Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019 "Ciptakan" Broadway di Kemayoran - MLDSPOT
  • Music News
  • Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019 "Ciptakan" Broadway di Kemayoran

Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019 "Ciptakan" Broadway di Kemayoran

Mon, 11 February 2019
 Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019 "Ciptakan" Broadway di Kemayoran

Tahun ini, Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019 (JJF) kembali diadakan dengan mengusung tema Broadway. Pagelaran musik jazz bergengsi ini rencananya bakal diadakan masih di  JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Tema ini dipilih juga bukan tanpa alasan, Urbaners. Sebagai penyelenggara, PT. Java Festival Production mengaku bahwa Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019 bakal membidik penonton dengan range usia yang lebih luas, yaitu penonton di usia 18 sampai 34 tahun.

 

Ciptakan nuansa berbeda di ibu kota

Ciptakan nuansa berbeda di ibu kota

Berbeda dari konsep Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019 terdahulu, tema Broadway yang diusung kali ini jelas akan menciptakan nuansa berbeda di pusat ibu kota. Seperti yang lo ketahui, Broadway sendiri merupakan gambaran pertunjukan musik secara live dengan panggung megah. Bahkan disebut-sebut pagelaran JJF ke-15 ini nantinya bakal jadi yang paling mencolok dibandingkan dengan penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya.

 

Tersedia 11 panggung terpisah

Urbaners, untuk mendukung tema yang megah tadi, pihak penyelenggara Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019 sengaja menyediakan 11 panggung besar dengan dekorasi yang berbeda-beda. Panggung-panggung itu pun terpisah sehingga pengunjung bisa lebih leluasa dalam menyaksikan penampilan musik dari musisi idolanya. Kabarnya, ada sekitar 70 musisi tanah air dan 40 musisi internasional yang bakal memeriahkan event musik jazz yang digelar pada 1 hingga 3 Maret 2019 mendatang.

 

Mendatangkan Toto, Raveena, dan H.E.R

Mendatangkan Toto, Raveena, dan H.E.R

Dengan tagline “Music Unites Us All”, Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019 nggak hanya menampilkan musisi bergenre jazz saja. Diketahui ada band rock Toto serta penyanyi soul blasteran India – Amerika Serikat yang bakal tampil di panggung Special Show. Bahkan pelantun single Best Part sekaligus peraih Grammy Awards 2019 di kategori Best R&B Album, H.E.R juga rencananya mengisi pagelaran Special Show tersebut.

 

Line up JJF 2019

Selain 3 musisi berbakat di panggung Special Show JJF 2019 nanti, lo juga bisa menyaksikan pertunjukan musik dari musisi dalam negeri seperti Andien, Endah N Rhesa, Hanin Dhiya, Teddy Adhitya, serta Rahmania Astrini. Sementara itu, lo juga nggak boleh melewatkan penampilan Allen Hinds & L.A. Super Soul, Charlie Burg, Bob James Trio, Gretchen Parlato, Jeff Bernat, hingga James Vickery dan musisi internasional papan atas lainnya.

 

Urbaners, melihat tema Broadway yang diciptakan penyelenggara, sudah bisa diprediksi kalau Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019 bakal lebih seru dan menyenangkan dibandingkan tahun kemarin. Gimana menurut pendapat lo?

 

 

 

Sources: beritagar.id, fimela.com, liputan6.com

Perjalanan Joey Alexander dari Grammy sampai Sekarang

Sat, 27 February 2021
Joey Alexander

Di tahun 2016 & 2017 lalu, Indonesia sempat digemparkan dengan nama Joey Alexander – well, siapa yang nggak kenal dengan pianist muda yang berhasil masuk nominasi Grammy Awards di usianya yang masih sangat belia saat itu?

Dua tahun berturut-turut berhasil masuk nominasi Grammy Awards di umur 13 tahun, Joey Alexander berhasil membawa bangga nama Indonesia ke kancah internasional dengan single debutnya yaitu My Favorite Thing.

Setelah 5 tahun berlalu, gimana kabar Joex Alexander sekarang ya, bro? beranjak menjadi seorang remaja, pastinya udah banyak banget perkembangannya. Denger-denger, Joey juga udah ngerilis 5 album loh!

