Home Music Tur A Head Full of Dreams Coldplay Raup Untung 247 Juta Dolar

Tur A Head Full of Dreams Coldplay Raup Untung 247 Juta Dolar

Friday, January 20, 2017 - 11:16
Bagikan
Facebook Twitter Email

Tahun 2016 menjadi tahun yang paling menguntungkan bagi band Coldplay. Gimana nggak, konsernya, A Head Full of Dreams, yang masih berjalan hingga tahun ini belum-belum sudah meraup keuntungan yang lumayan besar. Nggak tanggung-tanggung, pendapatan konser tersebut mencapai angka 247 juta dolar atau setara dengan 3 triliun rupiah.

 

Keuntungan 2016 ditutup di Oceania

Lo pasti masih ingat benar fenomena habisnya tiket konser Coldplay di Singapura yang menyebabkan panitia akhirnya menambah tanggal konser sehari setelahnya. Padahal, konsernya bahkan masih beberapa bulan lagi diadakan.

Senada dengan kisah tersebut, 2016 lalu Coldplay berhasil meraup keuntungan besar dalam konser A Head Full of Dreams sejak konser ini dimulai pada musim semi lalu. Nilainya mencapai 247 juta dolar atau setara dengan lebih dari 3 triliun rupiah. Nilai tersebut ditutup dengan konser mereka yang dilakukan di empat kota dalam dua negara: Auckland, Brisbane, Melbourne, dan Sydney selama 12 hari.

Total, Coldplay sudah tampil di depan 2,7 juta fans dalam 58 penampilan sejak tur tanggal 31 Maret lalu di Buenos Aires, Argentina.

 

Masih lanjut hingga Oktober 2017

Di Amerika dan Eropa saja, band asal Inggris ini sudah tampil di 40 kota. Lanjut di bulan November ketika mereka jadi bintang tamu di ajang Global Festival di Mumbai. Tur di area Oceania dimulai pada 3 Desember di Auckland, Selandia Baru. Lanjut di Brisbane, Australia, tiga hari kemudian. Di dua konser tersebut, mereka cuma main sekali. Tapi, ketika di Melbourne dan Sydney, ada dua hari pertunjukkan. Semuanya sold out! Nggak salah bila di area Oceania saja mereka bisa meraup keuntungan hingga 24 juta dolar.

Tur konser ini masih lanjut di tahun 2017 ini. Hebatnya, semua tiket sudah terbeli sejak awal Oktober 2016 lalu. Tur dimulai di Singapura pada akhir Maret mendatang, kemudian lanjut ke lima kota di Asia. Barulah pada bulan Juni dan Juli, pasar Eropa yang dirambah. Konser ini bakal ditutup dengan tur 18 kota di Amerika Utara mulai bulan Agustus hingga Oktober mendatang.

 

Luar biasa memang kiprah Coldplay dalam membangun pasar konser. Semoga konsernya lancar-lancar saja dan nggak ada kejadian yang nggak diharapkan.

 

Source: billboard.com