• Music News
  • Mulai Terkenal Di Indonesia, Mari Berkenalan dengan Mustache and Beard

Mulai Terkenal Di Indonesia, Mari Berkenalan dengan Mustache and Beard

Thu, 27 September 2018
Mulai Terkenal Di Indonesia, Mari Berkenalan dengan Mustache and Beard

Folk belakangan memang lagi panen. Genre yang satu ini mulai sering terdengar di Indonesia. Akhir-akhir ini banyak muncul musisi folk yang meramaikan skena musik Indonesia. Mulai dari solois, grup, hingga band, semuanya punya warna folk masing-masing. Nah, dari banyaknya musisi yang bermunculan ini mana sih yang worth to listen?

Coba deh dengerin lagu-lagu dari Mustache and Beard. Band asal Bandung ini punya warna musik folk yang khas dan nggak bakal lo temukan pada musisi lain. Seperti apa?

 

Dari Tahun 2011

Dari Tahun 2011

Mustache and Beard mulai bermusik dari 2011 lalu. Selama tujuh tahun bermusik, band ini beberapa kali harus berganti personel. Hingga bulan September 2018 ini, Mustache and Beard tercatat punya enam personel yaitu Afif yang jadi vokalis (sekaligus accordion dan flute), Bima (gitar, vokal), Febryan (gitar, vokal), Adri (trumpet), Ari (bass), dan Nagib (drum).

Band ini bisa terbentuk karena Afif, Bima, dan Febryan yang emang sering jamming bareng. Nggak cuma itu, mereka juga sering terlibat dalam gigs yang sama. Dari situ, mereka yakin kalo selera musik mereka emang sama. Hingga akhirnya, keputusan diambil dan mereka resmi bikin band yang kemudian dinamai Mustache and Beard.

 

Bukan Sekedar Nama

Bukan Sekedar Nama

Mustache and Beard ternyata nggak cuma nama. Nama ini sekaligus jadi identitas buat mereka. Ternyata, semua personel band ini punya kumis dan jenggot. Kumis dan jenggot secara nggak langsung jadi semacam “tanda” buat band asal Bandung ini. So, kalau lo sempat nonton ada band folk manggung dan semua personelnya punya kumis, jelas itu Mustache and Beard!

 

Album Kaset Pita

Hingga sekarang Mustache and Beard sudah punya banyak karya. Salah satunya adalah album special yang dirilis dalam bentuk kaset pita. Ini merupakan bentuk support mereka buat Records Store Day Bandung 2017. Tema besar dalam album ini adalah kesadaran untuk melindungi alam. Cocok banget buat dikoleksi dan nostalgia.

 

Punya Background Beragam

Selain Afif, Bima, dan Febryan yang memang sering main bareng, Mustache and Beard punya tiga personel lainnya. Semuanya punya background unik yang nggak langsung bikin warna musik Mustache and Beard makin bervariasi. Misalnya, Afif yang ada di posisi vokal ternyata juga berprofesi sebagai dosen. Ia menjadi dosen di Itenas Bandung sejak tahun 2016 lalu.

Nggak cuma itu, di Mustache and Beard ternyata juga ada saudara kandung. Gitarisnya, Febryan Tricahyo ternyata punya hubungan darah dengan Ari Surya yang membetot bass. Yes, sang gitaris adalah kakak kandung dari bassist. Fakta ini tentunya bikin Mustache and Beard punya chemistry yang bikin musik mereka punya ciri khas tersendiri.

 

Ritual Khusus Sebelum Manggung

Kebanyakan musisi dan penampil seni punya ritual khusus sebelum manggung. Hal ini yang kemudian bikin mereka punya request khusus atau riders sebagai semacam hospitality service dari penyelenggara acara. Nah, Mustache and Beard ternyata juga punya ritual yang sama. Ritual in biasanya dilakuin sesaat sebelum manggung.

Tenang aja ritualnya nggak ribet dan nggak butuh riders yang rumit. Sebelum manggung, Mustache and Beard harus makan cokelat batangan. Mereka juga melengkapi amunisi dengan minuman sari kelapa. Tujuannya nggak lain biar performa mereka makin prima di panggung. Cokelat dan gula mereka anggap bisa naikin kadar bahagia.

