• Music News
  • DJ Marshmello Masukkan Unsur Indonesia di Single Terbaru

DJ Marshmello Masukkan Unsur Indonesia di Single Terbaru

Tue, 27 August 2019
DJ Marshmello Masukkan Unsur Indonesia di Single Terbaru

Salah satu DJ kawakan internasional, DJ Marshmello, memasukkan unsur-unsur Indonesia di single terbarunya. Lewat single tersebut, ia menambahkan alunan alat musik tradisional angklung dan gamelan. Pria bernama asli Christopher Comstock itu bahkan memberi judul single tersebut Angklung Life. Kira-kira apa ada hal lain yang lebih istimewa dari single terbaru DJ Marshmello ini, ya?

 

Kolaborasi dengan Wiwek Mahabali

Urbaners, untuk menyelesaikan single Angklung Life, tentu DJ Marshmello nggak bekerja sendirian. Ia dibantu oleh seorang DJ asal Belanda yang juga cukup populer dengan karya musiknya, yaitu Wiwek Mahabali. Diketahui, sebelum berkolaborasi dengan Marshmello, Wiwek Mahabali ternyata pernah menciptakan single berjudul Global March yang juga memasukkan unsur musik-musik tradisional Jawa dan Bali.

 

Hadiah untuk Hari Kemerdekaan Indonesia Ke-74

Hadiah untuk Hari Kemerdekaan Indonesia Ke-74

Lagu terbaru DJ Marshmello ini pastinya bikin lo merasa bangga, kan? Unsur Indonesia yang diperkenalkan lewat musik bisa jadi cara terbaik buat bangsa ini memperkenalkan kebudayaan diri secara lebih meluas. Karena dirilis bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-74, Angklung Life ini boleh jadi hadiah ulang tahun terbaik untuk Indonesia dan seluruh masyarakatnya.

 

Lirik Berbahasa Indonesia

Menariknya, nggak cuma memasukkan unsur musik-musik tradisional saja, di lagu terbarunya ini, DJ yang pernah berkolaborasi dengan Alan Walker, Calvin Harris, Ariana Grande, Avicii, hingga Justin Bieber ini juga menggunakan sedikit Bahasa Indonesia di dalam lirik lagu Angklung Life. Kalau lo dengarkan secara seksama, ada baris lirik yang berbunyi “Woy, itu suara apaan? Angklung, Bro!” Jadi, di karya musik DJ Marshmello ini, lo bakal merasa lebih dekat karena ada banyak unsur Indonesia yang dilekatkan.

 

Karya Terbaru Setelah Album Joytime III

Kalau lo masih ingat, Urbaners, di awal bulan Juli kemarin, DJ Marshmello sudah merilis album Joytime III sebagai bagian dari album sekuel Joytime miliknya. Masih di bawah label yang sama, Joytime Collective, DJ asal Amerika Serikat ini juga mengajak beberapa produser lain untuk berkolaborasi. Mulai dari Flux Pavillion, TYNAN, Yultron, Slushii, hingga Wiwek Mahabali.

 

Pernah Mengeksplorasi Musik India

Pernah Mengeksplorasi Musik India

Beberapa waktu sebelum merilis single dengan unsur Indonesia, Marshmello pernah mengeksplorasi musik India. Pria berusia 27 tahun ini juga sempat berkolaborasi dengan Shirley Setia dan Pritam yang merupakan penyanyi India profesional. Kombinasi musik pop India tradisional dan musik dansa elektronik yang dihasilkan ini pun sukses mencuri perhatian dunia. Marshmello juga sering tampil dengan memainkan lagu-lagu bernuansa Bollywood, lho!

 

Jadi, gimana menurut pendapat lo soal hadirnya unsur musik tradisional dan bahasa Indonesia di single terbaru DJ Marshmello?

