalam mobil malah justru menyerupai konser pada umumnya sebelum pandemi.

 

Dikecam Publik dan Pemerintah

Andrew Cuomo Gubernur New York mengenakan jas hitam, tampak bendera Amerika Serikat

Walaupun digadang sebagai konser amal, konser drive-in yang dibintangi The Chainsmokers ini dikecam publik, khususnya para pengguna Twitter. Nggak sedikit dari mereka yang mengkritik sikap acuh tak acuh dari para peserta konser yang pastinya berasal dari kalangan menengah ke atas. Netizen juga menyayangkan keputusan peserta konser untuk mengabaikan kesehatan hanya demi menonton The Chainsmokers.

Nggak hanya mengambil perhatian publik, berita ini juga sampai ke kuping Gubernur New York, Andrew Cuomo. Saat ini, konser drive-in tersebut sedang dalam tahap penyelidikan karena Cuomo bersikeras bahwa konser tersebut ilegal dan tidak mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

 

 

 

Sources: GQ, Vulture, Variety.