Rae Sremmurd, Berawal Dari Ruang Bawah Tanah Sang Bunda - MLDSPOT
  • Music News
  • Rae Sremmurd, Berawal Dari Ruang Bawah Tanah Sang Bunda

Rae Sremmurd, Berawal Dari Ruang Bawah Tanah Sang Bunda

Mon, 19 December 2016

Mungkin lo jarang mendengar atau setidaknya membaca nama Rae Sremmurd sebelumnya. Meskipun nggak seberapa populer di Indonesia, namun di Amerika Serikat, duo rapper yang satu ini bisa dibilang sedang naik daun. Masih muda, lagu-lagu yang mereka buat tergolong sebagai favorit pecinta genre lagu hip hop. Siapa sangka, awal mula penampilan Rae Sremmurd justru di ruangan bawah tanah milik ibunya!

 

Masih muda namun banyak karya

Belum pernah dengar Rae Sremmurd? Duo hip hop ini terdiri atas adik kakak, Khalif ‘Swae Lee’ Brown dan Aaquil ‘Slim Jxmmi’ Brown. Swae Lee adalah pria kelahiran 1993, sedangkan sang adik, Slim Jxmmi, kelahiran tahun 1995. Beberapa lagu yang paling populer dari Rae Sremmurd adalah No Flex Zone dan No Type. Dua lagu tersebut masuk ke tangga lagu Billboard Hot 100 di Amerika Serikat dengan peringkat 36 dan 16 berturut-turut.

Ketika lo mendengar musik-musik yang mereka ciptakan, sekilas lo akan ingat lagu-lagu milik Drake. Dan meskipun keduanya masih tergolong muda, suara keduanya terdengar cukup berat bahkan nggak terlalu kedengaran kalau mereka masih muda.

 

Dua album, sering kolaborasi

Duo ini sebenarnya sudah tampil sejak tahun 2013 dengan nama Dem Outta St8 Boyz. Awalnya, duo hip hop ini hanya tampil sebatas pesta rumahan, bar, bahkan ruang bawah tanah milik ibu mereka. Saat itu, Swae Lee masih berjuluk Kid Krunk, sedangkan Slim Jxmmi punya nama panggung Caliboy.

Di awal tahun 2014, Dem Outta St8 Boyz bergabung dengan EarDrummers Entertainment. Di sinilah mereka mengganti nama grup duo dengan Rae Sremmurd yang merupakan kebalikan dari “Ear Drummers”. Album debut mereka, SremmLife, yang dirilis pada tahun 2015 menempati urutan ke 5 di Billboard 200 Amerika Serikat. Salah satu singlenya, No Flex Zone, kemudian di-remix dan dinyanyikan bersama dengan Nicki Minaj dan Pusha T. Bulan Agustus 2016, giliran album kedua, SremmLife 2, dirilis. Salah satu singlenya yang berjudul Black Beatles jadi andalan dalam album ini.

 

Ingin nikmati lagu-lagu milik Rae Sremmurd? Sebaiknya nikmati dulu Burn Slow yang merupakan single Wiz Khalifa featuring Rae Sremmurd. Baru nanti, No Flex Zone dan No Type bisa jadi awal untuk mengenal hip hop yang nigga banget ini.

Kupas Tuntas Sejarah Gitar dan Perkembangnya

Tue, 13 April 2021
sejarah gitar

Buat lo penggemar musik akustik pasti udah akrab dengan alat musik yang satu ini, gitar. Gitar memang menyimpan ciri khasnya tersendiri ya, bro. Dengan rangkaian senar yang tepat, bisa menghasilkan irama harmonis dan bernada merdu. Para musisi juga mengakui kalo gitar adalah salah satu instrumen yang nggak bisa dihilangkan saat tengah bermain musik.

Alat musik petik ini memang banyak digemari karena gampang dimainkan, namun masih banyak yang belum tau asal usul gitar. Pasalnya, alat musik ini menyimpan sejarah berliku dan mengalami perubahan dari tiap zaman. Biar makin tau sejarah gitar dan perkembangannya, baca tuntas artikel ini ya, bro.

Sejarah Alat Musik Gitar

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Sebenarnya asal usul alat musik petik ini masih menjadi bahan perdebatan bagi sejumlah pengamat musik. Banyak yang meyakini gitar berasal dari negara Spanyol pada abad ke-16 dari guitarra latina, alat musik abad pertengahan dengan desain berlekuk, serta dilengkapi empat senar berpasangan yang bisa menghasilkan bunyi berbeda-beda.

