• Music News
  • Musik-Musik yang Mengawali Revolusi Dunia

Musik-Musik yang Mengawali Revolusi Dunia

Wed, 03 August 2016

Suka musik? Apa yang lo dapatkan dari musik? Mungkin kebanyakan dari lo suka mendengarkan musik karena musik memberikan ketenangan bahkan motivasi hidup. Siapa sangka, musik berpotensi memberikan dampak yang sangat besar bagi sebuah negara. Bahkan, musik menjadi penyemangat sebuah kelompok untuk menjalankan revolusi demi merubah masa depan sebuah negara. Berikut ini adalah beberapa revolusi dunia yang dipengaruhi oleh musik.

 

Arab Spring

Arab Spring adalah sebuah revolusi yang terjadi di beberapa negara Arab yang dimulai pada akhir tahun 2010. Demonstrasi besar-besaran terjadi, terutama di Tunisia. Tuntutan mereka hanya satu, yakni turunnya Perdana Menteri Hosni Mubarak. Tak hanya turun ke jalan, aspirasi mereka juga membanjiri internet. Bahkan banyak musik yang diciptakan untuk menyemangati para demonstran. Salah satu yang terkenal adalah ketika demonstran di Tahrir Square dan menyanyikan lagu “Day of Departure” dengan lirik yang diubah menjadi “Down Hosni Mubarak ... We are not going ... We ask one thing: Leave, leave."

 

Revolusi Amerika

Ketika masa Revolusi Amerika, banyak lagu-lagu yang dimainkan oleh para tentara ketika berbaris untuk melawan Inggris baik di medan perang maupun di jalanan. Namun, Lagu-lagu revolusi seperti “American Taxation” dan “Liberty Song” dipopulerkan oleh orang-orang anti-Inggris dan pro kemerdekaan sebelum masa-masa perang tiba. Hal tersebutlah yang pada akhirnya membangkitkan semangat patriotisme untuk melawan Inggris dan merebut kemerdekaan.

 

Revolusi Perancis

Jauh sebelum “Les Miserables” terkenal di berbagai panggung, lebih dari 3.000 lagu ditulis pada masa Revolusi Perancis antara 1789 hingga 1799. Salah satunya adalah “La Marsellaise” yang merupakan lagu kebangsaan Perancis. Lagu tersebut merupakan simbol pemberontakan rakyat Perancis pada masa Perang Dunia II, dimana saat itu Nazi menguasai sebagian besar wilayah Perancis.

 

Revolusi Kuba

Meski revolusi Kuba terjadi pada tahun 1959, baru pada 1967 musik-musik Kuba memperlihatkan ide-ide politik baru. Pergerakan tersebut, yang dikenal dengan nama Nueva Trova, dipengaruhi oleh lagu-lagu rakyat tradisional dengan pesan mendukung revolusi dan anti Amerika. Bahkan banyak musisi Nueva Trova mampir ke agenda-agenda pemerintahan untuk meningkatkan semangat perjuangan.

Musik bukanlah hal yang sepele, bukan sekedar menyanyikan nada dan memetik senar gitar. Musik lebih dari itu, bahkan mengandung pesan terdalam yang mampu membangkitkan semangat seorang manusia revolusioner.

 

Source:
huffingtonpost.com

Pecinta Musik Wajib Datangi Museum Musik Indonesia di Malang

Monday, February 17, 2020 - 15:41
: Bagian depan dari Gedung Museum Musik Indonesia

Kota Malang memang menjadi salah satu kota paling populer di Indonesia. Selain memiliki banyak tempat wisata alam yang menarik, di kota ini rupanya juga memiliki museum musik yang wajib didatangi oleh para pecinta musik. Museum Musik Indonesia yang terletak di Jalan Nusakambangan No. 19, Kota Malang ini merupakan satu-satunya museum seni musik yang ada di Indonesia.

 

Punya Banyak Koleksi yang Menarik

Museum Musik di Kota Malang ini memiliki banyak koleksi yang sangat menarik. Sejak tahun 2009 sampai tahun 2018 lalu Museum Musik ini diketahui memiliki lebih dari 26 ribu koleksi yang berhubungan dengan dunia musik. Mulai dari kaset, leaflet, CD, poster, buku musik, piringan hitam, peralatan audio hingga alat musik koleksi dari para musisi. Menariknya, di museum musik ini juga terdapat kostum dari koleksi para musisi.

Koleksi yang ada di Museum Musik ini rupanya sebagian besar didapatkan dari sumbangan masyarakat baik dari Malang ataupun luar Malang. Selain itu, juga terdapat beberapa musisi yang rela turut menyumbangkan barang-barangnya untuk dijadikan koleksi di museum yang satu ini. Sekitar 60 sampai 70 persen dari koleksi yang ada di museum ini berasal dari musisi Tanah Air. Sedangkan sisanya berasal dari musisi luar negeri. Koleksi di museum ini juga terdiri dari cukup banyak genre mulai dari lagu daerah, jazz, pop, rock, latin hingga lagu anak-anak.

 

Baru Diresmikan pada Tahun 2016 Lalu

Meskipun telah memiliki jumlah koleksi yang cukup banyak, Museum Musik ini baru diresmikan pada tahun 19 November 2016 lalu. Peresmian tersebut langsung dihadiri oleh pihak Badan Ekonomi Kreatif Indonesia dan bertempat di Gedung kesenian Gajayana lantai 2 di Jalan Nusakambangan No. 19 Malang.

Museum Musik ini juga telah didaftarkan ke Kementrian Hukum dan Ham. Pemerintah Kota Malang juga telah memberikan izin kepada pengelola museum untuk menempati Gedung Kesenian Gajayana. Jadi Gedung Kesenian Gajayana telah resmi menjadi lokasi dari Museum Musik tersebut. Sebelum menempati gedung tersebut, Museum Musik ini cukup sering berpindah tempat.

Sejarah Berdirinya Museum Musik

Koleksi di museum musik yang tertata rapi di display

 

Sejarah dari Museum Musik ini cukup menarik lho, Urbaners. Berawal dari koleksi yang dimiliki oleh salah satu pendirinya, Hengki Herwanto, kemudian museum ini bisa berkembang menjadi lebih besar. Sejak sekitar tahun 2009 lalu Hengki Herwanto berencana untuk mendirikan Galeri Malang Bernyanyi dan hanya memiliki sekitar 250 koleksi saja. Koleksi yang terdiri dari CD, kaset hingga piringan hitam itu merupakan milik dari Hengki Herwanto dengan teman-temannya.

Kemudian koleksi tersebut disimpan di garasi rumah Hengki Herwanto yang berada di jalan Citarum. Galeri koleksi musik itu pun semakin dikenal luas sehingga pada tahun 2013 mereka memindahkannya di sebuah rumah kontrakan di Griya Santa. Setelah itu, baru di tahun 2016 galeri musik itu pindah ke Gedung Kesenian Gajayana dan resmi disebut sebagai Museum Musik Indonesia.

Itulah sedikit ulasan mengenai Museum Musik Indonesia yang terletak di Malang. Apakah lo berencana untuk mampir ke tempat ini saat berkunjung ke Malang?

 

Sources: jawapos.com, kumparan.com, goodnewsfromindonesia.id