Kenapa DJ Adalah Profesi yang Sedang Digandrungi? - MLDSPOT
  • Music News
  • Kenapa DJ Adalah Profesi yang Sedang Digandrungi?

Kenapa DJ Adalah Profesi yang Sedang Digandrungi?

Fri, 16 September 2016

Dekat dengan kehidupan malam, bertemu dengan wanita-wanita cantik dan mungkin bisa bangun siang. Itu adalah sekilas kehidupan dari seorang Disc Jockey yang sekarang menjadi salah satu profesi yang sedang digandrungi. Mulai dari artis, pekerja hingga mahasiswa sudah beramai-ramai untuk belajar menjad seorang DJ handal. Sebenarnya enak nggak sih menjadi seorang DJ? Lalu yang terpinting adalah berapa bayaran seorang DJ?

 

DJ bukan sekedar memainkan lagu dan memutar tuner

Pada sekitar tahun 90an dan sebelumnya, menjadi seorang DJ adalah hal yang sangat rumit. Lo harus menyediakan piring hitam dulu, lalu berlatih setidaknya 5-6 jam sehari untuk mendapatkan musik yang enak didengar. Bahkan jika seorang DJ nggak memiliki turn table, maka DJ tersebut harus otodidak dan berimprovisasi ketika manggung. Tetapi sekarang, seorang DJ sudah bisa menyiapkan CD sendiri dengan lagu yang sudah siap dimainkan. Ketika di atas panggung, tinggal mixing tuner.

Seorang DJ memang bukan sekedar memainkan lagu di atas panggung. Tetapi mengaransemen sebuah lagu, membuat sebuah lagu sesuai ciri khas masing-masing. Tetapi pada kenyataannya, sekarang masih banyak DJ yang memainkan lagu orang lain dengan sedikit mixing. Seorang DJ seharusnya bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menciptakan musik yang sempurna. Ketika di atas panggung, sang DJ hanya memainkan beberapa tune agar pas dengan suasana café atau bar.

 

Berapa bayaran seorang DJ?

Lalu apakah dengan banyaknya orang yang berlomba-lomba menjadi seorang DJ ini menandakan gaji atau bayaran seorang DJ ini sangat banyak? Jawabannya nggak Urbaners. Seorang DJ pemula malah nggak mendapatkan bayaran untuk manggung. Lalu bagaimana dengan bayaran seorang residence DJ? Biasanya seorang DJ tetap ini mendapatkan gaji sebesar 1 sampai 2 juta rupiah per bulannya. Jika ada event, baru mendapatkan honor tambahan sekitar 500 ribu sampai 1 juta.

Jadi pada intinya adalah menjadi seorang DJ ini bukan menjadi profesi yang mudah. Karena banyak sekali yang menjadi DJ, persaingan pada pekerjaan ini juga menjadi yang sangat ketat.

 

Source: artofmanliness.com

Perjalanan Joey Alexander dari Grammy sampai Sekarang

Sat, 27 February 2021
Joey Alexander

Di tahun 2016 & 2017 lalu, Indonesia sempat digemparkan dengan nama Joey Alexander – well, siapa yang nggak kenal dengan pianist muda yang berhasil masuk nominasi Grammy Awards di usianya yang masih sangat belia saat itu?

Dua tahun berturut-turut berhasil masuk nominasi Grammy Awards di umur 13 tahun, Joey Alexander berhasil membawa bangga nama Indonesia ke kancah internasional dengan single debutnya yaitu My Favorite Thing.

Setelah 5 tahun berlalu, gimana kabar Joex Alexander sekarang ya, bro? beranjak menjadi seorang remaja, pastinya udah banyak banget perkembangannya. Denger-denger, Joey juga udah ngerilis 5 album loh!

Di artikel ini, MLDSPOT bakalan mengulik gimana kabar Joey Alexander setelah 5 tahun berlalu dari Grammy Awards dan gimana kesehariannya sekarang. Langung aja selengkapnya simak di bawah ini ya!

