Kebebasan Bermusik A La Jaymes Young

Thu, 30 November 2017

Nama Jaymes Young mungkin terdengar agak kurang familiar di belantika musik dunia. Karir Young memang nggak setenar penyanyi terkenal macam Bruno Mars, Michael Buble, ataupun John Mayer. Tetapi sekarang Young benar-benar dalam perjalanan menuju kesitu. Lagu I’ll Be Good dari studio album pertamanya, Feel Something, udah didengarkan 30 juta kali dan video klipnya sudah ditonton 22 juta kali.

 

Kebebasan Jaymes Young

Jaymes Young adalah seorang pemuda kelahiran Seattle di tengah keluarga yang mahir bermusik. Young udah bisa bermain gitar sejak umur 14 tahun, dan musik-musik mainstream seperti Coldplay, Radiohead, Maroon 5, dan Death Cab for Cutie adalah influence terbesar dalam karir bermusiknya. Di saat umurnya menginjak 22 tahun, Young memberanikan diri untuk mengeluarkan EP pertama berjudul Dark Star.

“Ketika Dark Star keluar, itu seperti keluar secara spontan. Saya merasa bahwa itulah yang bisa saya katakan kepada penggemar yang mendengarkan,” ujar Young saat di-interview oleh atwoodmagazine.

Kebebasan Young dalam bermusik inilah yang membuat lagu-lagunya berbeda dengan musik kebanyakan. Lagu Young ini memiliki genre indie pop dan alternative rock. Dengan suara yang agak mendayu-dayu, I’ll Be Good, Habits of My Heart, dan Stone menjadi alunan musik yang sangat sempurna.

 

Tentang album Feel Something

Album Feel Something baru saja dirilis pada bulan Juni 2017 kemarin. Lagu-lagunya sudah tersebar dan menjadi hits di streaming music online seperti Spotify, iTunes, dan YouTube. Salah satu lagu yang cukup terkenal selain I’ll Be Good adalah We Won’t yang dinyanyikan bersama Phoebe Ryan.

Masih dari interview oleh atwoodmagazine, lirik dari We Won’t ini digarap dengan sangat serius. Selain musiknya yang kekinian, liriknya juga berkisah tentang curahan hati Young.

Don’t go to war for me, I’m not the one that you want me to be

Lirik tersebut dinyanyikan berdua dengan Phoebe Ryan yang memiliki suara sopran tinggi, menjadi salah satu lagu paling berpengaruh anak muda Amerika Serikat.

 

Source: atwoodmagazine.com

Hidup untuk Hari Ini, Refleksi Diri Hindia dalam Karya-Karyanya

Thu, 13 August 2020
Potret Baskara Putra dengan kaos putih bertuliskan Hindia dan kacamata

Vokalis band .Feast, Daniel Baskara Putra, atau juga dikenal dengan nama panggung Hindia telah cukup banyak mengeluarkan karya, mulai dari beragam proyek kolaborasi bersama musisi lainnya hingga mengeluarkan debut album. Baru-baru ini, Hindia kembali mengeluarkan single terbarunya berjudul “Setengah Tahun Ini” yang merupakan catatan narasi mengenai pandangannya dalam hidup selama pandemi COVID-19.

 

Arti Nama Hindia Baginya

Baskara Putra atau Hindia mengenakan kemeja coklat sedang ada di atas panggung

Nama Hindia ini dipilih bukan karena iseng atau sekadar mau bergaya keren di tengah banyaknya penyanyi indie Indonesia. Pasalnya, ada banyak pemikiran yang tertuang dalam pemilihan nama panggung tersebut.

Baskara mengungkapkan bahwa ide nama panggung Hindia sendiri tertanam sejak usia sekolah, tepatnya ketika field trip dan melihat tulisan “Hindia Belanda” di bawah sebuah lukisan. Muncul angan-angan untuk memasukkan diri ke dalam sejarah Indonesia dengan penggunaan nama Hindia.

Kalau sebelumnya lo akan melihat rentetan kisah penjajahan Belanda terhadap Indonesia saat mengetik “Hindia” di Google, Baskara berharap generasi selanjutnya malah akan menemukan sosok penyanyi Indonesia bernama Hindia dengan karya-karya bahasa Indonesia yang dipersembahkan untuk orang Indonesia juga.

Selebihnya, nama Hindia ini juga ditujukan untuk memisahkan persona diri ketika ada di atas panggung dengan di luar panggung. Nama Hindia kini memiliki makna tersendiri bagi Baskara, yakni layaknya samudera yang membasuh banyak orang agar mendapat kebahagiaan di tengah proses mencapai tujuan. Di dalamnya juga ada kesan androgynous dan familiar.

 

Menutup Debut Album dengan “Setengah Tahun Ini”

Baskara Putra atau Hindia dengan kedua tangan terangkat mengenakan jaket putih

Debut album bertajuk “Menari dengan Bayangan” sudah direncanakan dengan matang oleh Hindia. Sudah menjadi keinginannya untuk memiliki tambahan track ke-16 atau ke-17 dalam album ini. Sebelumnya, lagu “Evaluasi” menjadi penutup manis dari debut album yang dijadikan narasi hidup ini, namun Hindia berkata bahwa ternyata hidup nggak melulu sesuai rencana manusia.

Adanya pandemi ini menyebabkan Hindia harus memutar otak dalam melengkapi debut albumnya sesuai dengan keinginannya dulu. Walau pandemi adalah tantangan baginya dalam bermusik, tetapi juga berperan sebagai inspirasi. Akhirnya, dimulailah proses menulis lagu Setengah Tahun Ini yang jadi refleksi dirinya selama karantina di tengah pandemi 6 bulan belakangan ini.

Mau nggak mau, pandemi mengubah persepsi Hindia mengenai album dan hidup pribadinya. Ia mengungkap bahwa sebelum pandemi, manusia seringkali fokus ke masa depan dan menyesali yang ada di masa lalu. Namun pandemi membuatnya tersadar bahwa ia harus hidup untuk hari ini, nggak harus memusingkan masa depan secara berlebihan

 

Nggak Siap untuk Jadi Terkenal

Baskara Putra atau Hindia mengenakan pakaian serba hitam ada di atas panggung

Baik dalam karirnya bersama .Feast atau proyek solo sebagai Hindia, nyatanya Baskara mengungkap ketakutannya menjadi seorang public figure. Hindia sendiri ia buat untuk menuangkan pikiran dan kreativitasnya, menjadikan pengalaman pribadi serta interaksi individu sebagai sumber utama. Sedangkan .Feast yang arahnya lebih ke rock adalah tempat ia menuangkan opini dan kritik berdasarkan pengalamannya dalam hidup bermasyarakat.

“Kehilangan privasi itu berat, berat banget. Rasanya seperti diperhatikan terus dan seakan gue nggak bisa mengekspresikan apa pun tanpa hal itu jadi konsumsi publik,” ungkap Baskara. Kondisi mental dari Baskara yang seringkali terserang anxiety juga menantangnya ketika ada penggemar yang secara sadar maupun nggak sadar menjajah lahan privasinya.

Meski begitu, Baskara tetap termotivasi untuk membantu lo dan pendengar lainnya meluapkan emosi bersama lagu-lagu Hindia.

 

 

 

Sources: Popbela, Siasat Partikelir, Republika