Tidak Jadi Kaku ala Glenn Fredly

Thu, 25 August 2016

Jam terbang tinggi membuatnya mampu menerabas batas kaku yang diciptakan oleh barikade pembagi batas kelas dan kursi-kursi yang disusun di sebuah lapangan luas. Ia Glenn Fredly, salah satu vokalis paling hebat Indonesia.

Ada perlakuan berbeda untuk special show Prambanan Jazz 2016. Jika di sesi sebelumnya, penonton dibiarkan untuk bebas menyemut di depan panggung, maka giliran special show, semuanya diatur berdasarkan pembagi kelas. Tidak lagi berdiri, penonton kali ini diminta untuk duduk sesuai dengan nomor kursi yang telah dialokasikan sebelumnya. Kaku jadinya.

Salah satu penampil yang sepertinya terganggu dengan pengaturan seperti ini adalah Glenn Fredly. Tampil membuka special show di hari kedua, ia mengawali setnya dengan keresahan yang secara terbuka ia tunjukan kepada semua orang yang ada di berbagai macam kelas penonton itu.

Ia mengharapkan penonton untuk ikut bergoyang dan bernyanyi mengikuti lagu-lagu yang akan ia mainkan. Dengan cara jenaka yang membuat semua orang tertawa, ia menyampaikan protesnya. Lalu semena-mena, ia mengajak semua orang untuk berdiri dan bergoyang. Seluruh kelas yang memang dilengkapi dengan penyekat ruang itu pun runtuh dan cair seketika.

Pengalaman naik turun panggung yang banyak, membuatnya berhasil mengajak penonton juga turut serta menyaksikan penampilannya. Lagu-lagu hits yang segudang, seolah menyertai proses itu untuk berjalan lebih mudah.

Glenn tidak ragu untuk bercanda dengan penonton di baris depan dan menjadikan mereka obyek celaan yang mengundang tawa semua orang di lapangan luas itu. Tentu saja, yang dijadikan bahan candaan tidak keberatan dan malah tertawa bersama.

Ia memainkan formula pertunjukan yang lengkap; memainkan lagu-lagu hits yang enak untuk disajikan secara live serta mencampurnya dengan sejumlah cover songs dari Chrisye dan Iwan Fals.

Di samping materi lagu yang variatif, ia juga memberi jeda antar lagu yang sangat bagus. Topik-topik yang ia pilih berhasil mengundang senyum. Yang ia berikan memang sebuah sarana untuk bersenang-senang atas musik. Bisa dibilang, set yang dimainkan Glenn di Prambanan Jazz 2016 merupakan special show paling bagus ketimbang yang lain.

Rich Brian: DOA - Suasana Baru Dari Rapper Andalan?

Fri, 18 September 2020
Cerita dibalik video musik Rich Brian DOA

Ada suasana segar yang dibawa oleh Rich Brian di album terbarunya, 1999 – di lagu DOA. Beatnya yang dinamis, Brian seperti membawa energi baru di mana para penikmatnya, mungkin dibuat terkejut dengan musik di lagu ini. Lo sudah dengar belum bro?

Dari beberapa lagu yang termasuk di dalam album 1999, DOA menjadi salah satu lagu favoritnya. Dilansir dari tirto – DOA adalah sebuah singkatan dari Dead On Arrival. Brian menceritakan kalau lagu ini adalah tentang persaingan dengan seseorang yang memiliki peluang nol di tempat pertama.

Kalau dari segi musik, melodi yang ada di dalam lagu DOA mengingatkannya kepada salah satu grup kesukaannya, yaitu Gorillaz. Lagu ini adalah lagu yang Brian nyanyikan ketika iya merasa mesti lebih baik daripada sebelumnya secara umum.

 

DOA Jadi Energi Tersendiri Dari Brian

rich brian DOA

Credit Image: cultr.com

Mungkin kalau rapper lain bisa saja meminta mobil Lamborghini, Ferrari atau mobil sport lainnya – tapi Brian? Oh my god – dia malah pilih Civic baru. Ini cukup jadi pembeda antara Brian dan rapper lainnya.

Di dalam video musik DOA, diperlihatkan kalau Brian menghabiskan waktunya berada dengan mobilnya. Baik saat dalam perjalanan dan saat mobilnya mogok juga. Tingkah dari Brian sendiri juga menyesuaikan dengan beat dari DOA ini sendiri.

Sehingga di video musik DOA kali ini, Brian terlihat lebih ‘pecicilan’ daripada video musik lainnya. Tidak apa, sih – justru hal ini jadi penyegar dan pembeda serta warna tersendiri dari Brian untuk video musik DOA ini.

Jika ditelisik dari musiknya sendiri, Brian menceritakan kalau DOA berasal dari sesi jamming dirinya, Jacob Ray, dan Diamond Pistols, lalu dengan random Louis Bell juga datang. Brian mengaku ia menjadi penggemar musiknya walau sudah mengenalnya lama dan pada hari itu ia bekerja untuknya.

Selain DOA, di dalam album 1999, setidaknya ada beberapa lagu andalan lainnya seperti ‘Don’t Care’, ‘Love in My Pocket’, ‘Long Run’, ‘When You Come Home’, dan ‘Sins’. Nah selain DOA, ‘Sins’ juga jadi lagu andalan Brian.

Dalam pengerjaan album ini, sebagian besar materi di sini diproduksi sendiri oleh Brian. Namun tetap ada yang ia kerjakan bersama dengan Bekon & The Donuts, Diamond Pistols dan Louis Bell. Dari album 1999, ada video musik yang cukup menarik perhatian, yaitu video musik dari Love in My Pocket.

Brian menceritakan kalau video musik ini jadi favoritnya sementara ini. Video musik dari Love in My Pocket menceritakan tentang bagaimana mencoba menjadi sempurna tidak akan berhasil di sebagian besar waktu.

Bro, apakah lo tahu album 1999 ini adalah album ke berapa dari Brian? Tahun 2019 lalu, Brian merilis albumnya yang berjudul The Sailor, 2018 Head in the Clouds dan ditahun yang sama juga yaitu Amen. Ketenaran Brian berangkat ketika ia mengeluarkan single Dat $tick dan langsung direkrut oleh label 88Rising.

Wah bagaimana nih bro? Dari segala penjelasan di atas – apakah lo sendiri sudah menonton dan menikmati video musik DOA dari Rich Brian? Kalau belum, langsung saja gas dan nonton di sini ya bro!

 

Feature Image – whiteboardjournal.com