Kisah Iwan Fals yang Bakal Gelar E-Concert Tanggal 16 Desember - MLDSPOT
  • Music News
  • Kisah Iwan Fals yang Bakal Gelar E-Concert Tanggal 16 Desember

Kisah Iwan Fals yang Bakal Gelar E-Concert Tanggal 16 Desember

Thu, 13 December 2018
Kisah Iwan Fals yang Bakal Gelar E-Concert Tanggal 16 Desember

Musisi legendaris Indonesia, Iwan Fals kembali akan mengadakan konser untuk menyapa para penggemarnya. Iwan Fals akan tampil beda dalam konsernya kali ini dan banyak memberikan kejutan. Bagaimana kisah Iwan Fals mempersiapkan konsernya yang unik ini? Berikut ulasannya.

 

Suguhkan Konser yang Berbeda

Suguhkan Konser yang Berbeda

Selama ini mungkin lo sering melihat kalau konser Iwan Fals selalu hingar-bingar dengan penggemarnya yang fanatik dalam panggung terbuka maupun tertutup. Namun, ada yang berbeda dalam konsernya tanggal 16 Desember 2018 nanti Urbaners. Ya, penyanyi yang akrab disapa Bang Iwan ini bakalan mengadakan konser dalam bentuk e-concert.

Alasan digelarnya konser ini adalah supaya bisa didengar penggemar yang lebih luas. Nggak cuma bagi para penggemar Urbaners, konser ini juga berbeda bagi Iwan Fals sendiri. Dengan e-concert ini, Iwan Fals mengaku bisa bermain sesuka hati mengingat kapasitasnya yang kecil. Meski begitu masih tetap bisa ditonton penggemar di pelosok tanah air.

Rencananya, konser bakalan digelar pada pukul 20.00 WIB. Buat lo penggemar sejati Bang Iwan bisa menyaksikan e-concert-nya melalui layanan streaming di beberapa streaming lokal. Sedangkan kalau lo ingin datang langsung tiketnya dibanderol dengan harga 735 ribu rupiah.

 

Dana Hasil Konser Akan Disumbangkan

Dana Hasil Konser Akan Disumbangkan

Selain berbeda dari konser-konser Iwan Fals sebelumnya, e-concert ini diadakan untuk penggalangan dana. Rencananya, musisi pelantun lagu “Bento” tersebut akan mendonasikan beberapa persen dari penjualan tiket konsernya untuk disumbangkan kepada yayasan yang dia kelola. Perlu lo ketahui, Iwan Fals sebenarnya memiliki yayasan bernama Suara Hati Iwan Fals.

Dalam wawancaranya dengan Detik.com saat ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Iwan mengatakan bahwa sekitar 10 persen penjualan tiketnya akan disumbangkan untuk pemerhati dan penggemarnya yang membutuhkan. Selain dengan yayasan yang dibinanya, Iwan juga akan menggandeng fansnya OI untuk menyalurkan dana tersebut.

Meski begitu, Yayasan Suara Hati Iwan Fals juga dalam proses. Terutama soal nomor rekening dari kementerian agar dapat berjalan secara legal. Dengan cara ini Iwan mengajak para penggemarnya untuk hidup saling membantu antar sesama. Terutama dalam masalah pendidikan dan kemanusiaan lainnya.

Wah, salut banget ya Urbaners buat Iwan Fals yang di usianya yang sudah nggak lagi muda masih membantu sesama dengan berkarya dalam dunia musik.

 

 

 

Source: Detik.com

Kupas Tuntas Sejarah Gitar dan Perkembangnya

Tue, 13 April 2021
sejarah gitar

Buat lo penggemar musik akustik pasti udah akrab dengan alat musik yang satu ini, gitar. Gitar memang menyimpan ciri khasnya tersendiri ya, bro. Dengan rangkaian senar yang tepat, bisa menghasilkan irama harmonis dan bernada merdu. Para musisi juga mengakui kalo gitar adalah salah satu instrumen yang nggak bisa dihilangkan saat tengah bermain musik.

Alat musik petik ini memang banyak digemari karena gampang dimainkan, namun masih banyak yang belum tau asal usul gitar. Pasalnya, alat musik ini menyimpan sejarah berliku dan mengalami perubahan dari tiap zaman. Biar makin tau sejarah gitar dan perkembangannya, baca tuntas artikel ini ya, bro.

Sejarah Alat Musik Gitar

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Sebenarnya asal usul alat musik petik ini masih menjadi bahan perdebatan bagi sejumlah pengamat musik. Banyak yang meyakini gitar berasal dari negara Spanyol pada abad ke-16 dari guitarra latina, alat musik abad pertengahan dengan desain berlekuk, serta dilengkapi empat senar berpasangan yang bisa menghasilkan bunyi berbeda-beda.

