Perkembangan Signifikan Jazz di Bali - MLDSPOT

Perkembangan Signifikan Jazz di Bali

Tue, 31 May 2016

Tidak banyak orang tahu kalau Bali sedang membiarkan musik jazz tumbuh subur. Pulau ini punya banyak sentra pertunjukan jazz yang memberi ruang bagi musisi lokal.

Pergelaran MLD Spot Stage Bus Jazz Tour 2016 yang memasuki giliran ketujuh belas pada 28 Mei 2016 yang lalu, sebenarnya hanya merupakan salah satu contoh kecil bagaimana musik jazz diterima dengan baik oleh publik lokal Bali.

Denpasar, sebagai salah satu kotanya, merupakan bagian kecil dari perkembangan jazz yang secara signifikan sedang berlangsung di kepulauan yang akrab dengan nuansa liburan tersebut.

Kepungan pantai-pantai cantik yang tersebar di mana-mana ternyata juga ikut berpengaruh pada kondisi scene lokal. Selain Denpasar, Sanur dan Ubud juga punya pengaruh yang signifikan di dalam perkembangan scene jazz lokal Bali.

Kini, bisa dibilang, salah satu hiburan dalam agenda liburan yang dimiliki orang banyak yang datang ke Bali, adalah menikmati musik. Termasuk gelaran-gelaran jazz yang ada di banyak tempat.

Musisi jazz legendaris Indonesia, Indra Lesmana, bahkan memutuskan untuk hijrah ke Bali dan membangun seri gig reguler yang pernah ia gagas di Jakarta sebelumnya. Mostly Jazz, namanya. Seri itu berpindah ke Bali sekarang.

Nama lain yang juga tidak ketinggalan kontribusinya adalah Dewa Budjana. Gitaris jazz papan atas ini membangun museum gitarnya di Ubud, kota lain di Bali. Di sana, selain memamerkan koleksi gitarnya, secara rutin pula ia membuat berbagai pertunjukan dan mengundang banyak musisi kelas dunia untuk datang ke Bali dan mempertontonkan aksi mereka langsung di depan publik lokal.

Keterbukaan akan ide baru membuat Bali punya ruang untuk hal-hal seperti ini. Jadi, berbagai macam respon positif juga bisa dengan mudah diterima ketika mempertontonkan satu hal yang bisa dibilang menyenangkan. Di MLD Spot Stage Bus Jazz Tour 2016, Bali kebagian menyaksikan Bonita and the HUSband dan Dikta Project yang menyentuh ranah lain musik jazz. Percampuran musik yang disajikan diapresiasikan dengan baik.

Jangan heran, kalau dalam beberapa tahun ke depan, Bali bisa menjadi salah satu sentra penting perkembangan musik jazz di Indonesia.

Kupas Tuntas Sejarah Gitar dan Perkembangnya

Tue, 13 April 2021
sejarah gitar

Buat lo penggemar musik akustik pasti udah akrab dengan alat musik yang satu ini, gitar. Gitar memang menyimpan ciri khasnya tersendiri ya, bro. Dengan rangkaian senar yang tepat, bisa menghasilkan irama harmonis dan bernada merdu. Para musisi juga mengakui kalo gitar adalah salah satu instrumen yang nggak bisa dihilangkan saat tengah bermain musik.

Alat musik petik ini memang banyak digemari karena gampang dimainkan, namun masih banyak yang belum tau asal usul gitar. Pasalnya, alat musik ini menyimpan sejarah berliku dan mengalami perubahan dari tiap zaman. Biar makin tau sejarah gitar dan perkembangannya, baca tuntas artikel ini ya, bro.

Sejarah Alat Musik Gitar

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Sebenarnya asal usul alat musik petik ini masih menjadi bahan perdebatan bagi sejumlah pengamat musik. Banyak yang meyakini gitar berasal dari negara Spanyol pada abad ke-16 dari guitarra latina, alat musik abad pertengahan dengan desain berlekuk, serta dilengkapi empat senar berpasangan yang bisa menghasilkan bunyi berbeda-beda.

Pada masa itu, gitar hanya memiliki nada dasar, yaitu C – F – A – D’, penyeteman dari empat bagian tengah lute dan vihuela. Gitar abad ke-16 juga memiliki ukuran relatif lebih kecil, serta lubang suara yang belum melebar seperti gitar masa kini.

