Konser 4 Kota The Trees and The Wild - MLDSPOT

Konser 4 Kota The Trees and The Wild

Thu, 24 November 2016

Lo mungkin sudah jarang dengar nama The Trees and The Wild. Ya, setelah vakum selama 7 tahun, beberapa bulan yang lalu band indie asal Bekasi ini baru aja merilis album terbarunya yang diberi judul Zaman, Zaman. Tapi sekarang bukan albumnya yang jadi berita, tapi tur konser 4 kota yang bakal mereka lakukan dalam waktu dekat. Bagaimana persiapan mereka?

 

Dapat kaset gratis

The Trees and The Wild bakal ngadain konser di 4 kota dalam waktu dekat. Konser bertajuk I’ll Believe in Anything Tour ini rencananya akan diselenggarakan di Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. Konser pertama diadakan di Instutut Francais Indonesia, Jakarta pada tanggal 19 November. Menariknya, setiap penonton yang membeli tiket konser di Jakarta tersebut akan mendapatkan album terbaru mereka, Zaman, Zaman dalam bentuk kaset. Belum diketahui apakah hal tersebut akan dilakukan di kota lain.

Remedy Waloni, salah satu anggota band, menyebutkan bahwa konser mereka kali ini bertujuan untuk memberikan sesuatu yang berbeda. Bila biasanya pengunjung konser berpikir tentang maksud dari lagu yang dibawakan oleh penampil, di konser ini justru Remedy ingin agar mereka menikmati musik secara naif tanpa embel-embel selera atau hal politis.

 

Kotor adalah estetika

Remedy mengaku, nama tur konser ini diambil dari salah satu lagu karya Wolf Parade yang berjudul I’ll Believe in Anything. Hal ini berdasarkan pengalamannya ketika menginterpretasikan lagu tersebut. Menurutnya, mungkin saja interpretasinya bukan tentang apa yang dia pikirkan. Dan inilah yang jadi alasan mengapa judul lagu ini bakalan cocok untuk nama konsernya nanti.

Di album terbarunya kemarin, The Trees and The Wild ingin memperkenalkan sebuah konsep bermusik yang berbeda, Lo-Fi. Dalam Lo-Fi, sebuah musik dikemas secara kotor. Ada noise dibalik melodi, bahkan lo bakalan sulit mendengar lirik yang diungkapkan dalam lagu tersebut. Menurut mereka, suara yang ‘kotor’ memberikan estetika tersendiri dalam bermusik. Bahkan, ketika dinikmati dalam bentuk kaset, suara musik akan jauh lebih kotor serta memiliki nilai lain.

Tertarik untuk datang di konser mereka? Tunggu aja pengumumannya di kota-kota yang disebutkan di atas.

 

Source: detik.com, rollingstones.co.id

Balutan Jazz dan Lo-Fi dalam Album Sleepless Night Indra Lesmana

Thu, 04 March 2021
Indra Lesmana

Musik jazz emang nggak ada matinya – bahkan dari perkembangannya sejak 1919 masuk ke Indonesia, musik jazz udah berkembang banget. Terkenal sebagai musik yang nggak ada matinya, musisi jazz di Indonesia pun semakin berkembang.

Tapi dari berkembangnya musisi jazz di masa sekarang, lo pastinya nggak boleh lupa dengan orang musisi terdahulu Indonesia yang ikut mengembangkan industri musik jazz di Indonesia – salah satunya Indra Lesmana.

Indra Lesmana pada bulan September 2020 lalu sempat merilis album bertajuk Sleepless Nights. Album yang menghadirkan sentuhan musik jazz dengan nuansa lo-fi dijamin bakal bikin lo ketagihan buat denger deh!

Di album ke-27, Indra Lesmana mencoba membuat sesuatu yang berbeda dan mencoba mengikuti tren yang sedang diminati saat ini. Memulai karyanya sejak tahun 1978, apa yang istimewa dari album baru Indra Lesmana ini?

Meskipun sudah terlampau 6 bulan, MLDSPOT mencoba mengupas tuntas album baru dari Indra Lesmana ini. Selengkapnya langsung aja simak ulasan di bawah ini, bro!

Memproduksi Semuanya Sendiri

Indra Lesmana

Credit image – Dok. MLDSPOT

Mengeluarkan album di era new normal ini pastinya bukan hal yang mudah. Tapi hal ini berhasil ditepis oleh Indra Lesmana dan membuat album Sleepless Night dengan hasil yang sangat ciamik ini.

Dikarenakan keadaan ini, Indra Lesmana nggak bisa bertemu dengan banyak orang dan juga nggak banyak melibatkan banyak pihak. Akhrinya, Indra menyelesaikan album ini dengan semuanya sendiri, bro!

Dengan produksi musik mulai dari aransemen, memainkan alat musiknya, merekam instrumen dari keyboards, gitar, saxophone, hingga proses mixing dan mastering. Dengan seluruh kesulitan yang ada, Indra Lesmana mengaku sangat enjoy menjalani hal ini dengan sendirian.

“Di era new normal ini, kemampuan bermusik saya harus saya kembangkan dan saya harus tetap berkeasi meskipun di rumah secara mandiri” ujarnya pada Antara News.

Wah, emang nggak heran kalau Indra Lesmana dinobatkan jadi musisi jazz paling keren abad ini ya, bro!

Balutan Jazz dan Lo-fi

Mendengarkan musik jazz rasanya udah biasa – terlebih musik jazz pun sekarang udah bisa lo nikmatin di mana-mana. Tapi untuk genre lagu lo-fi, apakah sebelumya lo udah pernah denger?

Untuk lo yang suka dengerin lagu lewat Youtube, lo-fi sepertinya udah bukan hal yang asing lagi untuk lo dengar. Lo-fi atau yang memiliki artu low fidelity adalah jenis musik yang direkam dengan peralatan sederhana dan hasilnya sangat sederhana, namun hasil musiknya sangat menenangkan.

Di album Slepless Night ini Indra sukses menggabungkan jazz dengan sentuhan lo-fi ke dalam 6 tracks yang ada di album ini, di antaranya:"It Could Happen To You","You Don’t Know What Love Is","What Are You Doing The Rest Of Your Life”, "But Beautiful", "Someone To Watch Over Me", dan "The Nearness Of You".

Perjalanan Karir Indra Lesmana

Indra Lesmana

Credit image – Dok. MLDSPOT

Sejak 1978, Indra Lesmana udah total mengeluarkan 27 album – dan Sleepless Night merupakan album terakhirnya yang mencoba untuk menjangkau para penikmat musik masa kini. Indra Lesmana mengaku agak kesulitan untuk menyamakan selera dan juga mengikuti industri musik jazz saat ini.

Indra Lesmana mengaku, perjalanan berkarirnya dalam dunia musik sudah melintasi waktu dan menyentuh banyak generasi. Baginya, memproduksi musik yang bisa dinikmati oleh semua kalangan menjadi sebuah bentuk apresiasi diri.

Pastinya nggak mudah bagi Indra Lesmana untuk menciptakan lagu dengan menggabungkan genre lain selain jazz dalam albumnya, but, guess what? He did it!

Album yang bisa menemani waktu senggang dan nyantai ini sudah tersedia di seluruh platform musik digital dan bisa lo nikmati kapan aja, enjoy!

 

Feature image – Indra Lesmana