• Music News
  • Kolaborasi "Kedamaian" Bubi Chen dan Kecapi Suling Mang Uking

Kolaborasi "Kedamaian" Bubi Chen dan Kecapi Suling Mang Uking

Thu, 23 February 2017

Kontribusi pianis, Bubi Chen bagi dunia musik pada umumnya atau jazz khususnya tidak diragukan lagi. Om Bubi, begitu ia disapa, adalah sosok yang fleksibel dan cair dalam bermusik. Meski musik yang dimainkannya jazz tapi dia bisa diajak berkolaborasi dengan siapa saja.

Di tahun 1988, penyanyi dan pencipta lagu Doel Sumbang mengajak Om Bubi bermain dalam albumnya bertajuk “Arti Kehidupan”. Di album ini, Bubi memainkan Yamaha DX-7 dalam lagu “Suti Sumarti Rasyid” dengan beat yang bernuansa Samba Brasil.

Setahun kemudian, Bubi merilis album "Kedamaian yang mempertemukan denting piano dengan musik karawitan Sunda yang dimainkan Uking Sukri (kecapi indung), Dede Suparman (kecapi rincik), dan Endang Sukandar (seruling).

Album Kedamaian mendapat acungan dua jempol seniman Sunda, mendiang Harry Roesli. Ia tak menduga perpaduan piano Bubi dan kecapi Uking Sukri begitu menakjubkan. Harry Roesli pun tak sungkan untuk menyebut kalau karya meraka adalah sebuah Master Piece.

"Jika Bubi Chen, maestro piano jazz bermain bersama kecapi-suling Mang Uking, tentu masalahnya bukan sekadar gabung menggabung musik Barat dan Timur atau tradisi dan modern. Masalahnya lebih luas dari itu yakni eksplorasi perluasan estetika dan bisa dicatat sebagai generasi sebuah musik post modern," seperti ditulis Harry Roesli.

"Bayangkan sebuah otonomi estetik kecapi suling disusupi secara indah oleh Bubi Chen dengan bentuk improvisasi dan substitusi jazz," tambahnya.

"Secara teknik saja, hal itu sudah menarik. Tetapi ini lebih dari itu. Bubi Chen total, lentur, luluh, kawin dengan  pakem-pakem kecapi suling tanpa menghilangkan karakter dia yang kuat juga kentalnya sentuhan dan rasa seorang Bubi Chen. Makanya hal ini bisa disebut hebat," tandas Harry Roesli.

Memainkan ramuan “east meet west” bukan barang baru bagi Bubi yang sejak usia 5 tahun bermain piano. Di tahun 1967 saat tergabung dalam Indonesian All Stars, selain bermain piano, Bubi memetik alat musik kecapi. Album “Djanger Bali” yang merupakan kolaborasi Indonesian All Stars dan klarinetis jazz Amerika Tony Scott memperlihatkan sajian musik jazz dengan musik etnik Indonesia yang khas.

 

source: books.google.com

Melomaniac, Konser Virtual Garapan Java Festival Production

Wed, 08 July 2020
Artwork poster konser virtual Melomaniac dengan background abu-abu

Setiap scrolling media sosial, pasti akan melihat pengumuman pembatalan atau pengunduran jadwal konser musik yang sudah lo nantikan. Ini memang krisis buat lo para pencinta musik. Tetapi, nggak berarti lo akan kesepian #MumpungLagiDirumah. Apalagi dengan adanya inovasi konser drive-in dan konser virtual seperti Melomaniac yang baru saja digelar minggu lalu.

Melomaniac sendiri artinya orang yang menyukai lagu abnormal atau orang yang mencintai musik. Digelar oleh promotor papan atas, simak keseruan Melomaniac berikut ini.

 

Konser Virtual Gratis

Tangan membentuk hati di tengah keramaian konser musik

Peran Java Festival Production dalam aktivitas musik di Indonesia sudah nggak perlu dipertanyakan lagi. Sejak tahun 2006, promotor ini sudah sukses menggelar berbagai konser musisi lokal dan mancanegara, sekaligus festival musik yang keren banget. Sebut saja Jakarta International Java Jazz Festival, Hodgepodge Festival, dan Synchronize Fest dari sekian banyak proyek ternama promotor Java Festival Production.

Meski sekarang blantika musik tengah dilanda oleh pandemi, tetap saja Bro musik akan terus menghibur lo #MumpungLagiDirumah. Pada hari Sabtu kemarin (4/7), Java Festival Production menggelar konser virtual gratis bertajuk Melomaniac dengan tema Black American Music Edition.

Didukung oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat, konser edisi pertama ini bisa dikatakan sebagai bentuk perayaan untuk momen 4th of July atau hari kemerdekaan negara Amerika Serikat. Apalagi mengingat adanya isu rasisme yang sedang merebak di Amerika Serikat, nggak diragukan lagi kalau Melomaniac kali ini menjadi bentuk dukungan untuk gerakan #BlackLivesMatter.

 

Menyanyikan Lagu Populer dari Musisi Black Americans

Whitney Houston mengenakan atasan beige sedang bernyanyi di atas panggung

Daya tarik dari konser virtual yang satu ini adalah temanya, Bro. Nggak bisa dipungkiri kalau jejak musik para musisi Afrika Amerika sampai sekarang masih sangat lantang didengar. Bukan hanya dalam genre R&B atau hip-hop saja nih, tetapi juga mencakup lintas genre, contohnya pop, jazz, blues, dan rock.

Melomaniac dibuat oleh Java Festival Production sebagai jawab kepada para penggemar yang rindu berada di konser musik secara langsung. Event ini juga jadi bentuk dukungan pada industri musik sendiri. Dalam konser virtual ini, para pemirsa atau concert goers akan menikmati lagu-lagu dari musisi Afrika Amerika ternama, mulai dari Aretha Franklin, Marvin Gaye, Stevie Wonder, hingga Whitney Houston.

 

Daftar Penyanyi yang Bergabung

Dira Sugandi memakai dress hitam sedang bernyanyi diiringi alunan piano

Walaupun merupakan konser virtual gratis via live streaming, tetapi daftar musisi lokal yang diundang oleh Java Festival Production ini nggak main-main, Bro. Ada suara emas dari Dira Sugandi, Elfa Zulham, Sri Hanuraga, Dhani Syah, Kevin Yosua, dan Ayoe. Kualitas suaranya juga setara dengan kualitas konser internasional, kok. Lengkap dengan alat musik profesional dan sound system yang berkualitas.

Jadi, nggak terlihat ada lagging atau kesalahan teknis selama konser berjalan. Buat lo yang ketinggalan ikut Melomaniac, tenang saja. Dikarenakan ini merupakan edisi pertama, besar kemungkinan Java Festival Production akan menggelar edisi kedua dari Melomaniac. Kita tunggu saja ya, Bro!

 

 

Sources: Kumparan, Gatra, VOI.