Chilling with Collective Soul

Thu, 28 April 2016

Urbaners yang suka sama musik rock pasti tahu band terkenal asal Georgia, Amerika Serikat, yang punya nama Collective Soul. Itu loh, pelantun lagu Shine, December, dan The World I Know. Lo masih sering dengar lagu-lagu rock mereka yang easy listening itu nggak, Urbaners? Buat lo yang mulai lupa ada band keren bernama Collective Soul, mending buruan deh buka Spotify lo, cari Collective Soul, dan klik lagu mana yang pernah lo dengar berulang-ulang di jaman lo masih sekolah dulu.

Kalau lo sempat bikin band sekolahan, terutama yang genrenya rock gitu, Collective Soul biasanya jadi referensi kan, tuh? Band yang berdiri dari tahun 1992 ini memang punya lagu-lagu yang cocok buat dipelajari sama lo pas jaman sekolah, Urbaners.

 

Lo Belum Kenal?

Bisa jadi, beberapa Urbaners ada yang belum kenal sama Collective Soul. Padahal, Collective Soul pernah konser di Indonesia pas tahun 2013 loh, Urbaners. Tepatnya di Java Rockin’ Land. Pas itu, penonton dibuat heboh karena mereka ngomong, “Selamat ulang tahun, Jakarta!” Memang, waktu konser mereka bertepatan dengan ulang tahun Jakarta. Duh, tersanjung nggak sih lo dikasih selamat sama Collective Soul?

Saat ini, Collective Soul terdiri dari Ed Roland sebagai vokalis, Dean Roland megang gitar rhythm, Will Turpin main bass, Johnny Rabb gebuk drum, dan Jesse Triplett adalah lead gitarnya. Meski sudah ganti anggota berkali-kali, Collective Soul tetap saja keren, Urbaners. Ayo buruan dengar lagu-lagunya sekalian nostalgia masa muda, Urbaners!

 

Tetap Bikin Karya

Kalau dihitung-hitung, umurnya Collective Soul itu sudah sampai 24 tahun loh, Urbaners. Dan mereka masih aktif konser di mana-mana. Bahkan, di tahun 2015 kemarin, Collective Soul merilis album baru yang berjudul See What You Started by Continuing. Lo sudah dengar albumnya yang ini belum, Urbaners?

Album itu lumayan banget buat lo yang mau nostalgia masa-masa muda lo. Yah, meski pun sekarang lo juga belum tua sih, Urbaners. Siapa tahu lo mau iseng kulik-kulik lagu lagi, coba saja dengar album satu ini. Bahkan, di album ini, ada satu lagu yang ditulis sama Roland ketika dia lagi di dalam taksi. Judulnya This, dan liriknya kece banget, Urbaners. Pas gitu buat lo yang hubugannya lagi di ambang-ambang, tapi sebenarnya lo masih cinta berat. Yuklah galau lagi pakai Collective Soul yang musiknya nggak mendayu, tapi liriknya bikin gemes!

 

 

 

Sumber: www.allmusic.com, www.usatoday.com

The Chainsmokers Tuai Kontroversi Usai Gelar Konser Drive-In

Fri, 07 August 2020
Duo DJ The Chainsmokers mengenakan kemeja hitam dan putih di atas panggung sambil memegang piala

Pandemi COVID-19 yang masih belum berujung ini tampaknya mulai membuat banyak orang merasa bosan. Wajar saja, berbagai industri hiburan dunia mengalami hiatus sementara, mulai dari perfilman hingga musik. Itu sebabnya tercipta ide untuk menggelar konser drive-in yang menjanjikan pengalaman konser yang nggak kalah seru.

Walaupun sudah ada di era new normal, namun lo tetap saja harus mematuhi aturan social distancing #MauLagiDimanapun. Itu sebabnya konser drive-in cocok karena para peserta konser bisa duduk nyaman dan jauh dari peserta konser lainnya. Konsep drive-in ini juga dianut dalam konser The Chainsmoker. Namun sayangnya, konser ini malah menuai kontroversi.

 

Sebuah Konser Amal di Hamptons

The Chainsmokers di atas panggung sambil memegang mikrofon

Konser yang digelar oleh sebuah agensi travel dan lifestyleIn The Know Experiences” mengundang duo DJ ternama, yaitu The Chainsmokers dan DJ D-Sol. Sebanyak 2.000 orang memadati sebuah lapangan di kawasan elit Hamptons, beberapa di antaranya ada Cuba Gooding Jr., Connor Kennedy, Tyler dan Cameron Winklevoss.

Satu tiket masuk dibanderol dengan harga yang fantastis, berkisar mulai dari USD1,250 sampai USD25,000. Seluruh profit dari konser ini diamalkan ke badan No Kid Hungry, Southampton Fresh Air Home, dan Children’s Medical Fund New York. Kabarnya, The Chainsmokers juga akan menggelar konser dengan konsep drive-in di Miami, Los Angeles, Nashville, Chicago, dan Atlanta.

 

Sudah Menjalankan Prosedur Kesehatan

Penampilan drive-in concert dengan panggung megah dan rentetan mobil yang terparkir rapi

Potongan video para penonton konser ini mulai viral di Twitter dan akhirnya malah menimbulkan kontroversi. Menanggapi kritikan pedas netizen, penyelenggara konser akhirnya mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan protokol kesehatan apa saja yang dilakukan untuk menjamin konser drive-in ini aman bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa suhu setiap peserta dicek sebelum memasuki konser, kemudian masing-masing diberikan masker sebelum diperbolehkan untuk memarkir mobil di depan panggung konser. Para peserta juga nggak diperbolehkan untuk meninggalkan spot berukuran 20 x 20 inci tersebut.

Berdasarkan video yang beredar, sayangnya ada beberapa kontradiksi dari pernyataan tersebut. Sebagian besar peserta terlihat seru menari tanpa mematuhi physical distancing, beberapa bahkan nggak memakai masker. Konser drive-in yang seharusnya dinikmati dari dalam mobil malah justru menyerupai konser pada umumnya sebelum pandemi.

 

Dikecam Publik dan Pemerintah

Andrew Cuomo Gubernur New York mengenakan jas hitam, tampak bendera Amerika Serikat

Walaupun digadang sebagai konser amal, konser drive-in yang dibintangi The Chainsmokers ini dikecam publik, khususnya para pengguna Twitter. Nggak sedikit dari mereka yang mengkritik sikap acuh tak acuh dari para peserta konser yang pastinya berasal dari kalangan menengah ke atas. Netizen juga menyayangkan keputusan peserta konser untuk mengabaikan kesehatan hanya demi menonton The Chainsmokers.

Nggak hanya mengambil perhatian publik, berita ini juga sampai ke kuping Gubernur New York, Andrew Cuomo. Saat ini, konser drive-in tersebut sedang dalam tahap penyelidikan karena Cuomo bersikeras bahwa konser tersebut ilegal dan tidak mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

 

 

 

Sources: GQ, Vulture, Variety.