Ngayogjazz: Festival Desa Favorit Indonesia - MLDSPOT
  • Music News
  • Ngayogjazz: Festival Desa Favorit Indonesia

Ngayogjazz: Festival Desa Favorit Indonesia

Mon, 21 November 2016

Alam desa yang sekilas nampak tradisional, menjelma menjadi kawasan internasional di mana banyak orang dengan kulit berbeda warna dan dialek tumpah ruah jadi satu. Untuk musik yang selalu perlu dirayakan.

Ngayogjazz telah memasuki tahun kesepuluh penyelenggaraannya. Sudah berlangsung lama dan terus menerus pindah tempat untuk mencari pengalaman baru. Ada yang sama: Puluhan ribu orang meluangkan waktu mereka untuk menyusuri pematang sawah, siap menerjang hujan serta mengalami macet panjang guna mencapai lokasi festival.

Kepasrahan yang berlangsung setiap tahun itu menjadi semacam kompensasi pengalaman yang memang layak dibela. Semua pihak yang turut serta di festival itu, selalu siap untuk menukar apapun kenyamanan dimiliki dengan musik yang dimainkan secara konstan di sejumlah panggung yang tersebar di beberapa lokasi desa.

Setiap tahun, desa yang dipilih selalu berganti. Ada baiknya, karena dengan sendirinya, ini memunculkan potensi-potensi beda dari keberagaman kehidupan menarik milik Jogjakarta sekaligus memeratakan datangnya pengalaman seru menjadi tuan rumah sebuah festival jazz yang benar-benar menerabas kelas sosial dan berstatus untuk semua kalangan.

Selalu menarik rasanya melihat semua pihak menyiapkan diri dan fokus pada peran mereka. Tahun ini, misalnya, Harvey Malaiholo yang tampil bersama Shadow Puppets, harus naik panggung di sebuah rumah di sisi jalan desa. Harvey yang tampil dengan dandanan khasnya dan reputasi segudang, nampak berhasil menyesuaikan diri dengan kesederhanaan yang ditawarkan lokasi pertunjukannya. Ia nampak berhasil menyatu dengan kondisi festival. Rasanya semua penampil mengalaminya.

Yang juga menarik adalah pertemuan reguler berbagai macam komunitas jazz yang tersebar dari beberapa kota. Masing-masing diberi porsi yang cukup oleh Ngayogjazz untuk ikut serta di dalam festival ini dan mempertontonkan karya mereka ke publik yang lebih luas.

Keberhasilan untuk selalu dekat di hati penontonnya, bisa jadi disusun oleh kemampuan baik membuat program acara. Perpaduan antara nama besar, perwakilan komunitas, seni daerah dan mereka yang baru memulai karir, nampak begitu nyata. Kelebihan Ngayogjazz ada di sini sehingga apapun yang disajikan, sudah pasti menjadi santapan enak untuk orang.

Tahun ini, festival dipuncaki oleh kehadiran Fariz RM yang memang sudah lama ditunggu-tunggu kehadirannya. Penampilan cemerlang dari Bonita & the Hus BAND serta Risky Summerbee and the Honeythief juga mencuri perhatian.

Seperti biasa, ini festival yang komplit. Pengalaman yang diberikan pun luas biasa berkesan. Yang jelas, tahun ini tidak hujan dan air berganti menjadi debu pematang yang mengepul pelan-pelan. Jaya selalu, Ngayogjazz. Sampai jumpa tahun 2017. 

Balutan Jazz dan Lo-Fi dalam Album Sleepless Night Indra Lesmana

Thu, 04 March 2021
Indra Lesmana

Musik jazz emang nggak ada matinya – bahkan dari perkembangannya sejak 1919 masuk ke Indonesia, musik jazz udah berkembang banget. Terkenal sebagai musik yang nggak ada matinya, musisi jazz di Indonesia pun semakin berkembang.

Tapi dari berkembangnya musisi jazz di masa sekarang, lo pastinya nggak boleh lupa dengan orang musisi terdahulu Indonesia yang ikut mengembangkan industri musik jazz di Indonesia – salah satunya Indra Lesmana.

