Home Music Ras Muhamad, Pembawa Pesan Damai Bob Marley

Ras Muhamad, Pembawa Pesan Damai Bob Marley

Monday, March 27, 2017 - 11:18
Bagikan
Facebook Twitter Email

Musik reggae kerap membawa pesan damai serta perbaikan peradaban. Selain tentu saja menyebarkan keceriaan dan cinta. Pesan-pesan perdamaian ini tertuang jelas dalam karya-karya legenda reggae dunia, Bob Marley. Kekuatan Marley bahkan mampu mendamaikan dua kubu politik yang selalu bersitegang di Jamaika.

Meski telah tiada, sosok Bob Marley masih menginspirasi sejumlah musisi reggae dunia, termasuk Indonesia seperti Ras Muhammad.  Pria dengan nama asli Muhamad Egar ini mengatakan pesan-pesan perdamaian Bob Marley tertuang dalam lagunya "Salam". Lirik dalam lagu Salam berisi pesan menjaga perdamaian dan toleransi di tengah kemajemukan Indonesia sebagai sebuah bangsa besar.

”Salam bisa bermakna dua, bisa bermakna kata sapaan kepada orang lain, tapi juga berarti damai. Melalui lagu ini, saya ingin memperkenalkan Indonesia, baik kebudayaannya maupun filosofinya, kepada dunia,” kata Ras.

”Bob Marley, saya lihat sebagai duta musik reggae pertama di dunia. Walau beliau bukan pencipta reggae, tapi dialah yang membuka jalan bagi saya dan ribuan musisi lainnya untuk berkarya dan menyuarakan suara hati," tambahnya.

"Mungkin banyak orang awam tahu Bob Markey sebatas musisi, tapi saya melihatnya sebagai seorang pejuang dan revolusioner pembawa pesan damai yang luar biasa,” ungkap musisi kelahiran 29 Oktober 1982 ini.

Pendapat Ras mengenai Bob Marley mencerminkan bagaimana musisi asal Jamaika itu masih memberikan inspirasi walau telah dimakamkan di Nine Mile, sebuah desa berjarak 96 kilometer arah utara Ibu Kota Jamaika, Kingston, pada 21 Mei 1981.

Ribuan rakyat Jamaika berbondong-bondong datang melayat. Sebab, bagi rakyat Jamaika, Marley bukan hanya penyanyi. Bob Marley dianggap sebagai pahlawan nasional, bahkan ada yang memandangnya sebagai nabi.

Suasana ketika pemakaman pun bercampur baur tak ubahnya gabungan antara upacara agama Rastafari dan konser musik pop. Kematian Bob Marley pada 11 Mei 1981 disambut dengan kesedihan sekaligus keriaan.

Menurut Ras Muhamad, toleransi, kecerdasan, kebebasan berkeyakinan dan berpikir sesuai jati diri dan kehendak hati adalah inti perdamaian dalam musik reggae yang harus disadarkan di Bumi Nusantara.

Ras Muhamad yang belum lama ini tampil di Java Jazz Festival 2017 mengakui semakin lama pemahaman pecinta dan musisi reggae Tanah Air terkait musik mereka semakin membaik. Begitu juga dengan musikalitasnya yang ia akui menjadi lebih dewasa ketimbang sebelumnya.

 

 

Source: Bbc.com