• Music News
  • Akhirnya Tembus Nomor 1 Billboard, Simak Album Terbaru Andrea Bocelli

Akhirnya Tembus Nomor 1 Billboard, Simak Album Terbaru Andrea Bocelli

Tue, 06 November 2018

Pada 26 Oktober 2018 kemarin, penyanyi pop tenor Andrea Bocelli merilis album terbarunya yang berjudul Si. Hanya dalam waktu seminggu, album yang dirilis melalui Grup Label Sugar/Decca Records/Verve tersebut sukses mendapatkan total penjualan mencapai 126.000. Nggak salah kalau akhirnya Si berhasil menembus tangga lagu Billboard dan duduk di peringkat pertama, Urbaners!

Album klasikal pertama yang tembus no. 1 Billboard setelah hampir 21 tahun

bocceli

Si berhasil menduduki peringkat pertama tangga lagu Billboard untuk kategori all-genre. Pencapaian ini begitu istimewa karena Si menjadi album klasikal pertama yang sukses menembus peringkat tersebut sejak 21 tahun lalu, ketika Luciano Pavarotti, Placido Domingo, dan Jose Carreras mendapat peringkat pertama dengan album The Three Tenors in Concert.

Tentunya hal ini juga nggak terlepas dari dukungan para fans Bocelli, Urbaners. Setelah 14 tahun menunggu, akhirnya mereka bisa mendengarkan album musikal Bocelli dengan materi-materi original. Bocelli pun mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada orang-orang yang sudah mendukungnya.

“My heartfelt thanks to all those people who wanted to reward my latest effort,” katanya ketika diwawancarai oleh OfficialCharts.com.

Kolaborasi dengan sejumlah musisi

Kalau lo udah mendengarkan album Si, lo pastik bakal sadar kalau Bocelli nggak sendirian dalam melantunkan lagu-lagunya. Ia berkolaborasi dengan sejumlah musisi lintas generasi, mulai dari Ed Sheeran, Dua Lipa, Josh Groban, hingga Aida Garifullina yang merupakan penyanyi sopran asal Rusia. Bahkan Bocelli juga berduet dengan anaknya, Matteo Bocelli, dalam lagu Fall on Me.

Menariknya lagi, Bocelli juga membawakan lagu-lagu di album Si dalam beragam bahasa. Nggak cuma Bahasa Inggris atau Italia yang selama ini jadi trademark dia, tapi juga Spanyol, Prancis, Jerman, dan Rusia. Dalam lagu If Only, Bocelli bahkan bernyanyi dalam Bahasa Mandari bersama seorang penyayi pop asal Taiwan, A-Mei.

Belum bisa diprediksi apakah album Si bakal bertahan lama di posisi pertama tangga lagu Billboard tersebut, yang penting lo terus dengerin aja albumnya di Spotify atau Apple Music.

 

 

Source: billboard.com, officialcharts.com, digitaljournal.com

The Chainsmokers Tuai Kontroversi Usai Gelar Konser Drive-In

Fri, 07 August 2020
Duo DJ The Chainsmokers mengenakan kemeja hitam dan putih di atas panggung sambil memegang piala

Pandemi COVID-19 yang masih belum berujung ini tampaknya mulai membuat banyak orang merasa bosan. Wajar saja, berbagai industri hiburan dunia mengalami hiatus sementara, mulai dari perfilman hingga musik. Itu sebabnya tercipta ide untuk menggelar konser drive-in yang menjanjikan pengalaman konser yang nggak kalah seru.

Walaupun sudah ada di era new normal, namun lo tetap saja harus mematuhi aturan social distancing #MauLagiDimanapun. Itu sebabnya konser drive-in cocok karena para peserta konser bisa duduk nyaman dan jauh dari peserta konser lainnya. Konsep drive-in ini juga dianut dalam konser The Chainsmoker. Namun sayangnya, konser ini malah menuai kontroversi.

 

Sebuah Konser Amal di Hamptons

The Chainsmokers di atas panggung sambil memegang mikrofon

Konser yang digelar oleh sebuah agensi travel dan lifestyleIn The Know Experiences” mengundang duo DJ ternama, yaitu The Chainsmokers dan DJ D-Sol. Sebanyak 2.000 orang memadati sebuah lapangan di kawasan elit Hamptons, beberapa di antaranya ada Cuba Gooding Jr., Connor Kennedy, Tyler dan Cameron Winklevoss.

Satu tiket masuk dibanderol dengan harga yang fantastis, berkisar mulai dari USD1,250 sampai USD25,000. Seluruh profit dari konser ini diamalkan ke badan No Kid Hungry, Southampton Fresh Air Home, dan Children’s Medical Fund New York. Kabarnya, The Chainsmokers juga akan menggelar konser dengan konsep drive-in di Miami, Los Angeles, Nashville, Chicago, dan Atlanta.

 

Sudah Menjalankan Prosedur Kesehatan

Penampilan drive-in concert dengan panggung megah dan rentetan mobil yang terparkir rapi

Potongan video para penonton konser ini mulai viral di Twitter dan akhirnya malah menimbulkan kontroversi. Menanggapi kritikan pedas netizen, penyelenggara konser akhirnya mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan protokol kesehatan apa saja yang dilakukan untuk menjamin konser drive-in ini aman bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa suhu setiap peserta dicek sebelum memasuki konser, kemudian masing-masing diberikan masker sebelum diperbolehkan untuk memarkir mobil di depan panggung konser. Para peserta juga nggak diperbolehkan untuk meninggalkan spot berukuran 20 x 20 inci tersebut.

Berdasarkan video yang beredar, sayangnya ada beberapa kontradiksi dari pernyataan tersebut. Sebagian besar peserta terlihat seru menari tanpa mematuhi physical distancing, beberapa bahkan nggak memakai masker. Konser drive-in yang seharusnya dinikmati dari dalam mobil malah justru menyerupai konser pada umumnya sebelum pandemi.

 

Dikecam Publik dan Pemerintah

Andrew Cuomo Gubernur New York mengenakan jas hitam, tampak bendera Amerika Serikat

Walaupun digadang sebagai konser amal, konser drive-in yang dibintangi The Chainsmokers ini dikecam publik, khususnya para pengguna Twitter. Nggak sedikit dari mereka yang mengkritik sikap acuh tak acuh dari para peserta konser yang pastinya berasal dari kalangan menengah ke atas. Netizen juga menyayangkan keputusan peserta konser untuk mengabaikan kesehatan hanya demi menonton The Chainsmokers.

Nggak hanya mengambil perhatian publik, berita ini juga sampai ke kuping Gubernur New York, Andrew Cuomo. Saat ini, konser drive-in tersebut sedang dalam tahap penyelidikan karena Cuomo bersikeras bahwa konser tersebut ilegal dan tidak mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

 

 

 

Sources: GQ, Vulture, Variety.