• Music News
  • Bring Me the Horizon Nggak Bakal Rilis Album Lagi?

Bring Me the Horizon Nggak Bakal Rilis Album Lagi?

Tue, 12 November 2019
5 Personil Bring Me the Horizon, dalam suatu sesi photoshoot, berpose di depan background merah.

Pada awal November 2019 kemarin, Bring Me the Horizon merilis single baru berjudul Ludens. Tentu ini merupakan kabar yang baik buat para penggemar band asal Inggris ini. Namun, melalui wawancara yang dilakukan bersama situs Nme.com, Bring Me the Horizon mengungkapkan bahwa setelah album baru yang membawahi Ludens nanti, rencana mereka nggak bakal merilis full album lagi. Lho, kira-kira apa alasannya?

 

Pembuatan Album amo yang Memakan Waktu Lama

Salah satu artwork untuk album emo Bring Me the Horizon, dengsan tulisan amo pada label warna kuning.

Keputusan Bring Me the Horizon untuk nggak membuat album baru tentu bukannya tanpa alasan. Salah satu faktor utamanya adalah proses pembuatan album yang begitu menguras waktu. Contohnya adalah saat pembuatan album keenam mereka, amo.

Sebetulnya Bring Me the Horizon sangat bangga dengan album amo, tapi mereka harus menghabiskan satu tahun penuh demi merampungkan album tersebut. Ada begitu banyak hal yang harus dipikirkan. Padahal, mereka juga nggak bisa memainkan semua lagu yang ada di album amo.

 

Bakal Merilis Lebih Banyak EP daripada Full Album

Namun, tenang saja, bukan berarti Bring Me the Horizon nggak bakal pernah merilis album lagi. Rencananya, mereka masih bakal merilis 1 full album lagi. Setelah itu, mereka memilih untuk membuat album pendek atau EP. Nggak menutup kemungkinan kalau mereka bakal merilis lebih dari 1 EP dalam setahun.

I don’t want to say we’re going to do something and not live up to it, but the plan is to release multiple records next year,” kata frontman Bring Me the Horizon, Oli Sykes, saat diwawancarai oleh situs NME.

 

Single Terbaru Berjudul Ludens

Para personil Bring Me the Horizon, berdiri berdampingan di depan backgroung putih.

Demi mengobati rasa kangen para penggemarnya, Bring Me the Horizon pun merilis single berjudul Ludens. Rencananya, Ludens bakal menjadi lagu pertama yang menjadi bagian dari album ketujuh. Lagu satu ini cukup spesial karena bukan cuma menjadi single terbaru, tapi juga digarap sebagai soundtrack untuk game besutan Hideo Kojima berjudul Death Stranding. Hebatnya, Bring Me the Horizon menciptakan Ludens dalam waktu 5 hari saja!

 

Walaupun nggak tertarik menciptakan full album, Bring Me the Horizon bakal tetap memberikan materi musik baru melalui EP. Jadi, jangan khawatir, Urbaners!

 

 

Sources: Nme.com, hai.grid.id

Konsep Retro, Vintage, dan Pesona Prancis di Setiap Melodi Vira Talisa

Tue, 14 July 2020
Vira Talisa dengan tampilan rambut updo sedang bercermin, mengenakan blouse putih dengan garis abu dan kuning

Cantik, unik, dan bertalenta, Vira Talisa membawa angin segar bagi musik Indonesia, terkhusus dalam musik indie. Dara kelahiran Jakarta yang satu ini ternyata merupakan lulusan Visual Art dari Universitas Rennes, Prancis.

Selama 4 tahun menimba ilmu di negara asing, selepasnya Vira memutuskan untuk fokus bermusik. Baru saja merilis album terbaru “Primavera”, Vira Talisa siap untuk memanjakan telinga pendengar #MumpungLagiDirumah dengan lantunan lagu retro-pop yang manis.

 

Berawal dari Visual Art hingga Bermusik

Vira Talisa menyanyi dengan mic, mengenakan kemeja biru dan topi berwarna orange

Seni dan bermusik merupakan dua hobi seorang Vira Talisa. Sempat terpikir untuk mengambil jurusan musik, namun niat tersebut diurungkan karena takut malah membuat musik jadi terasa seperti “pekerjaan” yang nggak lagi bisa dinikmati dengan santai.

Walau memang seni dan musik merupakan dua hal yang berbeda, Vira merasa justru pengalamannya saat berkuliah menjadi bekal untuk ia menjadi penyanyi, sekaligus mendorongnya untuk benar-benar menggeluti musik. Menggeluti seni secara akademis, dan musik di luar aktivitas akademisnya membuat Vira merasa kedua jalan hidupnya tersebut selaras.

 

Prancis dan Setiap Kenangan di Sana

Salah satu cover single Vira Talisa, mengenakan straw hat dan sarung tangan kulit berwarna hitam

Kalau berbicara soal negara Prancis, pasti yang ada di benak lo adalah suasana romantis di sepanjang sungai Seine dan gemerlap menara Eiffel. Itu juga suasana yang ingin diciptakan oleh Vira lewat musik-musiknya, termasuk juga album terbarunya bertajuk Primavera yang berarti musim semi. Selama Vira berada di Prancis, ia juga masuk ke dalam komunitas dan pertemanan yang memiliki minat musik yang serupa.

Vira merasa klik dengan referensi musik retro-pop yang didapatkannya selama di Prancis. Begitu pula dengan hasil belajar yang ia tekuni di Prancis. Meski mengambil jurusan Visual Art, nyatanya di dalamnya juga mencakup bidang sastra dan film, di mana akhirnya Vira juga mampu mengasah pemahamannya akan musik sebagai salah satu komponen film.

 

Terinspirasi dari The Beach Boys dan Soundtrack Film Klasik

Vira Talisa sedang duduk di sofa sambil menulis di buku berwarna orange

Kiprah bermusik Vira benar-benar dimulai sejak nol, berawal dari sekadar meng-upload hasil cover lagu di platform Soundcloud. Hingga akhirnya, Vira pun berhasil merilis album self-titled di tahun 2016. The Beach Boys menjadi salah satu panutan Vira dalam bermusik dan musisi yang memperkenalkan Vira ke musik dengan genre retro.

Nggak hanya The Beach Boys saja, Vira juga jatuh cinta dengan konsep vintage dan genre pop-retro melalui soundtrack film garapan Jean-Luc Godard, seperti “Singing in the Rain”. Film-film klasik di era 30-an dan 60-an menjadi inspirasi bagi musikalitas Vira Talisa.

 

Dukungan Manis dari Orang Tercinta

Vira Talisa menyanyi di atas panggung dengan dress hitam

Dibesarkan di keluarga pencinta musik, Vira Talisa ternyata masih memiliki hubungan keluarga dengan legenda musik Eyang Titiek Puspa. Keluarganya sering mendengarkan lagu-lagu karya Everly Brothers dan The Beatles yang membuat Vira sebagai sosok old soul dengan kemampuan bermusik yang nggak perlu diragukan lagi.

Dalam album Primavera yang berisikan delapan lagu, ada satu lagu berjudul “He’s Got Me Singing Again” yang menceritakan sosok sang kekasih, Radityo Joko Bramantyo. Bagi Vira menulis lirik dan menggarap musik itu adalah ekspresi paling jujur yang bisa dimiliki seseorang. Sekarang, album Primavera sudah bisa didengarkan di berbagai platform streaming. Vira juga sedang fokus untuk merilis album fisik dan tetap melahirkan tembang-tembang retro-pop.

 

 

 

Sources: Medcom.id, CNN Indonesia, Liputan 6.