Pada masa itu, gitar hanya memiliki nada dasar, yaitu C – F – A – D’, penyeteman dari empat bagian tengah lute dan vihuela. Gitar abad ke-16 juga memiliki ukuran relatif lebih kecil, serta lubang suara yang belum melebar seperti gitar masa kini.

Selain itu, terdapat empat rangkaian senar yang membentang dari pegbox mirip biola ke jembatan tegangan yang direkatkan ke papan suara, atau belly penopang tarikan langsung dari senar. Di bagian perut gitar terdapat lubang suara melingkar, yang biasanya dihiasi dengan ukiran kayu mawar.

Proses Reinkarnasi yang Panjang

Seiring perkembangan zaman, gitar mengalami banyak perubahan pada instrumennya. Senar kelima ditambahkan sebelum tahun 1600, lalu pada akhir abad ke-18, berjumlah enam senar dengan sistem penyeteman yang masih sangat standar. Dari sinilah, lo bisa mengenal beberapa kunci nada seperti E – A – D – G – B – E’.

Sementara di abad ke-19, sekrup logam diganti dengan pasak penyetelan. Fret awal yang diikat diganti dengan fret gading atau logam bawaan pada abad ke-18. Fingerboard gitar juga dinaikkan sedikit di atas tingkat perut dan dibuat melebar hingga ke tepi lubang suara. Bagian tubuh gitar pun dibuat lebih luas dan lebih dangkal dengan papan suara yang sangat tipis, sehingga menghasilkan peningkatan sonoritas.

Secara internal, batang melintang yang memperkuat papan suara diganti dengan batang radial yang menyebar di bawah lubang suara. Pada bagian leher gitar yang sebelumnya dipasang pada balok kayu, dibentuk menjadi menyerupai penahan atau sepatu yang menonjol ke dalam tubuh, dan direkatkan ke belakang fungsinya untuk memberikan stabilitas terhadap tarikan senar.

Inovasi Besar pada Abad 19

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Selama abad ke-17, keberadaan gitar semakin dikenal karena popularitas lute dan vihuela menurun. Pada saat itu juga ada beberapa gitaris virtuoso menjadi terkenal di Eropa, diantaranya; Gaspar Sanz (1674-an), Robert de Visée (1650–1725), Fernando Sor (1778–1839), dan Joseph Kaspar Mertz (1806–56).

Namun akhir abad ke-19 popularitas gitar justru menyusut, tapi untungnya ada perubahan besar melalui tangan Antonio Torres, ia berhasil membuat perkembangan gitar semakin pesat. Instrumen yang dihasilkan adalah gitar klasik, dirangkai dengan tiga gut dan tiga senar sutra yang dipintal logam.

Buat lo yang belum tau, sebagian inovasi gitar pada abad ke-19 merupakan hasil karya Torres, bro. Ia menggunakan bahan nylon atau plastik untuk menghasilkan suara lebih nyaring dan merdu. Jenis gitar yang dihasilkan yaitu gitar 12-senar atau double-course, jaranan Meksiko dan charango Amerika Selatan, keduanya gitar kecil dengan five-course. Seiring berkembangnya zaman, alat musik gitar juga semakin beragam, mulai dari ukulele, gitar akustik, gitar listrik, sampai bass. Perubahan besar dimulai dari sini, bro!

Perkembangan Gitar di Indonesia

Pasti lo juga penasaran bagaimana alat musik gitar masuk ke Indonesia kan, bro? Untuk pertama kalinya masyarakat Indonesia mengenal gitar dari orang-orang Portugis yang saat itu menjadi tawanan kolonial Belanda. Biar nggak bosan di dalam tahanan, mereka berbicara dengan musik dan alat musik yang digunakan adalah gitar.

Sejak saat itu, perkembangan gitar di Indonesia semakin popular dan mulai dimainkan bersama dengan kesenian tradisional lainnya, termasuk musik keroncong. Setelah kemerdekaan, muncul beberapa gitaris tanah air seperti Linda Sukamta dan Andre Irawan, mereka berhasil memenangkan The First South East Asian Guitar Festival pada tahun 1977 dan 1978.

Meski kolonialisme meninggalkan rasa sakit, tapi melahirkan sebuah karya seni. Well, sebelum menjadi alat musik popular dan berpengaruh di dunia musik, gitar harus melalui perjalanan yang cukup panjang dan rumit ya, bro. Nah, sekarang lo udah tau kan bagaimana asal usul sejarah gitar?

 

Featured image - unsplash