• Music News
  • 1000 Jam Gratis Buat Dengerin Jazz Klasik

1000 Jam Gratis Buat Dengerin Jazz Klasik

Wed, 23 March 2016

Ada hadiah keren buat Urbaners pecinta musik jazz. Terutama, kalau lo suka dengar yang gratis-gratis, Urbaners. Dan nggak tanggung-tanggung, ada total 1000 jam lamanya lo bisa dengar lagu jazz legendaris. Lumayan kan, ada stok lagu jazz yang nggak bakal habis meski pun lo dengar selama satu bulan penuh. Tepatnya, perlu waktu sampai 41 hari lebih buat lo bisa tuntas dengar lagu-lagu jazz ini.

Siapa Si Dermawan ini?

Koleksi 1000 jam lagu jazz ini asalnya dari David Niven, Urbaners. Dia merilis 650 kaset jazz jaman dulu milik koleksi pribadinya di archive.org yang bisa didengar oleh umum. Lo bisa dengar lagu-lagunya Louis Armstrong, Duke Ellington, dan Jelly Roll Morton di situs tersebut, Urbaners. Bukan cuma dengar, lo juga bisa mendengar narasi ciptaan David Niven ketika dia memperkenalkan rekaman-rekaman ini. Setelah ditilik, kaset paling tua yang masuk di sini berasal dari tahun 1921. Di mana lagi coba lo bisa dengar musik jazz tahun 1921 dari kaset asli, seandainya David Niven nggak berbaik hati berbagi koleksi pribadinya di sini, Urbaners?

Terbawa Suasana

Perlu diingat Urbaners, kalau 1000 jam musik jazz jaman dulu ini asalnya dari kepingan kaset. Artinya, kualitasnya pun sesuai dengan produksi kaset jaman dulu. Lo bisa merasakan total lagu-lagu jazz ini sesuai dengan jamannya. Jadi, lo bisa sambil berandai-andai lagi hidup di tahun 1921 ketika dengar koleksi ini, Urbaners. Paul Contos, pengarah pendidikannya Monterey Jazz Festival pun mengakui, lagu-lagu jazz jaman dulu ini nampak sangat realistis. Lo bisa tahu dari mana asal musiknya, dan lo hendak di bawa kemana.

 

 

Cinta dan antusias lo ke musik jazz sebesar David Niven nggak, Urbaners? Dia pertama kali mendengarkan musik jazz ketika usianya masih 10 tahun, bareng sama sepupunya. Rekaman yang pertama kali dia dengar adalah Louis Armstrong. Sejak saat itu, dia pun ngoleksi segala kaset rekaman musik jazz sampai dia dewasa. Koleksinya terbilang luar biasa, bahkan disebut sebagai arkeologi musik jazz.

Nggak perlu segan untuk buka dan coba dengar koleksinya David Niven ini, Urbaners. Biar pun lo nggak begitu tertarik sama musik jazz, kemungkinan besar suara dan musiknya Louis Armstrong pasti bisa bikin hati lo luluh. Soalnya, musik jazz itu nggak ada matinya, Urbaners! Selamat menghabiskan waktu buat dengerin musik jazz.

 

Sumber:
www.montereycountyweekly.com
notable.ca

The Chainsmokers Tuai Kontroversi Usai Gelar Konser Drive-In

Fri, 07 August 2020
Duo DJ The Chainsmokers mengenakan kemeja hitam dan putih di atas panggung sambil memegang piala

Pandemi COVID-19 yang masih belum berujung ini tampaknya mulai membuat banyak orang merasa bosan. Wajar saja, berbagai industri hiburan dunia mengalami hiatus sementara, mulai dari perfilman hingga musik. Itu sebabnya tercipta ide untuk menggelar konser drive-in yang menjanjikan pengalaman konser yang nggak kalah seru.

Walaupun sudah ada di era new normal, namun lo tetap saja harus mematuhi aturan social distancing #MauLagiDimanapun. Itu sebabnya konser drive-in cocok karena para peserta konser bisa duduk nyaman dan jauh dari peserta konser lainnya. Konsep drive-in ini juga dianut dalam konser The Chainsmoker. Namun sayangnya, konser ini malah menuai kontroversi.

 

Sebuah Konser Amal di Hamptons

The Chainsmokers di atas panggung sambil memegang mikrofon

Konser yang digelar oleh sebuah agensi travel dan lifestyleIn The Know Experiences” mengundang duo DJ ternama, yaitu The Chainsmokers dan DJ D-Sol. Sebanyak 2.000 orang memadati sebuah lapangan di kawasan elit Hamptons, beberapa di antaranya ada Cuba Gooding Jr., Connor Kennedy, Tyler dan Cameron Winklevoss.

Satu tiket masuk dibanderol dengan harga yang fantastis, berkisar mulai dari USD1,250 sampai USD25,000. Seluruh profit dari konser ini diamalkan ke badan No Kid Hungry, Southampton Fresh Air Home, dan Children’s Medical Fund New York. Kabarnya, The Chainsmokers juga akan menggelar konser dengan konsep drive-in di Miami, Los Angeles, Nashville, Chicago, dan Atlanta.

 

Sudah Menjalankan Prosedur Kesehatan

Penampilan drive-in concert dengan panggung megah dan rentetan mobil yang terparkir rapi

Potongan video para penonton konser ini mulai viral di Twitter dan akhirnya malah menimbulkan kontroversi. Menanggapi kritikan pedas netizen, penyelenggara konser akhirnya mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan protokol kesehatan apa saja yang dilakukan untuk menjamin konser drive-in ini aman bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa suhu setiap peserta dicek sebelum memasuki konser, kemudian masing-masing diberikan masker sebelum diperbolehkan untuk memarkir mobil di depan panggung konser. Para peserta juga nggak diperbolehkan untuk meninggalkan spot berukuran 20 x 20 inci tersebut.

Berdasarkan video yang beredar, sayangnya ada beberapa kontradiksi dari pernyataan tersebut. Sebagian besar peserta terlihat seru menari tanpa mematuhi physical distancing, beberapa bahkan nggak memakai masker. Konser drive-in yang seharusnya dinikmati dari dalam mobil malah justru menyerupai konser pada umumnya sebelum pandemi.

 

Dikecam Publik dan Pemerintah

Andrew Cuomo Gubernur New York mengenakan jas hitam, tampak bendera Amerika Serikat

Walaupun digadang sebagai konser amal, konser drive-in yang dibintangi The Chainsmokers ini dikecam publik, khususnya para pengguna Twitter. Nggak sedikit dari mereka yang mengkritik sikap acuh tak acuh dari para peserta konser yang pastinya berasal dari kalangan menengah ke atas. Netizen juga menyayangkan keputusan peserta konser untuk mengabaikan kesehatan hanya demi menonton The Chainsmokers.

Nggak hanya mengambil perhatian publik, berita ini juga sampai ke kuping Gubernur New York, Andrew Cuomo. Saat ini, konser drive-in tersebut sedang dalam tahap penyelidikan karena Cuomo bersikeras bahwa konser tersebut ilegal dan tidak mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

 

 

 

Sources: GQ, Vulture, Variety.