 

Source: ayobandung.com, infobdg.com

The Chainsmokers akan Jadi Host untuk Festival EDM Virtual Pertama

Fri, 29 May 2020
Salah satu penampilan panggung The Chainsmokers

Di tengah pandemi, banyak banget festival musik yang dibatalkan dan para musisi dengan kreatifnya menghadirkan konser virtual yang bisa lo nikmati #MumpungLagiDirumah saja. Konser virtual EDM yang diselenggarakan oleh Sirius XM ini diberi judul DisDance. Sekilas terdengar seperti “distance,” sesuai dengan kondisi terkini kita semua. Festival EDM virtual pertama ini dibawakan langsung oleh The Chainsmokers.

 

Akan Berlangsung Selama Tiga Hari

Andrew Taggart dan Alex Pall tersenyum ke kamera dalam salah satu panggung mereka

Keseruan dari festival virtual DisDance ini berlangsung selama tiga hari. SiriusXM secara eksklusif menunjuk Andrew Taggart dan Alex Pall dari The Chainsmokers untuk meramaikan festival EDM ini dari rumah mereka. Festival EDM ini berlangsung pada 22 hingga 24 Mei 2020 lalu. Disiarkan secara langsung dari saluran BPM milik SiriusXM.

Festival virtual ini sukses jadi obat rindu para pecinta musik EDM dan yang nggak bisa kemana-mana, apalagi seru-seruan di festival dalam waktu dekat. Apalagi set musik EDM dimainkan dalam waktu yang cukup panjang, yakni tiga hari di akhir pekan. Waktu yang tepat Bro buat bersenang-senang dan melepas penat sejenak.

 

Jadi Bentuk Support untuk Industri Musik

Penampilan spektakular The Chainsmokers dengan tembakan kembang api dari sisi panggung

Festival virtual ini juga dilengkapi dengan set eksklusif milik Avicii di tahun 2011. Sedikit banyak dapat mengobati para penggemar musisi dengan nama asli Tim Bergling yang meninggal di tahun 2018 lalu. Set yang dijadikan penghormatan pada musisi EDM yang satu ini disambut positif para penggemar musik EDM.

Nggak hanya itu, panggung EDM virtual ini juga akan menyumbangkan keuntungan serta sejumlah donasi bagi MusicCares. Tujuannya untuk dapat mendukung para pekerja di industri musik yang membutuhkan dan terdampak dari adanya pandemi ini. Apalagi mengingat nggak ada lagi konser dan festival yang diadakan, beberapa pekerja di industri musik juga ikut merugi tanpa ada pekerjaan selama pandemi.

 

Line Up Musisi EDM Terbaik

Alex Pall dan Andrew Taggart berpose dengan apparel serba hitam

Nggak hanya dibawakan oleh musisi EDM terbaik seperti The Chainsmokers saja, Bro. Festival EDM virtual yang sudah berlangsung ini diramaikan jejeran musisi EDM yang nggak kalah keren dan eksklusif pula. Termasuk juga musisi-musisi EDM dengan nama besar seperti Afrojack, Alesso, Armin van Buuren, Gryffin, Kaskade, Krewella, Kygo, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Nggak lupa juga musisi EDM yang populer dan lagu-lagunya banyak jadi hits, seperti Major Lazer, Marshmello, Martin Garrix, Steve Aoki, juga Tiësto. Ada juga set ekslusif milik Avicii yang tadi sempat disebutkan di atas. Ini adalah penampilan Avicii dalam acara eksklusif milik SiriusXM di tahun 2011.

Kebayang ya betapa serunya festival EDM yang disiarkan dari set masing-masing line up musisi EDM ini. Tujuannya pun nggak semata-mata untuk menghibur lo yang ada di rumah atau mengobati kerinduan lo akan ramainya suasana festival EDM. Tetapi sekaligus juga membantu dan memberi kontribusi berarti di tengah pandemi yang sedang berlangsung ini.

 

 

 

Sources: The Billboard, TicketNews, SiriusXm