• Music News
  • 5 Alasan Mengapa Jazz Itu Masih Cocok Dinikmati Semua Umur

5 Alasan Mengapa Jazz Itu Masih Cocok Dinikmati Semua Umur

Thu, 22 February 2018
5 Alasan Mengapa Jazz Itu Masih Cocok Dinikmati Semua Umur

Urbaners, musik jazz dulunya merupakan salah satu genre yang cuma bisa dinikmati oleh keluarga kerajaan di Eropa. Pasalnya, memainkan musik jazz ini ternyata butuh skill yang cukup tinggi. Nah, beruntung banget lo hidup di zaman sekarang dimana genre musik yang satu ini bisa dinikmati oleh siapa saja. Bahkan, setiap konser jazz penontonnya selalu membeludak dari anak muda sampai orang dewasa. Kira-kira kenapa sih jazz cocok dinikmati semua orang?

 

Memberi ketenangan

Berbeda dari karakter musik rock yang memakai instrumen bersuara keras, musik jazz justru sebaliknya. Nggak peduli mau diiringi dengan gitar, piano, atau bahkan saksofon, musik yang dihasilkan dari genre ini terdengar lembut sehingga bisa memberi efek tenang bagi siapa saja yang menikmati.

 

Romantis

Memang nggak semua musik jazz bisa menghasilkan suasana romantis, tapi coba deh lo dengerin musik-musik swing jazz seperti yang dibawakan grup Mocca. Bayangin deh, kalau lo berdua sama pasangan lagi makan malam bareng terus sambil diiringi alunan lagu I Remember yang lembut dan mendayu. Suasana pun dijamin bakal jadi lebih menyenangkan!

 

Sederhana tapi penuh makna

Alasan lain yang bikin musik jazz cocok dinikmati semua umur tentu karena instrumennya yang terdengar sederhana, tanpa perlu ditambah efek-efek instrumen lain secara berlebihan. Sebenarnya, notasi yang dimainkan di musik jazz itu lebih sulit tapi karena skill musisi yang di atas rata-rata jadi pendengar bisa merasakan kesederhanaan musik jazz yang penuh makna itu.

 

Musik kreatif

Urbaners, percaya nggak percaya nih ternyata musik jazz itu bisa dimainkan secara spontan oleh sang musisi. Lo nggak perlu ribet-ribet memikirkan improvisasi, soalnya musik jazz secara otomatis bikin lo jadi lebih kreatif di tengah memainkan alat musik. Oh ya, pendengar musik jazz juga masuk di dalam kategori orang-orang cerdas, lho!

 

Cocok untuk semua event

Last but not least, kenapa musik jazz cocok untuk semua kalangan usia? Jawabannya tentu karena musik ini cocok untuk ditampilkan pada berbagai event. Mau pentas seni anak sekolahan, pengiring musik wedding, sampai hiburan di kafe dan restoran pun bisa. Pantas saja musik jazz dicintai semua umur.

 

Setuju nggak sih kalau 5 alasan tadi yang bikin musik jazz cocok dinikmati semua orang? Apa pendapat pribadi lo nih Urbaners?

Rich Brian: DOA - Suasana Baru Dari Rapper Andalan?

Fri, 18 September 2020
Cerita dibalik video musik Rich Brian DOA

Ada suasana segar yang dibawa oleh Rich Brian di album terbarunya, 1999 – di lagu DOA. Beatnya yang dinamis, Brian seperti membawa energi baru di mana para penikmatnya, mungkin dibuat terkejut dengan musik di lagu ini. Lo sudah dengar belum bro?

Dari beberapa lagu yang termasuk di dalam album 1999, DOA menjadi salah satu lagu favoritnya. Dilansir dari tirto – DOA adalah sebuah singkatan dari Dead On Arrival. Brian menceritakan kalau lagu ini adalah tentang persaingan dengan seseorang yang memiliki peluang nol di tempat pertama.

Kalau dari segi musik, melodi yang ada di dalam lagu DOA mengingatkannya kepada salah satu grup kesukaannya, yaitu Gorillaz. Lagu ini adalah lagu yang Brian nyanyikan ketika iya merasa mesti lebih baik daripada sebelumnya secara umum.

 

DOA Jadi Energi Tersendiri Dari Brian

rich brian DOA

Credit Image: cultr.com

Mungkin kalau rapper lain bisa saja meminta mobil Lamborghini, Ferrari atau mobil sport lainnya – tapi Brian? Oh my god – dia malah pilih Civic baru. Ini cukup jadi pembeda antara Brian dan rapper lainnya.

Di dalam video musik DOA, diperlihatkan kalau Brian menghabiskan waktunya berada dengan mobilnya. Baik saat dalam perjalanan dan saat mobilnya mogok juga. Tingkah dari Brian sendiri juga menyesuaikan dengan beat dari DOA ini sendiri.

Sehingga di video musik DOA kali ini, Brian terlihat lebih ‘pecicilan’ daripada video musik lainnya. Tidak apa, sih – justru hal ini jadi penyegar dan pembeda serta warna tersendiri dari Brian untuk video musik DOA ini.

Jika ditelisik dari musiknya sendiri, Brian menceritakan kalau DOA berasal dari sesi jamming dirinya, Jacob Ray, dan Diamond Pistols, lalu dengan random Louis Bell juga datang. Brian mengaku ia menjadi penggemar musiknya walau sudah mengenalnya lama dan pada hari itu ia bekerja untuknya.

Selain DOA, di dalam album 1999, setidaknya ada beberapa lagu andalan lainnya seperti ‘Don’t Care’, ‘Love in My Pocket’, ‘Long Run’, ‘When You Come Home’, dan ‘Sins’. Nah selain DOA, ‘Sins’ juga jadi lagu andalan Brian.

Dalam pengerjaan album ini, sebagian besar materi di sini diproduksi sendiri oleh Brian. Namun tetap ada yang ia kerjakan bersama dengan Bekon & The Donuts, Diamond Pistols dan Louis Bell. Dari album 1999, ada video musik yang cukup menarik perhatian, yaitu video musik dari Love in My Pocket.

Brian menceritakan kalau video musik ini jadi favoritnya sementara ini. Video musik dari Love in My Pocket menceritakan tentang bagaimana mencoba menjadi sempurna tidak akan berhasil di sebagian besar waktu.

Bro, apakah lo tahu album 1999 ini adalah album ke berapa dari Brian? Tahun 2019 lalu, Brian merilis albumnya yang berjudul The Sailor, 2018 Head in the Clouds dan ditahun yang sama juga yaitu Amen. Ketenaran Brian berangkat ketika ia mengeluarkan single Dat $tick dan langsung direkrut oleh label 88Rising.

Wah bagaimana nih bro? Dari segala penjelasan di atas – apakah lo sendiri sudah menonton dan menikmati video musik DOA dari Rich Brian? Kalau belum, langsung saja gas dan nonton di sini ya bro!

 

Feature Image – whiteboardjournal.com