 

 

Source: goodnewsfromindonesia.id

Pecinta Musik Wajib Datangi Museum Musik Indonesia di Malang

Monday, February 17, 2020 - 15:41
: Bagian depan dari Gedung Museum Musik Indonesia

Kota Malang memang menjadi salah satu kota paling populer di Indonesia. Selain memiliki banyak tempat wisata alam yang menarik, di kota ini rupanya juga memiliki museum musik yang wajib didatangi oleh para pecinta musik. Museum Musik Indonesia yang terletak di Jalan Nusakambangan No. 19, Kota Malang ini merupakan satu-satunya museum seni musik yang ada di Indonesia.

 

Punya Banyak Koleksi yang Menarik

Museum Musik di Kota Malang ini memiliki banyak koleksi yang sangat menarik. Sejak tahun 2009 sampai tahun 2018 lalu Museum Musik ini diketahui memiliki lebih dari 26 ribu koleksi yang berhubungan dengan dunia musik. Mulai dari kaset, leaflet, CD, poster, buku musik, piringan hitam, peralatan audio hingga alat musik koleksi dari para musisi. Menariknya, di museum musik ini juga terdapat kostum dari koleksi para musisi.

Koleksi yang ada di Museum Musik ini rupanya sebagian besar didapatkan dari sumbangan masyarakat baik dari Malang ataupun luar Malang. Selain itu, juga terdapat beberapa musisi yang rela turut menyumbangkan barang-barangnya untuk dijadikan koleksi di museum yang satu ini. Sekitar 60 sampai 70 persen dari koleksi yang ada di museum ini berasal dari musisi Tanah Air. Sedangkan sisanya berasal dari musisi luar negeri. Koleksi di museum ini juga terdiri dari cukup banyak genre mulai dari lagu daerah, jazz, pop, rock, latin hingga lagu anak-anak.

 

Baru Diresmikan pada Tahun 2016 Lalu

Meskipun telah memiliki jumlah koleksi yang cukup banyak, Museum Musik ini baru diresmikan pada tahun 19 November 2016 lalu. Peresmian tersebut langsung dihadiri oleh pihak Badan Ekonomi Kreatif Indonesia dan bertempat di Gedung kesenian Gajayana lantai 2 di Jalan Nusakambangan No. 19 Malang.

Museum Musik ini juga telah didaftarkan ke Kementrian Hukum dan Ham. Pemerintah Kota Malang juga telah memberikan izin kepada pengelola museum untuk menempati Gedung Kesenian Gajayana. Jadi Gedung Kesenian Gajayana telah resmi menjadi lokasi dari Museum Musik tersebut. Sebelum menempati gedung tersebut, Museum Musik ini cukup sering berpindah tempat.

Sejarah Berdirinya Museum Musik

Koleksi di museum musik yang tertata rapi di display

 

Sejarah dari Museum Musik ini cukup menarik lho, Urbaners. Berawal dari koleksi yang dimiliki oleh salah satu pendirinya, Hengki Herwanto, kemudian museum ini bisa berkembang menjadi lebih besar. Sejak sekitar tahun 2009 lalu Hengki Herwanto berencana untuk mendirikan Galeri Malang Bernyanyi dan hanya memiliki sekitar 250 koleksi saja. Koleksi yang terdiri dari CD, kaset hingga piringan hitam itu merupakan milik dari Hengki Herwanto dengan teman-temannya.

Kemudian koleksi tersebut disimpan di garasi rumah Hengki Herwanto yang berada di jalan Citarum. Galeri koleksi musik itu pun semakin dikenal luas sehingga pada tahun 2013 mereka memindahkannya di sebuah rumah kontrakan di Griya Santa. Setelah itu, baru di tahun 2016 galeri musik itu pindah ke Gedung Kesenian Gajayana dan resmi disebut sebagai Museum Musik Indonesia.

Itulah sedikit ulasan mengenai Museum Musik Indonesia yang terletak di Malang. Apakah lo berencana untuk mampir ke tempat ini saat berkunjung ke Malang?

 

Sources: jawapos.com, kumparan.com, goodnewsfromindonesia.id