Indra Lesmana pada bulan September 2020 lalu sempat merilis album bertajuk Sleepless Nights. Album yang menghadirkan sentuhan musik jazz dengan nuansa lo-fi dijamin bakal bikin lo ketagihan buat denger deh!

Di album ke-27, Indra Lesmana mencoba membuat sesuatu yang berbeda dan mencoba mengikuti tren yang sedang diminati saat ini. Memulai karyanya sejak tahun 1978, apa yang istimewa dari album baru Indra Lesmana ini?

Meskipun sudah terlampau 6 bulan, MLDSPOT mencoba mengupas tuntas album baru dari Indra Lesmana ini. Selengkapnya langsung aja simak ulasan di bawah ini, bro!

Memproduksi Semuanya Sendiri

Indra Lesmana

Credit image – Dok. MLDSPOT

Mengeluarkan album di era new normal ini pastinya bukan hal yang mudah. Tapi hal ini berhasil ditepis oleh Indra Lesmana dan membuat album Sleepless Night dengan hasil yang sangat ciamik ini.

Dikarenakan keadaan ini, Indra Lesmana nggak bisa bertemu dengan banyak orang dan juga nggak banyak melibatkan banyak pihak. Akhrinya, Indra menyelesaikan album ini dengan semuanya sendiri, bro!

Dengan produksi musik mulai dari aransemen, memainkan alat musiknya, merekam instrumen dari keyboards, gitar, saxophone, hingga proses mixing dan mastering. Dengan seluruh kesulitan yang ada, Indra Lesmana mengaku sangat enjoy menjalani hal ini dengan sendirian.

“Di era new normal ini, kemampuan bermusik saya harus saya kembangkan dan saya harus tetap berkeasi meskipun di rumah secara mandiri” ujarnya pada Antara News.

Wah, emang nggak heran kalau Indra Lesmana dinobatkan jadi musisi jazz paling keren abad ini ya, bro!

Balutan Jazz dan Lo-fi

Mendengarkan musik jazz rasanya udah biasa – terlebih musik jazz pun sekarang udah bisa lo nikmatin di mana-mana. Tapi untuk genre lagu lo-fi, apakah sebelumya lo udah pernah denger?

Untuk lo yang suka dengerin lagu lewat Youtube, lo-fi sepertinya udah bukan hal yang asing lagi untuk lo dengar. Lo-fi atau yang memiliki artu low fidelity adalah jenis musik yang direkam dengan peralatan sederhana dan hasilnya sangat sederhana, namun hasil musiknya sangat menenangkan.

Di album Slepless Night ini Indra sukses menggabungkan jazz dengan sentuhan lo-fi ke dalam 6 tracks yang ada di album ini, di antaranya:"It Could Happen To You","You Don’t Know What Love Is","What Are You Doing The Rest Of Your Life”, "But Beautiful", "Someone To Watch Over Me", dan "The Nearness Of You".

Perjalanan Karir Indra Lesmana

Indra Lesmana

Credit image – Dok. MLDSPOT

Sejak 1978, Indra Lesmana udah total mengeluarkan 27 album – dan Sleepless Night merupakan album terakhirnya yang mencoba untuk menjangkau para penikmat musik masa kini. Indra Lesmana mengaku agak kesulitan untuk menyamakan selera dan juga mengikuti industri musik jazz saat ini.

Indra Lesmana mengaku, perjalanan berkarirnya dalam dunia musik sudah melintasi waktu dan menyentuh banyak generasi. Baginya, memproduksi musik yang bisa dinikmati oleh semua kalangan menjadi sebuah bentuk apresiasi diri.

Pastinya nggak mudah bagi Indra Lesmana untuk menciptakan lagu dengan menggabungkan genre lain selain jazz dalam albumnya, but, guess what? He did it!

Album yang bisa menemani waktu senggang dan nyantai ini sudah tersedia di seluruh platform musik digital dan bisa lo nikmati kapan aja, enjoy!

 

Feature image – Indra Lesmana