Home Music Aquilo Tawarkan Musik Indie Elektronik

Aquilo Tawarkan Musik Indie Elektronik

Monday, January 23, 2017 - 18:44
Bagikan
Facebook Twitter Email

Nama Aquilo mungkin jarang lo dengar, Urbaners. Band ini sudah mulai aktif dari tahun 2013 dan setiap tahun pasti mereka mengeluarkan single. Aquilo terdiri dari dua anak muda Inggris yang sangat mempunyai passion dalam bermusik, yakni Tom Higham yang berumur 25 tahun dan Ben Fletcher yang baru berumur 21 tahun. Keduanya menciptakan kolaborasi hebat dalam membuat musik electronic ambient.

 

Besar di Antara Musik Rock

Ternyata kehidupan Tom dan Ben nggak berasal dari dunia musik electronic ataupun ambient. Keduanya dulu merupakan pemain band rock, bahkan bisa disebut metal. Ini dikarenakan lingkungan mereka sangat terpengaruh band grunge dan metal. Tom dan Ben mempunyai kesukaan yang sama, yakni mengulik lagu dari laptop. Mereka sangat terinpirasi oleh Mount Kimbie dan London Grammar. Keduanya merupakan pemain elektronik terkenal di daratan Inggris.

Setelah mereka sering bersama mengulik lagu, akhirnya mereka percaya diri mengeluarkan single. Lagu pertama mereka adalah You There yang keluar di tahun 2014 dalam mini album berjudul Aquilo. Jika lo mendengar lagu Aquilo untuk pertama kali, pasti lo akan kaget jika melihat background mereka yang dulunya merupakan anggota musik metal dan grunge.

 

Lagu Santai Seakan Membuat Mereka Berdua Melompat

Setiap kali latihan di band sebelumnya, keduanya akrab dengan yang namanya lompat-lompat dan head banging. Di dalam Aquilo, mereka nggak akan menemukan hal itu. Tetapi ketika diwawancarai oleh theguardian, Ben dan Tom menemukan hal yang sama saat membuat lagu ketika mereka bermain di band metal dan grunge.

“Kita membuat lagu yang sangat santai. Tetapi itu ternyata membuat kita seakan berteriak dan melompat-lompat,” ujar Ben.

Setiap tahunnya, Ben dan Tom ini mengeluarkan mini album berjumlah 5-7 lagu. Konsistensi mereka dalam membuat musik elektronik diakui oleh dunia. Mereka sekarang sering diundang di festival musik di seluruh dunia.

 

Source: theguardian.com