Di artikel ini, MLDSPOT bakalan mengulik gimana kabar Joey Alexander setelah 5 tahun berlalu dari Grammy Awards dan gimana kesehariannya sekarang. Langung aja selengkapnya simak di bawah ini ya!

Grammy Awards: Bukti Pribadi Joey Rendah Hati

Joey Alexander

Credit image – Liputan6

Di 2016 hingga 2017 lalu, keberhasilan namanya dalam menjadi nominasi di Grammy Awards emang menjadi titik balik dari karir seorang Joey Alexander. Gimana nggak – di usia yang belum genap 13 tahun saat itu, Joey berhasil menjadi musisi termuda yang masuk ke dalam nominasi kategori Jazz dan meraih nominasi dua sekaligus – pertama dari Indonesia!

Joey sendiri mengaku, momen masuk sebagai nominasi dengan pencapaiannya ini – ia nggak berharap banyak untuk menang. Ketika dinominasikan untuk pertama kali, pastinya Joey kaget dan nggak nyangka sama sekali. Tapi ketika pada hari pengumuman dan ternyata nggak menang – Joey nggak berkecil hati, karena baginya inilah hal yang harus dikembangkan olehnya untuk menciptakan karya yang lebih baik lagi.

Dengan keberhasilannya ini, Joey mengatakan bahwa keberhasilannya dalam meraih Grammy Awards ini bukanlah hal yang mudah. Namun ia bersyukur memiliki lingkungan yang supportif – baik menang atau kalah, itu semua hanya menjadi bagian dalam hidupnya untuk menjadi lebih baik dan berkembang.

Musik Jazz bagi Joey Alexander

Awal mula perjalanan musik Joey dimulai dari kecintaan ayahnya dalam bermusik – meskipun nggak secara profesional. Namun sejak bersama ayahnya, kecintaan Joey akan musik pun menjadi tumbuh. Menurut Joey, ketika ia memainkan musik ia merasakan sesuatu yang menyenangkan dalam dirinya tumbuh.

Memulai perjalanan bermusiknya di Bali, Joey mengaku nggak nyangka kalau hidupnya akan menjadi berada dalam lingkup musik – apalagi di genre Jazz. Musik Jazz sendiri bagi Joey punya kekuatan sendiri yang nggak dimiliki oleh genre musik lainnya.

Bagi Joey, musik Jazz seakan punya bahasa tersendiri dalam musik yang bisa menyampaikan pesan serta menyatukan orang yang berbeda dari seluruh dunia – Jazz udah whole different level deh buat Joey!

Dari Bali hingga New York

Joey Alexander

Credit image – Spotify

Seperti yang diketahui, Joey melebarkan sayapnya lebih besar di negeri paman sam – tepatnya New York, dibandingkan di tanah kelahirannya sendiri. Meskipun begitu, Joey tetap Bali spesial tersendiri di dalam hatinya.

Bali dan New York sama-sama membawa inspirasi bagi Joey dalam bermusik, namun kedua tempat ini memiliki sisi yang berbeda dalam diri Joey dalam menciptakan musik. Hal ini dibuktikan dengan 5 album yang telah dirilis oleh Joey.

4 album dengan berbahasa Inggris dan 1 album dengan bahasa Indonesia ini sebenarnya tidak memiliki makna yang spesifik. Karena pada dasarnya dalam menamakan album Joey berdasarkan komposisi asli dari album Live-nya.

Album terakhir Joey – Warna, dibuat untuk menceritakan kepribadian, suara, dan gaya seorang pemusik yang bermain dengannya. Di album terbarunya ini Joey juga mencoba gaya musik dan komposisi yang berbeda. Seakan ingin memberikan warna baru, di album ini Joey mencoba menghadirkan nuansa ‘lokal’ dalam albumnya.

Karier bermusik Joey emang udah nggak perlu diragukan lagi. Bukan cuma Grammy Awards aja, bahkan Joey juga pernah menjadi TED Speaker dalam acara TedX Talk, bro!

Di usia muda dan pencapaian yang dimilikinya ini jadi kisah inspiratif banget buat dikulik ya. Dari Joey kita juga belajar – nggak perlu berpikir panjang untuk mencoba hal baru, yang penting – mulai aja dulu!

 

Feature image - NPR