• Music News
  • Album Goo Goo Dolls Setelah Ditinggal Sang Drummer

Album Goo Goo Dolls Setelah Ditinggal Sang Drummer

Mon, 25 April 2016

Masih ingat dengan band 90-an, Goo Goo Dolls? Kalau lo memang masih ingat, band legendaris anak-anak 90-an ini ternyata masih ada hingga sekarang, meski sekarang hanya tinggal berdua tanpa sang drummer, Mike Malinin, yang meninggalkan band di tahun 2013 lalu. Benar saja, dalam waktu dekat Goo Goo Dolls bakal ngerilis album ke-11 mereka yang berjudul Boxes. Seperti apa albumnya?

 

Tetap eksis walau tinggal berdua

Beberapa waktu yang lalu, band lawas bergenre alternative rock, Goo Goo Dolls membuktikan bahwa mereka benar-benar masih hidup. Paling nggak hal ini kebukti dari single yang baru aja mereka rilis. Ya, lagu berjudul So Alive ini merupakan single kedua yang dirilis untuk mengawali album ke-11 mereka, Boxes. Rencananya, Boxes bakal dirilis dalam waktu dekat, tepatnya tanggal 6 Mei 2016.

Masih belum tahu sih gimana lagu-lagu yang bakal keluar. Tapi yang pasti, dari single So Alive ini, terdengar cukup berbeda dari lagu-lagu lama mereka. Goo Goo Dolls seakan beradaptasi dengan musik-musik masa kini tanpa meninggalkan gaya mereka yang selalu tampil dengan genre alternative rock/post-grunge. Hal ini rasanya nggak berlebihan mengingat Goo Goo Dolls hanya tampil berdua, hanya John Rzeznik dan Robby Takac, setelah ditinggal drummer mereka, Mike Malinin.

 

Tandai ultah ke 20

Entah disengaja atau nggak, perilisan album terbaru ini merupakan penanda 20 tahun Goo Goo Dolls berkecimpung di dunia musik. Selain itu, mereka juga berencana untuk merilis edisi spesial anniversary dari album “A Boy Named Goo” yang isinya nanti berupa live tracks cover. Album tersebut rencananya akan dirilis di tanggal 27 November 2016. Goo Goo Dolls juga akan mengadakan tur selama dua bulan penuh mulai tanggal 8 Juli 2016 dalam rangka mempromosikan album terbaru mereka.

Penasaran dengan lagu-lagu terbaru mereka? Apakah bakal mengingatkan lo pada masa lalu era 90-an yang kelam atau malah memberikan satu kesan yang berbeda? Buat lo yang penasaran, lo bisa pre-order album ini mulai sekarang di website resmi Warner Bros Records.

 

 

Source: ibtimes.co.in, Wikipedia.org

Marilyn Manson Siapkan Album Baru "We Are Chaos"

Tue, 04 August 2020
Marilyn Manson mengenakan topi koboi putih dengan setelan jas hitam di depan background hitam

Lama nggak terdengar di blantika musik, Marilyn Manson akhirnya merilis album terbaru bertajuk “We Are Chaos”. Musisi rock asal Amerika Serikat ini mengumumkan lewat media sosial bahwa album terbarunya bisa dinikmati tanggal 11 September via Loma Vista.

Bertepatan dengan memoriam tragedi menara kembar, tampaknya Marilyn Manson ingin menunjukkan sisi gelap kemanusiaan melalui album barunya.

 

Dirilisnya Single Utama dari Album

Tiga kepala Marilyn Manson yang mengenakan tampilan eye shadow hitam sambil menyeringai

Menyusul kesuksesan album “Heaven Upside Down” yang dirilis tahun 2017 lalu, Marilyn Manson mengumumkan tanggal rilis album terbarunya di hari Rabu (29/7) bersamaan dengan perilisan music video untuk single utamanya.

Berjudul sama dengan albumnya, We Are Chaos memasukkan adegan-adegan yang khas dengan gaya eksentrik Manson. Meski dipenuhi dengan metafora yang dark, secara mengejutkan Manson justru memainkan gaya akustik untuk single terbarunya ini.

Album ini diproduksi sebelum pandemi COVID-19 menyerang dunia. Namun, Manson mengungkapkan kalau albumnya justru berhasil merepresentasikan kondisi dunia terkini. “When I listen to ‘We Are Chaos’ now, it seems like just yesterday or as if the world repeated itself,” ujar Marilyn Manson.

 

Sebuah Kritik atas Kemanusiaan

Marilyn Manson di atas panggung memegang mikrofon sambil mengangkat tangannya

Tema-tema lagu yang selama ini dinyanyikan oleh Marilyn Manson memang selalu mengungkap sisi gelap dunia. Satu hal yang membuat album ini unik adalah cara Manson dalam menyampaikan opini dan perasaannya secara lebih “lembut,” yakni dengan fokus pada lirik ketimbang kerasnya instrumen musik yang digunakan.

We Are Chaos secara nyata menjadi cermin yang memperlihatkan segala keburukan dari kemanusiaan, di mana Manson mengatakan bahwa kemanusiaan adalah hal terburuk yang ada di kehidupan. Manson mengibaratkan jiwa manusia sebagai sebuah museum yang dipenuhi oleh ruangan, lemari, brankas, dan laci.

Shards and slivers of ghosts haunted my hands when I wrote most of these lyrics,” ungkap Manson. Nggak seperti penggarapan album-album sebelumnya, Manson memilih untuk menjinakkan sisi gila miliknya dan menunjukkan tampilan yang lebih dewasa untuk album We Are Chaos.

 

Tersedia dalam Beberapa Versi

Marilyn Manson dengan coat hitam dan kacamata berlensa hijau

Marilyn Manson menggaet Shooter Jennings, seorang produser musik pemenang Grammy, untuk bersama-sama menggarap albumnya. Manson mengungkapkan bahwa selama proses rekaman, tidak ada seorang pun yang boleh mendengarkan hasilnya sebelum seluruh lagu selesai diproduksi. Album We Are Chaos merupakan sebuah konsep album berisikan 10 lagu.

Dikabarkan juga kalau Manson menggandeng A$AP Ferg untuk berkolaborasi musik. Album ini akan tersedia dalam Side A dan Side B, masing-masing bisa didapatkan dalam wujud vinyl, CD, dan kaset dengan sistem pre-order. Nggak hanya itu, Manson juga menggunakan lukisan yang ia buat sendiri sebagai cover album We Are Chaos yang bisa lo beli secara eksklusif.

 

 

 

Sources: Rolling Stone, NME, Billboard