• Music News
  • Jeremy Zucker, Ciptakan Lagu-lagu Melankolis dengan Sentuhan Elektronik

Jeremy Zucker, Ciptakan Lagu-lagu Melankolis dengan Sentuhan Elektronik

Thu, 12 April 2018
Jeremy Zucker, Ciptakan Lagu-lagu Melankolis dengan Sentuhan Elektronik

Pernah membayangkan apa jadinya kalau Bon Iver dan Blackbear berkolaborasi? Nggak perlu pusing berandai-andai karena lo bisa mendengarkannya langsung melalui musik karya Jeremy Zucker, seorang penyanyi dan pencipta lagu asal New Jersey. Lagu-lagu yang diciptakannya cenderung bernuansa melankolis, tetapi memiliki sentuhan elektronik yang begitu nagih buat terus didengarkan.

 

Lirik lagu relatable dengan musik yang groove

Salah satu daya tarik Jeremy Zucker bisa lo lihat dari kemampuan menulis lagunya, Urbaners. Lirik-lirik lagunya begitu relatable dengan banyak aspek kehidupan, mulai dari asmara hingga keluarga. Keindahan lirik tersebut dibalut dalam nuansa musik yang begitu chill, tapi ada beberapa yang juga terdengar eclectic. Intinya, lagu-lagu Jeremy Zucker bisa memberikan lo kejutan yang menyenangkan.

 

Bergabung dengan Republic Records

Jeremy Zucker pertama kali mengeluarkan EP debutnya yang berjudul Beach Island pada Agustus 2015. Setelah itu, pria berusia 21 tahun ini merilis beberapa single yang cukup sukses di pasaran, yang setelah itu ia kumpulkan dan rilis kembali melalui EP berjudul Motions pada pertengahan 2016. Saat itu, ia merilisnya melalui label 3OAK Music, yang ia dirikan sendiri bersama James dan Benjamin O.

Motions ternyata mendapatkan sambutan yang sangat positif dari para penikmat musik. Di layanan streaming musik online, beberapa lagunya didengarkan hingga jutaan kali. Karena hal ini, perusahaan label rekaman Republic Records akhirnya meminta Jeremy Zucker buat bergabung dengan mereka. EP Motions pun dirilis ulang pada pertengahan tahun 2017 lalu.

 

Kerja sama dengan penulis lagu Justin Bieber

Dalam menciptakan dan memproduksi lagu-lagunya, Jeremy Zucker bekerja sama dengan beberapa musisi lain. Salah satunya adalah Blackbear, yang dikenal sebagai penulis lagu-lagu milik Justin Bieber. Blackbear membantu dalam pembuatan lagu Talk is Overrated dan EP berjudul Stripped, yakni album mini berisi lima lagu Jeremy Zucker yang dibuat versi akustiknya.

 

Saat ini, Jeremy Zucker sedang sibuk keliling Eropa untuk mengadakan tur. Lo bisa dengerin lagu-lagunya di Spotify atau Apple Music, ya!

 

Sources: jeremyzuckermusic.com, allmusic.com, republicrecords.com

Hidup untuk Hari Ini, Refleksi Diri Hindia dalam Karya-Karyanya

Thu, 13 August 2020
Potret Baskara Putra dengan kaos putih bertuliskan Hindia dan kacamata

Vokalis band .Feast, Daniel Baskara Putra, atau juga dikenal dengan nama panggung Hindia telah cukup banyak mengeluarkan karya, mulai dari beragam proyek kolaborasi bersama musisi lainnya hingga mengeluarkan debut album. Baru-baru ini, Hindia kembali mengeluarkan single terbarunya berjudul “Setengah Tahun Ini” yang merupakan catatan narasi mengenai pandangannya dalam hidup selama pandemi COVID-19.

 

Arti Nama Hindia Baginya

Baskara Putra atau Hindia mengenakan kemeja coklat sedang ada di atas panggung

Nama Hindia ini dipilih bukan karena iseng atau sekadar mau bergaya keren di tengah banyaknya penyanyi indie Indonesia. Pasalnya, ada banyak pemikiran yang tertuang dalam pemilihan nama panggung tersebut.