Selain itu, terdapat empat rangkaian senar yang membentang dari pegbox mirip biola ke jembatan tegangan yang direkatkan ke papan suara, atau belly penopang tarikan langsung dari senar. Di bagian perut gitar terdapat lubang suara melingkar, yang biasanya dihiasi dengan ukiran kayu mawar.

Proses Reinkarnasi yang Panjang

Seiring perkembangan zaman, gitar mengalami banyak perubahan pada instrumennya. Senar kelima ditambahkan sebelum tahun 1600, lalu pada akhir abad ke-18, berjumlah enam senar dengan sistem penyeteman yang masih sangat standar. Dari sinilah, lo bisa mengenal beberapa kunci nada seperti E – A – D – G – B – E’.

Sementara di abad ke-19, sekrup logam diganti dengan pasak penyetelan. Fret awal yang diikat diganti dengan fret gading atau logam bawaan pada abad ke-18. Fingerboard gitar juga dinaikkan sedikit di atas tingkat perut dan dibuat melebar hingga ke tepi lubang suara. Bagian tubuh gitar pun dibuat lebih luas dan lebih dangkal dengan papan suara yang sangat tipis, sehingga menghasilkan peningkatan sonoritas.

Secara internal, batang melintang yang memperkuat papan suara diganti dengan batang radial yang menyebar di bawah lubang suara. Pada bagian leher gitar yang sebelumnya dipasang pada balok kayu, dibentuk menjadi menyerupai penahan atau sepatu yang menonjol ke dalam tubuh, dan direkatkan ke belakang fungsinya untuk memberikan stabilitas terhadap tarikan senar.

Inovasi Besar pada Abad 19

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Selama abad ke-17, keberadaan gitar semakin dikenal karena popularitas lute dan vihuela menurun. Pada saat itu juga ada beberapa gitaris virtuoso menjadi terkenal di Eropa, diantaranya; Gaspar Sanz (1674-an), Robert de Visée (1650–1725), Fernando Sor (1778–1839), dan Joseph Kaspar Mertz (1806–56).

Namun akhir abad ke-19 popularitas gitar justru menyusut, tapi untungnya ada perubahan besar melalui tangan Antonio Torres, ia berhasil membuat perkembangan gitar semakin pesat. Instrumen yang dihasilkan adalah gitar klasik, dirangkai dengan tiga gut dan tiga senar sutra yang dipintal logam.

Buat lo yang belum tau, sebagian inovasi gitar pada abad ke-19 merupakan hasil karya Torres, bro. Ia menggunakan bahan nylon atau plastik untuk menghasilkan suara lebih nyaring dan merdu. Jenis gitar yang dihasilkan yaitu gitar 12-senar atau double-course, jaranan Meksiko dan charango Amerika Selatan, keduanya gitar kecil dengan five-course. Seiring berkembangnya zaman, alat musik gitar juga semakin beragam, mulai dari ukulele, gitar akustik, gitar listrik, sampai bass. Perubahan besar dimulai dari sini, bro!

Perkembangan Gitar di Indonesia

Pasti lo juga penasaran bagaimana alat musik gitar masuk ke Indonesia kan, bro? Untuk pertama kalinya masyarakat Indonesia mengenal gitar dari orang-orang Portugis yang saat itu menjadi tawanan kolonial Belanda. Biar nggak bosan di dalam tahanan, mereka berbicara dengan musik dan alat musik yang digunakan adalah gitar.

Sejak saat itu, perkembangan gitar di Indonesia semakin popular dan mulai dimainkan bersama dengan kesenian tradisional lainnya, termasuk musik keroncong. Setelah kemerdekaan, muncul beberapa gitaris tanah air seperti Linda Sukamta dan Andre Irawan, mereka berhasil memenangkan The First South East Asian Guitar Festival pada tahun 1977 dan 1978.

Meski kolonialisme meninggalkan rasa sakit, tapi melahirkan sebuah karya seni. Well, sebelum menjadi alat musik popular dan berpengaruh di dunia musik, gitar harus melalui perjalanan yang cukup panjang dan rumit ya, bro. Nah, sekarang lo udah tau kan bagaimana asal usul sejarah gitar?

 

Featured image - unsplash