Nikmati Konser Tribute to David Bowie Lewat Skype - MLDSPOT
  • Music News
  • Nikmati Konser Tribute to David Bowie Lewat Skype

Nikmati Konser Tribute to David Bowie Lewat Skype

Mon, 11 April 2016

Di awal tahun 2016 ini, tepatnya tanggal 10 Januari, dunia kehilangan seorang musisi legendaris yang punya karya dan gaya luar biasa, David Bowie. Ia meninggal setelah berjuang melawan kanker hati, namun akhirnya Bowie meninggal pada usia ke-69, dua hari setelah hari ulang tahunnya, di Manhattan, New York, Amerika Serikat. Musisi yang lahir di Brixton, London, Inggris ini selalu punya tempat tersendiri di hati para pecinta musik. Oleh sebab itu, sejumlah penyanyi dari berbagai genre membuat suatu konser tribut khusus untuk David Bowie.

 

Mengenang David Bowie

David Bowie adalah seorang penyanyi, penulis lagu, aktor, dan produser. Selama lima dekade berkarir, kepopulerannya nggak pernah luntur. Kalau ditotal, Bowie telah menjual lebih dari 140 juta rekamannya di seluruh dunia. Berkat itu, Bowie masuk sebagai salah satu artis dengan penjualan terbaik di dunia. Di Inggris, Bowie punya 9 sertifikat album platinum, 11 emas, dan 8 perak. Prestasi yang luar biasa selama dia hidup ya, Urbaners?

Space Oddity adalah lagunya David Bowie yang sukses menggebrak dunia musik. Setelah itu, David Bowie makin bikin heboh lagi dengan kemunculan alter egonya, Ziggy Stardust, yang androgini dan keren banget. Nama Bowie pun makin melejit, Urbaners. Gayanya yang nyentrik, flamboyan, dan berani pun mulai dilirik-lirik.

Untuk mengenangnya, para artis seperti Pixies, Blondie, Michael Stipe, J Mascis, dan Flaming Lips membuat satu konser tribut untuk David Bowie pada tanggal 31 Maret di Carnegie Hall, New York, dan 1 April di Radio City Music Hall, New York. Lo nggak bisa datang ke sana? Konser ini bisa ditonton secara online lewat Skype, Urbaners. Semoga kemarin lo nggak ketinggalan, ya.

 

Untuk Penggalangan Dana

Setiap penontonnya nanti akan diminta untuk donasi, setidaknya 20 dollar atau 280 ribuan rupiah sebagai sumbangan untuk komunitas seni yang dipilih. Mengingat bagaimana cintanya David Bowie terhadap musik, ini dinilai sebagai bentuk penghormatan kepadanya.

Sebelum konser tribut ini, Lady Gaga pernah memberi penampilan spesial untuk mengenang David Bowie ketiga Grammy Award. Selain itu, Lorde yang disebut-sebut Bowie sebagai masa depan dunia musik juga akan tampil dengan band pengiring Bowie di festival Glastonbury tahun ini. Duh, jadi kangen sama gaya nyentriknya Bowie nggak sih, Urbaners?

 

 

Sumber: www.theguardian.com, www.bbc.co.uk

Perjalanan Joey Alexander dari Grammy sampai Sekarang

Sat, 27 February 2021
Joey Alexander

Di tahun 2016 & 2017 lalu, Indonesia sempat digemparkan dengan nama Joey Alexander – well, siapa yang nggak kenal dengan pianist muda yang berhasil masuk nominasi Grammy Awards di usianya yang masih sangat belia saat itu?

Dua tahun berturut-turut berhasil masuk nominasi Grammy Awards di umur 13 tahun, Joey Alexander berhasil membawa bangga nama Indonesia ke kancah internasional dengan single debutnya yaitu My Favorite Thing.

Setelah 5 tahun berlalu, gimana kabar Joex Alexander sekarang ya, bro? beranjak menjadi seorang remaja, pastinya udah banyak banget perkembangannya. Denger-denger, Joey juga udah ngerilis 5 album loh!