Pada masa itu, gitar hanya memiliki nada dasar, yaitu C – F – A – D’, penyeteman dari empat bagian tengah lute dan vihuela. Gitar abad ke-16 juga memiliki ukuran relatif lebih kecil, serta lubang suara yang belum melebar seperti gitar masa kini.

Selain itu, terdapat empat rangkaian senar yang membentang dari pegbox mirip biola ke jembatan tegangan yang direkatkan ke papan suara, atau belly penopang tarikan langsung dari senar. Di bagian perut gitar terdapat lubang suara melingkar, yang biasanya dihiasi dengan ukiran kayu mawar.

Proses Reinkarnasi yang Panjang

Seiring perkembangan zaman, gitar mengalami banyak perubahan pada instrumennya. Senar kelima ditambahkan sebelum tahun 1600, lalu pada akhir abad ke-18, berjumlah enam senar dengan sistem penyeteman yang masih sangat standar. Dari sinilah, lo bisa mengenal beberapa kunci nada seperti E – A – D – G – B – E’.

Sementara di abad ke-19, sekrup logam diganti dengan pasak penyetelan. Fret awal yang diikat diganti dengan fret gading atau logam bawaan pada abad ke-18. Fingerboard gitar juga dinaikkan sedikit di atas tingkat perut dan dibuat melebar hingga ke tepi lubang suara. Bagian tubuh gitar pun dibuat lebih luas dan lebih dangkal dengan papan suara yang sangat tipis, sehingga menghasilkan peningkatan sonoritas.

Secara internal, batang melintang yang memperkuat papan suara diganti dengan batang radial yang menyebar di bawah lubang suara. Pada bagian leher gitar yang sebelumnya dipasang pada balok kayu, dibentuk menjadi menyerupai penahan atau sepatu yang menonjol ke dalam tubuh, dan direkatkan ke belakang fungsinya untuk memberikan stabilitas terhadap tarikan senar.

Inovasi Besar pada Abad 19

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Selama abad ke-17, keberadaan gitar semakin dikenal karena popularitas lute dan vihuela menurun. Pada saat itu juga ada beberapa gitaris virtuoso menjadi terkenal di Eropa, diantaranya; Gaspar Sanz (1674-an), Robert de Visée (1650–1725), Fernando Sor (1778–1839), dan Joseph Kaspar Mertz (1806–56).

Namun akhir abad ke-19 popularitas gitar justru menyusut, tapi untungnya ada perubahan besar melalui tangan Antonio Torres, ia berhasil membuat perkembangan gitar semakin pesat. Instrumen yang dihasilkan adalah gitar klasik, dirangkai dengan tiga gut dan tiga senar sutra yang dipintal logam.

Buat lo yang belum tau, sebagian inovasi gitar pada abad ke-19 merupakan hasil karya Torres, bro. Ia menggunakan bahan nylon atau plastik untuk menghasilkan suara lebih nyaring dan merdu. Jenis gitar yang dihasilkan yaitu gitar 12-senar atau double-course, jaranan Meksiko dan charango Amerika Selatan, keduanya gitar kecil dengan five-course. Seiring berkembangnya zaman, alat musik gitar juga semakin beragam, mulai dari ukulele, gitar akustik, gitar listrik, sampai bass. Perubahan besar dimulai dari sini, bro!

Perkembangan Gitar di Indonesia

Pasti lo juga penasaran bagaimana alat musik gitar masuk ke Indonesia kan, bro? Untuk pertama kalinya masyarakat Indonesia mengenal gitar dari orang-orang Portugis yang saat itu menjadi tawanan kolonial Belanda. Biar nggak bosan di dalam tahanan, mereka berbicara dengan musik dan alat musik yang digunakan adalah gitar.

Sejak saat itu, perkembangan gitar di Indonesia semakin popular dan mulai dimainkan bersama dengan kesenian tradisional lainnya, termasuk musik keroncong. Setelah kemerdekaan, muncul beberapa gitaris tanah air seperti Linda Sukamta dan Andre Irawan, mereka berhasil memenangkan The First South East Asian Guitar Festival pada tahun 1977 dan 1978.

Meski kolonialisme meninggalkan rasa sakit, tapi melahirkan sebuah karya seni. Well, sebelum menjadi alat musik popular dan berpengaruh di dunia musik, gitar harus melalui perjalanan yang cukup panjang dan rumit ya, bro. Nah, sekarang lo udah tau kan bagaimana asal usul sejarah gitar?

 

Featured image - unsplash