Home Music Made in Purwokerto: Mutiara

Made in Purwokerto: Mutiara

Monday, November 21, 2016 - 11:18
Bagikan
Facebook Twitter Email

Satu bukti nyata bagaimana musik bisa menyebar layaknya virus yang menjangkiti orang banyak adalah Mutiara.

Mutiara berasal dari Purwokerto, sebuah kota yang sama sekali tidak ada di dalam peta produsen musisi berkarakter kuat di Indonesia. Selama ini, status kota itu hanya merupakan tempat singgah bagi berbagai pertunjukan musik yang sedang tur keliling Indonesia.

Secara khusus, Purwokerto mengalami perkembangan yang sangat pesat untuk urusan proses kreatif. Musik termasuk bidang yang kebagian giliran. Di kalangan anak muda, ada banyak hal baru dieksplorasi. Mutiara, yang telah merilis sebuah mini album ini, adalah contohnya.

Kiprahnya tidak biasa. Kabar menyebar dan ia kini mulai tampil keluar dari kotanya sendiri. Salah satu pertunjukan yang menyita perhatian adalah set 45 menitnya di Ngayogjazz 2016. Menariknya, ia sama sekali tidak canggung mempertontonkan musiknya yang kental aura bluesnya.

Dengan gitar Ephiphone kuning, ia naik ke panggung dan memimpin band pengiringnya. Masih canggung berinteraksi dengan orang, layaknya seorang pendatang baru. Perempuan dengan gitar listrik, bukanlah pemandangan yang bisa sering ditemukan di panggung-panggung musik.

Di festival jazz desa ini, Mutiara memperkenalkan materi-materi dari debut mini albumnya dan sejumlah materi cover. Yang ia rekam, entah mengapa, nampak lebih bertenaga jika dimainkan di atas panggung. Ia dan bandnya merupakan tipikal band panggung yang memang mendapat bensin dari kiriman energi dari penonton. Proses itu terjadi dengan baik karena memang Mutiara datang dengan upaya yang terasa jujur.

Ada aura bintang yang sedang menunggu terang di dalam penampilannya.

Indonesia, mencatat banyak nama penyanyi perempuan yang memang berhasil menulis ceritanya dengan musik ciptaan sendiri. Setelah generasinya Yura Yunita dan Danilla, nampaknya Mutiara menjadi yang berikutnya.

Fakta pendukung bahwa ia berasal dari Purwokerto menambahkan bahwa musik sekarang makin punya batasan yang lebih luas. Benar, memang kota besar masih mendominasi talenta-talenta baru, tapi kota-kota kecil pun punya suara untuk didengar.

Debut mini album Mutiara, Gasebu, telah beredar luas. Kalau memang belum punya kesempatan untuk menyaksikannya bermain live di atas panggung, segeralah mencarinya. Yang datang ke Ngayogjazz 2016 kemarin, beruntung, bisa menyaksikan seorang bintang sedang meretas jalan ke masa depan.