Di artikel ini, MLDSPOT bakalan mengulik gimana kabar Joey Alexander setelah 5 tahun berlalu dari Grammy Awards dan gimana kesehariannya sekarang. Langung aja selengkapnya simak di bawah ini ya!

Grammy Awards: Bukti Pribadi Joey Rendah Hati

Joey Alexander

Credit image – Liputan6

Di 2016 hingga 2017 lalu, keberhasilan namanya dalam menjadi nominasi di Grammy Awards emang menjadi titik balik dari karir seorang Joey Alexander. Gimana nggak – di usia yang belum genap 13 tahun saat itu, Joey berhasil menjadi musisi termuda yang masuk ke dalam nominasi kategori Jazz dan meraih nominasi dua sekaligus – pertama dari Indonesia!

Joey sendiri mengaku, momen masuk sebagai nominasi dengan pencapaiannya ini – ia nggak berharap banyak untuk menang. Ketika dinominasikan untuk pertama kali, pastinya Joey kaget dan nggak nyangka sama sekali. Tapi ketika pada hari pengumuman dan ternyata nggak menang – Joey nggak berkecil hati, karena baginya inilah hal yang harus dikembangkan olehnya untuk menciptakan karya yang lebih baik lagi.

Dengan keberhasilannya ini, Joey mengatakan bahwa keberhasilannya dalam meraih Grammy Awards ini bukanlah hal yang mudah. Namun ia bersyukur memiliki lingkungan yang supportif – baik menang atau kalah, itu semua hanya menjadi bagian dalam hidupnya untuk menjadi lebih baik dan berkembang.

Musik Jazz bagi Joey Alexander

Awal mula perjalanan musik Joey dimulai dari kecintaan ayahnya dalam bermusik – meskipun nggak secara profesional. Namun sejak bersama ayahnya, kecintaan Joey akan musik pun menjadi tumbuh. Menurut Joey, ketika ia memainkan musik ia merasakan sesuatu yang menyenangkan dalam dirinya tumbuh.

Memulai perjalanan bermusiknya di Bali, Joey mengaku nggak nyangka kalau hidupnya akan menjadi berada dalam lingkup musik – apalagi di genre Jazz. Musik Jazz sendiri bagi Joey punya kekuatan sendiri yang nggak dimiliki oleh genre musik lainnya.

Bagi Joey, musik Jazz seakan punya bahasa tersendiri dalam musik yang bisa menyampaikan pesan serta menyatukan orang yang berbeda dari seluruh dunia – Jazz udah whole different level deh buat Joey!

Dari Bali hingga New York

Joey Alexander

Credit image – Spotify

Seperti yang diketahui, Joey melebarkan sayapnya lebih besar di negeri paman sam – tepatnya New York, dibandingkan di tanah kelahirannya sendiri. Meskipun begitu, Joey tetap Bali spesial tersendiri di dalam hatinya.

Bali dan New York sama-sama membawa inspirasi bagi Joey dalam bermusik, namun kedua tempat ini memiliki sisi yang berbeda dalam diri Joey dalam menciptakan musik. Hal ini dibuktikan dengan 5 album yang telah dirilis oleh Joey.

4 album dengan berbahasa Inggris dan 1 album dengan bahasa Indonesia ini sebenarnya tidak memiliki makna yang spesifik. Karena pada dasarnya dalam menamakan album Joey berdasarkan komposisi asli dari album Live-nya.

Album terakhir Joey – Warna, dibuat untuk menceritakan kepribadian, suara, dan gaya seorang pemusik yang bermain dengannya. Di album terbarunya ini Joey juga mencoba gaya musik dan komposisi yang berbeda. Seakan ingin memberikan warna baru, di album ini Joey mencoba menghadirkan nuansa ‘lokal’ dalam albumnya.

Karier bermusik Joey emang udah nggak perlu diragukan lagi. Bukan cuma Grammy Awards aja, bahkan Joey juga pernah menjadi TED Speaker dalam acara TedX Talk, bro!

Di usia muda dan pencapaian yang dimilikinya ini jadi kisah inspiratif banget buat dikulik ya. Dari Joey kita juga belajar – nggak perlu berpikir panjang untuk mencoba hal baru, yang penting – mulai aja dulu!

 

Feature image - NPR