• Music News
  • Aya Anjani Bangkitkan Kembali Pop Khas 1980-an

Aya Anjani Bangkitkan Kembali Pop Khas 1980-an

Thu, 13 June 2019

Industri musik pop Indonesia kedatangan penyanyi baru yang bertalenta: Aya Anjani! Saat ini mungkin lo belum cukup familiar dengan namanya, apalagi memang Aya baru mulai merilis lagu secara profesional pada 2017 lalu. Namun, begitu mendengarkan lagu-lagunya, dijamin lo bakal susah untuk berhenti. Baru-baru ini, Aya merilis single baru bertajuk Mutual yang digarap bersama Petra Sihombing.

 

Mewarisi darah seni sang ayah

Mewarisi darah seni sang ayah

Bakat Aya di dunia musik ternyata merupakan turunan dari mendiang sang ayah, Yockie Suryo Prayogo. Yes, beliau adalah musisi legendaris Indonesia yang juga merupakan anggota grup musik God Bless serta Kantata Takwa. Bahkan pada Februari 2019 lalu, wanita kelahiran 1989 ini merilis daur ulang salah satu lagu sang Ayah, Juwita. Hal ini dilakukan dalam rangka memperingati 1 tahun kepergian Yockie pada tahun lalu. Lagu tersebut sekaligus menjadi lagu perdana yang dirilis oleh Aya pada 2019 ini.

 

Lagu-lagu yang kental dengan suara synth

Lagu-lagu yang kental dengan suara synth

Coba dengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan Aya, lo bakal mendengar nuansa musik pop khas 1980-an yang begitu kental. Ia banyak memasukkan unsur elektronik melalui suara-suara synth. Bahkan ciri khas ini juga sudah terasa sejak EP debut Aya yang diberi nama The 1st EP. Ada 5 lagu yang bisa lo dengarkan di EP ini, yaitu Hei, Darling Selalu, Yang Kusuka Kamu Bukan Kopi, Sudah, dan versi akustik dari Darling Selalu.

Aya sendiri jugalah yang menulis lagu-lagu yang ia bawakan. Dalam prosesnya, ia selalu berusaha “berbicara” dengan diri sendiri agar bisa menelurkan karya-karya yang nggak cuma bagus, tapi juga terasa tulus dan relatable di telinga para pendengarnya.

 

Baru saja keluarkan video musik

Pada 24 Mei 2019 kemarin, Aya baru saja mengeluarkan single terbaru berjudul Mutual. Dalam proses pembuatannya, ia menggaet Petra Sihombing sebagai produser. Menurut Petra, Aya punya kemampuan untuk menulis lagu-lagu yang jujur dan punya keunikan. Jadi, ia pun nggak kesulitan meracik karya yang seru. Perilisan lagu ini juga dibarengi dengan sebuah video musik, yang digarap oleh Kifu Spiegel dan Izzy Vngnc. Sebelumnya mereka juga pernah menggarap video musik untuk lagu Aya yang berjudul Kucingku.

 

Rencananya, pada akhir 2019 nanti Aya akan merilis EP terbarunya. Sambil menunggu, yuk dengarkan lagu-lagu Aya Anjani di Spotify atau Apple Music!

 

Sources: Provoke-online.com, matamatamusik.com

The Chainsmokers akan Jadi Host untuk Festival EDM Virtual Pertama

Fri, 29 May 2020
Salah satu penampilan panggung The Chainsmokers

Di tengah pandemi, banyak banget festival musik yang dibatalkan dan para musisi dengan kreatifnya menghadirkan konser virtual yang bisa lo nikmati #MumpungLagiDirumah saja. Konser virtual EDM yang diselenggarakan oleh Sirius XM ini diberi judul DisDance. Sekilas terdengar seperti “distance,” sesuai dengan kondisi terkini kita semua. Festival EDM virtual pertama ini dibawakan langsung oleh The Chainsmokers.

 

Akan Berlangsung Selama Tiga Hari

Andrew Taggart dan Alex Pall tersenyum ke kamera dalam salah satu panggung mereka

Keseruan dari festival virtual DisDance ini berlangsung selama tiga hari. SiriusXM secara eksklusif menunjuk Andrew Taggart dan Alex Pall dari The Chainsmokers untuk meramaikan festival EDM ini dari rumah mereka. Festival EDM ini berlangsung pada 22 hingga 24 Mei 2020 lalu. Disiarkan secara langsung dari saluran BPM milik SiriusXM.

Festival virtual ini sukses jadi obat rindu para pecinta musik EDM dan yang nggak bisa kemana-mana, apalagi seru-seruan di festival dalam waktu dekat. Apalagi set musik EDM dimainkan dalam waktu yang cukup panjang, yakni tiga hari di akhir pekan. Waktu yang tepat Bro buat bersenang-senang dan melepas penat sejenak.

 

Jadi Bentuk Support untuk Industri Musik

Penampilan spektakular The Chainsmokers dengan tembakan kembang api dari sisi panggung

Festival virtual ini juga dilengkapi dengan set eksklusif milik Avicii di tahun 2011. Sedikit banyak dapat mengobati para penggemar musisi dengan nama asli Tim Bergling yang meninggal di tahun 2018 lalu. Set yang dijadikan penghormatan pada musisi EDM yang satu ini disambut positif para penggemar musik EDM.

Nggak hanya itu, panggung EDM virtual ini juga akan menyumbangkan keuntungan serta sejumlah donasi bagi MusicCares. Tujuannya untuk dapat mendukung para pekerja di industri musik yang membutuhkan dan terdampak dari adanya pandemi ini. Apalagi mengingat nggak ada lagi konser dan festival yang diadakan, beberapa pekerja di industri musik juga ikut merugi tanpa ada pekerjaan selama pandemi.

 

Line Up Musisi EDM Terbaik

Alex Pall dan Andrew Taggart berpose dengan apparel serba hitam

Nggak hanya dibawakan oleh musisi EDM terbaik seperti The Chainsmokers saja, Bro. Festival EDM virtual yang sudah berlangsung ini diramaikan jejeran musisi EDM yang nggak kalah keren dan eksklusif pula. Termasuk juga musisi-musisi EDM dengan nama besar seperti Afrojack, Alesso, Armin van Buuren, Gryffin, Kaskade, Krewella, Kygo, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Nggak lupa juga musisi EDM yang populer dan lagu-lagunya banyak jadi hits, seperti Major Lazer, Marshmello, Martin Garrix, Steve Aoki, juga Tiësto. Ada juga set ekslusif milik Avicii yang tadi sempat disebutkan di atas. Ini adalah penampilan Avicii dalam acara eksklusif milik SiriusXM di tahun 2011.

Kebayang ya betapa serunya festival EDM yang disiarkan dari set masing-masing line up musisi EDM ini. Tujuannya pun nggak semata-mata untuk menghibur lo yang ada di rumah atau mengobati kerinduan lo akan ramainya suasana festival EDM. Tetapi sekaligus juga membantu dan memberi kontribusi berarti di tengah pandemi yang sedang berlangsung ini.

 

 

 

Sources: The Billboard, TicketNews, SiriusXm