Baskara mengungkapkan bahwa ide nama panggung Hindia sendiri tertanam sejak usia sekolah, tepatnya ketika field trip dan melihat tulisan “Hindia Belanda” di bawah sebuah lukisan. Muncul angan-angan untuk memasukkan diri ke dalam sejarah Indonesia dengan penggunaan nama Hindia.

Kalau sebelumnya lo akan melihat rentetan kisah penjajahan Belanda terhadap Indonesia saat mengetik “Hindia” di Google, Baskara berharap generasi selanjutnya malah akan menemukan sosok penyanyi Indonesia bernama Hindia dengan karya-karya bahasa Indonesia yang dipersembahkan untuk orang Indonesia juga.

Selebihnya, nama Hindia ini juga ditujukan untuk memisahkan persona diri ketika ada di atas panggung dengan di luar panggung. Nama Hindia kini memiliki makna tersendiri bagi Baskara, yakni layaknya samudera yang membasuh banyak orang agar mendapat kebahagiaan di tengah proses mencapai tujuan. Di dalamnya juga ada kesan androgynous dan familiar.

 

Menutup Debut Album dengan “Setengah Tahun Ini”

Baskara Putra atau Hindia dengan kedua tangan terangkat mengenakan jaket putih

Debut album bertajuk “Menari dengan Bayangan” sudah direncanakan dengan matang oleh Hindia. Sudah menjadi keinginannya untuk memiliki tambahan track ke-16 atau ke-17 dalam album ini. Sebelumnya, lagu “Evaluasi” menjadi penutup manis dari debut album yang dijadikan narasi hidup ini, namun Hindia berkata bahwa ternyata hidup nggak melulu sesuai rencana manusia.

Adanya pandemi ini menyebabkan Hindia harus memutar otak dalam melengkapi debut albumnya sesuai dengan keinginannya dulu. Walau pandemi adalah tantangan baginya dalam bermusik, tetapi juga berperan sebagai inspirasi. Akhirnya, dimulailah proses menulis lagu Setengah Tahun Ini yang jadi refleksi dirinya selama karantina di tengah pandemi 6 bulan belakangan ini.

Mau nggak mau, pandemi mengubah persepsi Hindia mengenai album dan hidup pribadinya. Ia mengungkap bahwa sebelum pandemi, manusia seringkali fokus ke masa depan dan menyesali yang ada di masa lalu. Namun pandemi membuatnya tersadar bahwa ia harus hidup untuk hari ini, nggak harus memusingkan masa depan secara berlebihan

 

Nggak Siap untuk Jadi Terkenal

Baskara Putra atau Hindia mengenakan pakaian serba hitam ada di atas panggung

Baik dalam karirnya bersama .Feast atau proyek solo sebagai Hindia, nyatanya Baskara mengungkap ketakutannya menjadi seorang public figure. Hindia sendiri ia buat untuk menuangkan pikiran dan kreativitasnya, menjadikan pengalaman pribadi serta interaksi individu sebagai sumber utama. Sedangkan .Feast yang arahnya lebih ke rock adalah tempat ia menuangkan opini dan kritik berdasarkan pengalamannya dalam hidup bermasyarakat.

“Kehilangan privasi itu berat, berat banget. Rasanya seperti diperhatikan terus dan seakan gue nggak bisa mengekspresikan apa pun tanpa hal itu jadi konsumsi publik,” ungkap Baskara. Kondisi mental dari Baskara yang seringkali terserang anxiety juga menantangnya ketika ada penggemar yang secara sadar maupun nggak sadar menjajah lahan privasinya.

Meski begitu, Baskara tetap termotivasi untuk membantu lo dan pendengar lainnya meluapkan emosi bersama lagu-lagu Hindia.

 

 

 

Sources: Popbela, Siasat Partikelir, Republika