Grammy Awards: Bukti Pribadi Joey Rendah Hati

Joey Alexander

Credit image – Liputan6

Di 2016 hingga 2017 lalu, keberhasilan namanya dalam menjadi nominasi di Grammy Awards emang menjadi titik balik dari karir seorang Joey Alexander. Gimana nggak – di usia yang belum genap 13 tahun saat itu, Joey berhasil menjadi musisi termuda yang masuk ke dalam nominasi kategori Jazz dan meraih nominasi dua sekaligus – pertama dari Indonesia!

Joey sendiri mengaku, momen masuk sebagai nominasi dengan pencapaiannya ini – ia nggak berharap banyak untuk menang. Ketika dinominasikan untuk pertama kali, pastinya Joey kaget dan nggak nyangka sama sekali. Tapi ketika pada hari pengumuman dan ternyata nggak menang – Joey nggak berkecil hati, karena baginya inilah hal yang harus dikembangkan olehnya untuk menciptakan karya yang lebih baik lagi.

Dengan keberhasilannya ini, Joey mengatakan bahwa keberhasilannya dalam meraih Grammy Awards ini bukanlah hal yang mudah. Namun ia bersyukur memiliki lingkungan yang supportif – baik menang atau kalah, itu semua hanya menjadi bagian dalam hidupnya untuk menjadi lebih baik dan berkembang.

Musik Jazz bagi Joey Alexander

Awal mula perjalanan musik Joey dimulai dari kecintaan ayahnya dalam bermusik – meskipun nggak secara profesional. Namun sejak bersama ayahnya, kecintaan Joey akan musik pun menjadi tumbuh. Menurut Joey, ketika ia memainkan musik ia merasakan sesuatu yang menyenangkan dalam dirinya tumbuh.

Memulai perjalanan bermusiknya di Bali, Joey mengaku nggak nyangka kalau hidupnya akan menjadi berada dalam lingkup musik – apalagi di genre Jazz. Musik Jazz sendiri bagi Joey punya kekuatan sendiri yang nggak dimiliki oleh genre musik lainnya.

Bagi Joey, musik Jazz seakan punya bahasa tersendiri dalam musik yang bisa menyampaikan pesan serta menyatukan orang yang berbeda dari seluruh dunia – Jazz udah whole different level deh buat Joey!

Dari Bali hingga New York

Joey Alexander

Credit image – Spotify

Seperti yang diketahui, Joey melebarkan sayapnya lebih besar di negeri paman sam – tepatnya New York, dibandingkan di tanah kelahirannya sendiri. Meskipun begitu, Joey tetap Bali spesial tersendiri di dalam hatinya.

Bali dan New York sama-sama membawa inspirasi bagi Joey dalam bermusik, namun kedua tempat ini memiliki sisi yang berbeda dalam diri Joey dalam menciptakan musik. Hal ini dibuktikan dengan 5 album yang telah dirilis oleh Joey.

4 album dengan berbahasa Inggris dan 1 album dengan bahasa Indonesia ini sebenarnya tidak memiliki makna yang spesifik. Karena pada dasarnya dalam menamakan album Joey berdasarkan komposisi asli dari album Live-nya.

Album terakhir Joey – Warna, dibuat untuk menceritakan kepribadian, suara, dan gaya seorang pemusik yang bermain dengannya. Di album terbarunya ini Joey juga mencoba gaya musik dan komposisi yang berbeda. Seakan ingin memberikan warna baru, di album ini Joey mencoba menghadirkan nuansa ‘lokal’ dalam albumnya.

Karier bermusik Joey emang udah nggak perlu diragukan lagi. Bukan cuma Grammy Awards aja, bahkan Joey juga pernah menjadi TED Speaker dalam acara TedX Talk, bro!

Di usia muda dan pencapaian yang dimilikinya ini jadi kisah inspiratif banget buat dikulik ya. Dari Joey kita juga belajar – nggak perlu berpikir panjang untuk mencoba hal baru, yang penting – mulai aja dulu!

 

Feature image - NPR