• Music News
  • Ruang Kecil Tidak Jadi Masalah, Jazz Tetap Bersuara

Ruang Kecil Tidak Jadi Masalah, Jazz Tetap Bersuara

Mon, 25 April 2016

Main di ruang yang tidak begitu luas tapi tetap mengasyikan untuk dilihat. Barry Likumahuwa tidak pernah gagal menghadirkan pertunjukan yang seru.

Setelah menghadirkan decak kagum di Bandung, hal yang sama juga diulang di Cirebon. Barry Likumahuwa Experiment seolah tidak pernah kehabisan energi. Bisa jadi, fisik kelelahan karena harus berpindah kota secara maraton dalam tiga hari berturut-turut. Tapi ketika sudah bersentuhan dengan instrumen musik dan berinteraksi dengan penonton, mereka menggila.

Tantangan juga lebih menarik dengan kondisi panggung yang tidak luas. Dengan personil delapan orang, luas panggung MLDSPOT STAGE BUS JAZZ TOUR 2016 tentulah tidak ideal. Panggung memang tidak luas, karena ia merupakan modifikasi dari sebuah bus yang disulap menjadi ruang untuk bermain. Terlebih, ketika hujan menyerbu, mereka harus mundur beberapa langkah. Percikan air, bukan tidak mungkin membuat alat yang mereka mainkan menimbulkan arus pendek yang mungkin melukai.

Tapi, status sebagai musisi sejati layak disematkan ke band ini. Mereka seolah tidak menjadikan ruang yang tidak besar sebagai masalah. Seluruh personilnya tetap bisa menikmati pertunjukan yang mereka mainkan.

Disitulah Barry Likumahuwa menjadi juara kelas. Pengalaman yang segudang, membuatnya paham bahwa pertunjukan bukanlah tentang ruang, tapi selalu tentang apa yang bisa disajikan musik dan bagaimana penonton menikmatinya.

Sejarah mencatat, Barry Likumahuwa –dengan berbagai macam projectnya— memang sering sekali naik turun panggung dengan berbagai macam kondisi. Sepanjang produksi pertunjukannya baik, ia nampak selalu bisa membawa bandnya tampil dengan prima.

Di Cirebon malam itu, misalnya, mereka berhasil membuat malam yang awalnya adem ayem, jadi menggila. Di tengah set, mendadak penonton merangsek mendekat dan bergoyang. Plus, ada banyak pesan yang disebarkan dari atas panggung. Dua diantaranya adalah cinta kasih dan kecintaan permanen pada Indonesia.

Sosok yang satu ini, adalah bukti bahwa jazz adalah tentang eksplorasi banyak hal. Musik bisa membawa pengalaman baru yang seru. Dan, jazz bisa pula membuat orang bergoyang. Tidak terkecuali untuk kota seperti Cirebon.

MLDSPOT STAGE BUS JAZZ TOUR 2016 memperpanjang napas untuk membawa jazz masuk ke semakin banyak kota di Indonesia. Barry Likumahuwa Experiment jadi salah satu dutanya.

The Chainsmokers Tuai Kontroversi Usai Gelar Konser Drive-In

Fri, 07 August 2020
Duo DJ The Chainsmokers mengenakan kemeja hitam dan putih di atas panggung sambil memegang piala

Pandemi COVID-19 yang masih belum berujung ini tampaknya mulai membuat banyak orang merasa bosan. Wajar saja, berbagai industri hiburan dunia mengalami hiatus sementara, mulai dari perfilman hingga musik. Itu sebabnya tercipta ide untuk menggelar konser drive-in yang menjanjikan pengalaman konser yang nggak kalah seru.

Walaupun sudah ada di era new normal, namun lo tetap saja harus mematuhi aturan social distancing #MauLagiDimanapun. Itu sebabnya konser drive-in cocok karena para peserta konser bisa duduk nyaman dan jauh dari peserta konser lainnya. Konsep drive-in ini juga dianut dalam konser The Chainsmoker. Namun sayangnya, konser ini malah menuai kontroversi.

 

Sebuah Konser Amal di Hamptons

The Chainsmokers di atas panggung sambil memegang mikrofon

Konser yang digelar oleh sebuah agensi travel dan lifestyleIn The Know Experiences” mengundang duo DJ ternama, yaitu The Chainsmokers dan DJ D-Sol. Sebanyak 2.000 orang memadati sebuah lapangan di kawasan elit Hamptons, beberapa di antaranya ada Cuba Gooding Jr., Connor Kennedy, Tyler dan Cameron Winklevoss.

Satu tiket masuk dibanderol dengan harga yang fantastis, berkisar mulai dari USD1,250 sampai USD25,000. Seluruh profit dari konser ini diamalkan ke badan No Kid Hungry, Southampton Fresh Air Home, dan Children’s Medical Fund New York. Kabarnya, The Chainsmokers juga akan menggelar konser dengan konsep drive-in di Miami, Los Angeles, Nashville, Chicago, dan Atlanta.

 

Sudah Menjalankan Prosedur Kesehatan

Penampilan drive-in concert dengan panggung megah dan rentetan mobil yang terparkir rapi

Potongan video para penonton konser ini mulai viral di Twitter dan akhirnya malah menimbulkan kontroversi. Menanggapi kritikan pedas netizen, penyelenggara konser akhirnya mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan protokol kesehatan apa saja yang dilakukan untuk menjamin konser drive-in ini aman bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa suhu setiap peserta dicek sebelum memasuki konser, kemudian masing-masing diberikan masker sebelum diperbolehkan untuk memarkir mobil di depan panggung konser. Para peserta juga nggak diperbolehkan untuk meninggalkan spot berukuran 20 x 20 inci tersebut.

Berdasarkan video yang beredar, sayangnya ada beberapa kontradiksi dari pernyataan tersebut. Sebagian besar peserta terlihat seru menari tanpa mematuhi physical distancing, beberapa bahkan nggak memakai masker. Konser drive-in yang seharusnya dinikmati dari dalam mobil malah justru menyerupai konser pada umumnya sebelum pandemi.

 

Dikecam Publik dan Pemerintah

Andrew Cuomo Gubernur New York mengenakan jas hitam, tampak bendera Amerika Serikat

Walaupun digadang sebagai konser amal, konser drive-in yang dibintangi The Chainsmokers ini dikecam publik, khususnya para pengguna Twitter. Nggak sedikit dari mereka yang mengkritik sikap acuh tak acuh dari para peserta konser yang pastinya berasal dari kalangan menengah ke atas. Netizen juga menyayangkan keputusan peserta konser untuk mengabaikan kesehatan hanya demi menonton The Chainsmokers.

Nggak hanya mengambil perhatian publik, berita ini juga sampai ke kuping Gubernur New York, Andrew Cuomo. Saat ini, konser drive-in tersebut sedang dalam tahap penyelidikan karena Cuomo bersikeras bahwa konser tersebut ilegal dan tidak mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

 

 

 

Sources: GQ, Vulture, Variety.