• Music News
  • Anti-mainstream, Mocca Luncurkan Album Dalam Format Kaset

Anti-mainstream, Mocca Luncurkan Album Dalam Format Kaset

Thu, 28 April 2016

Apa hubungan antara kaset dengan pensil? Mungkin cuma generasi 90an yang tahu soal itu. Era 90an, musik memang disebarkan melalui jalur kaset pita. Sayang, saat ini kepopuleran kaset pita udah meredup bahkan udah nggak ada. Baru-baru ini, band indie pop asal Bandung, Mocca, merilis album terbaru mereka dalam versi kaset. Apa yang jadi motivasi mereka?

 

Cukup anti-mainstream, memang

Lo pasti sering denger band asal Bandung, Mocca. Ya, band yang terkenal berkat lagu Secret Admirer ini mungkin familiar di telinga. Tahun lalu, band ini merilis album baru berjudul Home. Nah, dalam rangka memeriahkan Record Store Day 2016, Mocca baru-baru ini merilis album Home dalam format yang berbeda, kaset.

Masih ingat kaset pita kan? Untuk merayakan rilisan fisik berupa kaset, CD, dan vinyl, banyak musisi Indonesia yang meramaikan gelaran Record Store Day Indonesia, salah satunya ya Mocca ini.

Album Home sendiri dirilis di bawah naungan label Lucky Me Music dan bisa lo beli secara offline maupun online sejak tanggal 16 April 2016 lalu. Lo juga bisa dapetin kaset Home ini di website mereka, tokomocca.com.

Kaset Home juga tersedia pada gelaran Record Store Day Indonesia di Pasar Santa Jakarta, dan Record Store Day Banding di Omuniuum. Kalau lo pengen dapetin kaset ini, sebaiknya cepet beli. Pasalnya, kaset ini hanya diproduksi secara terbatas dan hanya seharga 60 ribu rupiah saja, Urbaners. Nyesel kan kalau sampai kehabisan?

 

Record Store Day, ajang berkumpulan kolektor rilisan fisik dunia

Sejak 2007 lalu, Record Store Day sempat digagas oleh kalangan penggemar musik dan kolektor di Amerika. 2008, setahun setelah gagasan tersebut muncul, diadakanlah acara Record Store Day yang dimeriahkan oleh kalangan penggemar dan kolektor rilisan fisik di Amerika Serikat, Eropa, bahkan Asia, salah satunya ya Indonesia ini.

Tahun ini, perayaan RSD digelar di 20 kota besar di Indonesia, antara lain Jakarta, Bandung, Semarang, Bali, Surabaya, Medan, Bali, Yogyakarta, dan beberapa kota lain. Karena cuma sehari dan serentak di seluruh dunia, ya lo udah pasti ketinggalan eventnya.

Tahun depan deh, ingat-ingat tanggalnya. Jadi sewaktu-waktu, kalau ada pengumuman eventnya bakal ada dimana, lo bisa mampir buat beli versi album musisi kesukaan lo. Kali aja ada.

 

 

 

Source: mymocca.com, rollingstone.co.id

Rich Brian: DOA - Suasana Baru Dari Rapper Andalan?

Fri, 18 September 2020
Cerita dibalik video musik Rich Brian DOA

Ada suasana segar yang dibawa oleh Rich Brian di album terbarunya, 1999 – di lagu DOA. Beatnya yang dinamis, Brian seperti membawa energi baru di mana para penikmatnya, mungkin dibuat terkejut dengan musik di lagu ini. Lo sudah dengar belum bro?

Dari beberapa lagu yang termasuk di dalam album 1999, DOA menjadi salah satu lagu favoritnya. Dilansir dari tirto – DOA adalah sebuah singkatan dari Dead On Arrival. Brian menceritakan kalau lagu ini adalah tentang persaingan dengan seseorang yang memiliki peluang nol di tempat pertama.

Kalau dari segi musik, melodi yang ada di dalam lagu DOA mengingatkannya kepada salah satu grup kesukaannya, yaitu Gorillaz. Lagu ini adalah lagu yang Brian nyanyikan ketika iya merasa mesti lebih baik daripada sebelumnya secara umum.

 

DOA Jadi Energi Tersendiri Dari Brian

rich brian DOA

Credit Image: cultr.com

Mungkin kalau rapper lain bisa saja meminta mobil Lamborghini, Ferrari atau mobil sport lainnya – tapi Brian? Oh my god – dia malah pilih Civic baru. Ini cukup jadi pembeda antara Brian dan rapper lainnya.

Di dalam video musik DOA, diperlihatkan kalau Brian menghabiskan waktunya berada dengan mobilnya. Baik saat dalam perjalanan dan saat mobilnya mogok juga. Tingkah dari Brian sendiri juga menyesuaikan dengan beat dari DOA ini sendiri.

Sehingga di video musik DOA kali ini, Brian terlihat lebih ‘pecicilan’ daripada video musik lainnya. Tidak apa, sih – justru hal ini jadi penyegar dan pembeda serta warna tersendiri dari Brian untuk video musik DOA ini.

Jika ditelisik dari musiknya sendiri, Brian menceritakan kalau DOA berasal dari sesi jamming dirinya, Jacob Ray, dan Diamond Pistols, lalu dengan random Louis Bell juga datang. Brian mengaku ia menjadi penggemar musiknya walau sudah mengenalnya lama dan pada hari itu ia bekerja untuknya.

Selain DOA, di dalam album 1999, setidaknya ada beberapa lagu andalan lainnya seperti ‘Don’t Care’, ‘Love in My Pocket’, ‘Long Run’, ‘When You Come Home’, dan ‘Sins’. Nah selain DOA, ‘Sins’ juga jadi lagu andalan Brian.

Dalam pengerjaan album ini, sebagian besar materi di sini diproduksi sendiri oleh Brian. Namun tetap ada yang ia kerjakan bersama dengan Bekon & The Donuts, Diamond Pistols dan Louis Bell. Dari album 1999, ada video musik yang cukup menarik perhatian, yaitu video musik dari Love in My Pocket.

Brian menceritakan kalau video musik ini jadi favoritnya sementara ini. Video musik dari Love in My Pocket menceritakan tentang bagaimana mencoba menjadi sempurna tidak akan berhasil di sebagian besar waktu.

Bro, apakah lo tahu album 1999 ini adalah album ke berapa dari Brian? Tahun 2019 lalu, Brian merilis albumnya yang berjudul The Sailor, 2018 Head in the Clouds dan ditahun yang sama juga yaitu Amen. Ketenaran Brian berangkat ketika ia mengeluarkan single Dat $tick dan langsung direkrut oleh label 88Rising.

Wah bagaimana nih bro? Dari segala penjelasan di atas – apakah lo sendiri sudah menonton dan menikmati video musik DOA dari Rich Brian? Kalau belum, langsung saja gas dan nonton di sini ya bro!

 

Feature Image – whiteboardjournal.com