• Music News
  • Bastille, Naik Ke Puncak “Gunung Popularitas” Berkat Pompeii

Bastille, Naik Ke Puncak “Gunung Popularitas” Berkat Pompeii

Tue, 28 June 2016

But if you close your eyes,

Does it almost feel like nothing changed at all?

Nggak gaul kalau lo nggak pernah denger cuplikan lirik di atas. Yup, yang jawab Pompeii dari Bastille, lo bener banget. Lagu yang ngehits banget sejak tahun 2013 ini membawa mereka ke puncak popularitas. Pompeii bahkan dapat banyak penghargaan di tahun perilisannya. Lantas, apa kisah dibalik kesuksesan Bastille? Bagaimana mereka mampu jadi yang terbaik di antara jajaran musikus dunia?

 

Berkat Pompeii

Populer berkat Pompeii, salah satu single dalam album ‘Bad Blood’, Bastille punya jenis musik yang cukup menarik. Membawa genre indie pop dan electropop, lagu-lagu dengan arena-friendly chorus membuatnya semakin banyak dikenal oleh kalangan. Dengar aja Pompeii yang langsung dikonotasikan oleh banyak orang dengan chorusnya yang berbunyi “eo eo e eo eo e”. Nggak jarang orang bahkan nggak tahu judulnya tapi langsung inget lagunya hanya dengan mendengar chorus tersebut.

Lagu-lagu mereka juga sering dijadikan soundtrack di berbagai game dan film. Lagi-lagi, Pompeii, muncul di game First Touch Soccer 15, Pro Evolution Soccer 15, serta film Mr. Peabody and Sherman yang rilis tahun 2014. Selain itu, lagu mereka yang berjudul Haunt juga muncul sebagai soundtrack di TV series Finding Carter.

 

Gagal di single pertama

Bastille sendiri merupakan band indie asal London, Inggris, yang dibentuk pada tahun 2010. Awalnya, Bastille bukanlah sebuah band, melainkan sebuah solo project penyanyi Dan Smith, yang sekarang jadi vokalis mereka. Beranggota awal Chris Wood, Will Farquarson, dan Kyle Simmons, band ini mulai merilis single 7” secara indie yang berisi dua trek lagu berjudul Flaws dan Icarus pada July 2010. Sayang single 7” tersebut nggak laku, bahkan hanya 300 copy yang terjual.

Desember 2011, Smith menandatangani kontak bersama Virgin Records. Album studio pertama mereka, Bad Blood, pun dirilis Maret 2013 dan langsung naik ke puncak UK Album Chart. Band ini bahkan sempat dinominasikan di 4 kategori pada ajang Brit Award 2014 dan memenangkan salah satu nominasi, British Breakthrough Act.

Baru-baru ini Bastille tengah bersiap untuk ngerilis album terbarunya, Wild Blood. Album ini diawali dengan single Good Grief yang baru aja dirilis beberapa hari yang lalu di Youtube. Kita tunggu aja, bakalan booming lagi nggak Bastille dengan arena-friendly chorus mereka Urbaners.

 

Source:
Wikipedia.com
bastillebastille.com

Melomaniac, Konser Virtual Garapan Java Festival Production

Wed, 08 July 2020
Artwork poster konser virtual Melomaniac dengan background abu-abu

Setiap scrolling media sosial, pasti akan melihat pengumuman pembatalan atau pengunduran jadwal konser musik yang sudah lo nantikan. Ini memang krisis buat lo para pencinta musik. Tetapi, nggak berarti lo akan kesepian #MumpungLagiDirumah. Apalagi dengan adanya inovasi konser drive-in dan konser virtual seperti Melomaniac yang baru saja digelar minggu lalu.

Melomaniac sendiri artinya orang yang menyukai lagu abnormal atau orang yang mencintai musik. Digelar oleh promotor papan atas, simak keseruan Melomaniac berikut ini.

 

Konser Virtual Gratis

Tangan membentuk hati di tengah keramaian konser musik

Peran Java Festival Production dalam aktivitas musik di Indonesia sudah nggak perlu dipertanyakan lagi. Sejak tahun 2006, promotor ini sudah sukses menggelar berbagai konser musisi lokal dan mancanegara, sekaligus festival musik yang keren banget. Sebut saja Jakarta International Java Jazz Festival, Hodgepodge Festival, dan Synchronize Fest dari sekian banyak proyek ternama promotor Java Festival Production.

Meski sekarang blantika musik tengah dilanda oleh pandemi, tetap saja Bro musik akan terus menghibur lo #MumpungLagiDirumah. Pada hari Sabtu kemarin (4/7), Java Festival Production menggelar konser virtual gratis bertajuk Melomaniac dengan tema Black American Music Edition.

Didukung oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat, konser edisi pertama ini bisa dikatakan sebagai bentuk perayaan untuk momen 4th of July atau hari kemerdekaan negara Amerika Serikat. Apalagi mengingat adanya isu rasisme yang sedang merebak di Amerika Serikat, nggak diragukan lagi kalau Melomaniac kali ini menjadi bentuk dukungan untuk gerakan #BlackLivesMatter.

 

Menyanyikan Lagu Populer dari Musisi Black Americans

Whitney Houston mengenakan atasan beige sedang bernyanyi di atas panggung

Daya tarik dari konser virtual yang satu ini adalah temanya, Bro. Nggak bisa dipungkiri kalau jejak musik para musisi Afrika Amerika sampai sekarang masih sangat lantang didengar. Bukan hanya dalam genre R&B atau hip-hop saja nih, tetapi juga mencakup lintas genre, contohnya pop, jazz, blues, dan rock.

Melomaniac dibuat oleh Java Festival Production sebagai jawab kepada para penggemar yang rindu berada di konser musik secara langsung. Event ini juga jadi bentuk dukungan pada industri musik sendiri. Dalam konser virtual ini, para pemirsa atau concert goers akan menikmati lagu-lagu dari musisi Afrika Amerika ternama, mulai dari Aretha Franklin, Marvin Gaye, Stevie Wonder, hingga Whitney Houston.

 

Daftar Penyanyi yang Bergabung

Dira Sugandi memakai dress hitam sedang bernyanyi diiringi alunan piano

Walaupun merupakan konser virtual gratis via live streaming, tetapi daftar musisi lokal yang diundang oleh Java Festival Production ini nggak main-main, Bro. Ada suara emas dari Dira Sugandi, Elfa Zulham, Sri Hanuraga, Dhani Syah, Kevin Yosua, dan Ayoe. Kualitas suaranya juga setara dengan kualitas konser internasional, kok. Lengkap dengan alat musik profesional dan sound system yang berkualitas.

Jadi, nggak terlihat ada lagging atau kesalahan teknis selama konser berjalan. Buat lo yang ketinggalan ikut Melomaniac, tenang saja. Dikarenakan ini merupakan edisi pertama, besar kemungkinan Java Festival Production akan menggelar edisi kedua dari Melomaniac. Kita tunggu saja ya, Bro!

 

 

Sources: Kumparan, Gatra, VOI.