Tom Rosenthal Bermusik Untuk Hidup

Mon, 07 November 2016

Dari semua lagu yang diciptakan oleh Tom Rosenthal, ternyata nggak yang menceritakan tentang pacarnya, mantan pacarnya atau kekasih idamannya. Semua lagu Tom Rosenthal ini berasal dari cerita-cerita atau pengalaman yang dilihatnya sendiri. Menariknya lagi nih Urbaners, beberapa media musik di Inggris melabeli Tom Rosenthal ini sebagai pemusik sekaligus pencipta lagu yang terbaik tetapi nggak terkenal.

 

Tom Rosenthal seakan tenggelam di dalam lagunya sendiri

Entah apakah ini cita-cita yang diimpikan Tom Rosenthal, dalam setiap video klipnya, hampir nggak ada wajah dirinya bernyanyi. Di dalam videonya hanya ada ilustrasi tentang lagu yang bakal ngebuat lo semakin tenggelam bersama lagu tersebut. Ketika Tom membuat lagu, itu berarti dia sedang membuat mahakarya. Ketika yang keluar adalah lagu berdurasi 2 menit, dia akan menulis lagu 2 menit. Ketika lagunya 10 menit, ya dirinya akan membuat lagu tersebut durasi 10 menit. Tujuan bermusik adalah untuk hidup, bahkan mungkin lebih dari itu.

 

Apakah Tom ini egois?

Buka YouTube dan coba dengarkan lagu random dari Tom Roshental. Maka lo akan mendengarkan ada hanya dua suara, pertama suara dari Tom dan yang kedua adalah aransemen musik. Entah itu gitar, piano atau ukulele. Menariknya semuanya dimainkan sendiri oleh Tom Roshental. Jadi jangan harap lo mendengar musik yang sedikit keras karena hampir semua musik Tom ini adalah egois, karena dirinya sendiri yang bermain.

Tetapi bukan berarti media Inggris ini meremehkan musik dari Tom. Mereka malah memuji Tom dengan sebutan one of a kind. Karena selama ini jarang ada pemusik solo yang bisa bermain musik piano, gitar, ukulele dan alat-alat musik yang lain sekaligus. Tom membuat musik dengan keinginannya sendiri, nggak peduli apakah musiknya akan didengarkan oleh banyak orang, mendapatkan penghargaan atau yang lain. Tom hanya bermusik untuk menyalurkan hasrat, passion serta kesukaannya.

 

Source: sabotagetimes.com

The Chainsmokers Tuai Kontroversi Usai Gelar Konser Drive-In

Fri, 07 August 2020
Duo DJ The Chainsmokers mengenakan kemeja hitam dan putih di atas panggung sambil memegang piala

Pandemi COVID-19 yang masih belum berujung ini tampaknya mulai membuat banyak orang merasa bosan. Wajar saja, berbagai industri hiburan dunia mengalami hiatus sementara, mulai dari perfilman hingga musik. Itu sebabnya tercipta ide untuk menggelar konser drive-in yang menjanjikan pengalaman konser yang nggak kalah seru.

Walaupun sudah ada di era new normal, namun lo tetap saja harus mematuhi aturan social distancing #MauLagiDimanapun. Itu sebabnya konser drive-in cocok karena para peserta konser bisa duduk nyaman dan jauh dari peserta konser lainnya. Konsep drive-in ini juga dianut dalam konser The Chainsmoker. Namun sayangnya, konser ini malah menuai kontroversi.

 

Sebuah Konser Amal di Hamptons

The Chainsmokers di atas panggung sambil memegang mikrofon

Konser yang digelar oleh sebuah agensi travel dan lifestyleIn The Know Experiences” mengundang duo DJ ternama, yaitu The Chainsmokers dan DJ D-Sol. Sebanyak 2.000 orang memadati sebuah lapangan di kawasan elit Hamptons, beberapa di antaranya ada Cuba Gooding Jr., Connor Kennedy, Tyler dan Cameron Winklevoss.

Satu tiket masuk dibanderol dengan harga yang fantastis, berkisar mulai dari USD1,250 sampai USD25,000. Seluruh profit dari konser ini diamalkan ke badan No Kid Hungry, Southampton Fresh Air Home, dan Children’s Medical Fund New York. Kabarnya, The Chainsmokers juga akan menggelar konser dengan konsep drive-in di Miami, Los Angeles, Nashville, Chicago, dan Atlanta.

 

Sudah Menjalankan Prosedur Kesehatan

Penampilan drive-in concert dengan panggung megah dan rentetan mobil yang terparkir rapi

Potongan video para penonton konser ini mulai viral di Twitter dan akhirnya malah menimbulkan kontroversi. Menanggapi kritikan pedas netizen, penyelenggara konser akhirnya mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan protokol kesehatan apa saja yang dilakukan untuk menjamin konser drive-in ini aman bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa suhu setiap peserta dicek sebelum memasuki konser, kemudian masing-masing diberikan masker sebelum diperbolehkan untuk memarkir mobil di depan panggung konser. Para peserta juga nggak diperbolehkan untuk meninggalkan spot berukuran 20 x 20 inci tersebut.

Berdasarkan video yang beredar, sayangnya ada beberapa kontradiksi dari pernyataan tersebut. Sebagian besar peserta terlihat seru menari tanpa mematuhi physical distancing, beberapa bahkan nggak memakai masker. Konser drive-in yang seharusnya dinikmati dari dalam mobil malah justru menyerupai konser pada umumnya sebelum pandemi.

 

Dikecam Publik dan Pemerintah

Andrew Cuomo Gubernur New York mengenakan jas hitam, tampak bendera Amerika Serikat

Walaupun digadang sebagai konser amal, konser drive-in yang dibintangi The Chainsmokers ini dikecam publik, khususnya para pengguna Twitter. Nggak sedikit dari mereka yang mengkritik sikap acuh tak acuh dari para peserta konser yang pastinya berasal dari kalangan menengah ke atas. Netizen juga menyayangkan keputusan peserta konser untuk mengabaikan kesehatan hanya demi menonton The Chainsmokers.

Nggak hanya mengambil perhatian publik, berita ini juga sampai ke kuping Gubernur New York, Andrew Cuomo. Saat ini, konser drive-in tersebut sedang dalam tahap penyelidikan karena Cuomo bersikeras bahwa konser tersebut ilegal dan tidak mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

 

 

 

Sources: GQ, Vulture, Variety.