• Music News
  • Ngobrol dengan Sore Ze Band, Band Kidal yang Baru Telurkan Musik Baru

Ngobrol dengan Sore Ze Band, Band Kidal yang Baru Telurkan Musik Baru

Thu, 16 May 2019
Ngobrol dengan Sore Ze Band, Band Kidal yang Baru Telurkan Musik Baru

Urbaners, lo pasti udah familiar dengan Sore Ze Band, salah satu band indie di Indonesia yang semua personilnya bermain musik menggunakan tangan kiri, alias kidal. Setelah sempat vakum, Sore Ze baru aja meluncurkan single terbaru berjudul Woo Woo. Bagaimana proses kreatif pembuatan Woo Woo? Bagaimana kiprah perjalanan mereka untuk bisa sukses di industri musik Indonesia? Yuk dapetin jawabannya di sini!

 

Berawal Dari Teman Sekolah

Kalau mau ditelusuri, perjalanan panjang Sore Ze Band sama persis seperti perjalanan plesir Urbaners ke arena bermain: seru, tegang dan penuh kejutan. Punya kesamaan hobi bermusik, Ade Firza Paloh (gitar, vokal), Awan Garnida (bass, vokal), Reza Dwi Putranto (gitar, vokal) dan Bemby Gusti Pramudya (drum, perkusi, vokal) bertemu di bangku sekolah. Mereka memiliki kesamaan tujuan untuk menawarkan aliran musik yang unik dan berbeda dari biasanya.

Merasa satu visi dan misi, keempat anggota band ini pun bersatu dan membentuk Sore Ze Band di tahun 1995. Nama Sore diambil karena momen sore adalah suasana paling ajaib di kehidupan masing-masing personilnya. Sore mengandung energi yang penuh cerita dan lambang keletihan setelah selesainya perjalanan di satu hari. Kata Ze Band sendiri bermakna The Band. Sedari awal, Sore Ze Band tidak membatasi diri pada aliran atau genre musik khusus, sama seperti yang dilakukan oleh The Beatles.

"Kehadiran kami di dunia musik ditandai dengan sematan band bergaya Collage Rock, yang artinya bisa dikembangkan menurut pengertian kita masing2. Sampai saat ini, kami sudah meluncurkan tiga album besar dan proyek-proyek lain, seperti Centralismo, Ports Of Lima, Los Skut Leboys, 1 Album The Best Sorealist, 1 EP Sombreros Kiddos, original soundtrack film, single, dan kompilasi. Yang terbaru, saat ini kami sedang menggodok perilisan mini album bertajuk MEVROW, " ujar Awan Garnida, Bass dan Vokal Sore Ze Band.

Single Baru Woo Woo: Terinspirasi Ketangguhan Wanita

Single Baru Woo Woo: Terinspirasi Ketangguhan Wanita

Di bulan Maret 2019, Sore Ze Band baru saja mengeluarkan single terbaru yang berjudul Woo Woo. Single ini berkisah tentang ketangguhan sosok wanita, membuktikan bahwa pria dan wanita memiliki derajat dan hak-hak yang sama. Ada hal-hal dalam kehidupan yang didominasi oleh kaum pria, sebagian lain didominasi oleh kaum wanita. Jika kolaborasi ini berlangsung dalam harmoni, penuh cinta, dan nggak norak dalam menyikapinya, maka hasilnya akan indah.

"Ya, inspirasi single Woo Woo adalah dari fenomena yang bernama wanita. Sama seperti proses penciptaan single sebelumnya, kami menjalani dan melewatinya dengan mengerahkan ide kreatif dari setiap personil. Kami juga dibantu dengan fasilitas sarana prasarana dan dukungan dari tim, sehingga kami bisa berkreasi dan menelurkan karya baru bagi penggemar,” tutur pria yang pernah bersekolah di Los Angeles ini.

 

Mewarnai Industri Musik dengan “Suara” yang Unik

Salah satu keunikan Sore Ze Band adalah karena setiap personilnya menggunakan tangan kiri dalam memainkan alat musik. Selain itu, Sore Ze terbilang anti-mainstream karena seluruh personil band bergantian mengambil peran sebagai vokalis. Proses ini rupanya berjalan secara natural, dimana setiap lagu membutuhkan karakter vokal yang berbeda-beda, sehingga mereka saling melengkapi satu sama lain.

Mewarnai Industri Musik dengan “Suara” yang Unik

Sore Ze adalah satu dari sekian ratus band indie yang dapat bersaing dan terus mencapai kesuksesan di industri musik Indonesia. Walaupun banyak band mainstream yang datang dan pergi, Sore Ze tetap bertahan pada idealisme musik yang dikagumi para penggemarnya.

“Setiap album dan panggung yang pernah menjadi ‘taman bermain’ kami memiliki kesan tersendiri. Sebagai band indie, tentu kami pernah merasa down karena berbagai keterbatasan. Tapi, seiring berjalannya waktu, kami fokus untuk memberikan karya terbaik dan mengembangkan skill musik terus-menerus. Ketika pertama kali kami dikontrak untuk menjadi band performer profesional, itulah milestone yang nggak terlupakan, karena itu artinya kami berhasil membuktikan bahwa band indie punya kualitas,” kata Awan.

Setelah itu, Sore Ze menerima banyak sekali tawaran, baik untuk manggung maupun untuk memproduksi lagu. Beberapa kali, band asal Jakarta ini dipercaya mengisi original soundtrack dari film-film terkenal Indonesia, seperti Janji Joni (lagu Funk the Hole), Berbagi Suami (lagu Pergi tanpa Pesan), dan Quickie Express (lagu Ernestito).

Selama hampir 24 tahun berkiprah di industri musik, Sore Ze Band tentu mengalami suka duka tersendiri, terlebih karena pergerakan industri musik sangat dinamis. Namun, personil Sore Ze melihat hal ini sama seperti kehidupan, selalu ada up and down yang harus dijalani. “Salah satu cara kami menjaga kekompakan band adalah dengan take it easy, enjoy, dan not taking it too seriously,” tambahnya.

Buat musisi baru yang ingin terjun ke dunia musik indie, ada tiga tips yang hendak disampaikan oleh Awan. Pertama, harus jujur. Kedua, ikhlas, dan terakhir, jauhi kelakuan yang ‘norak’ di dunia musik. Dengan karya yang jujur, Awan percaya bahwa semua musisi bisa mendapatkan hati di kalangan para penggemar.

Sukses terus ya buat Sore Ze Band dan tungguin terus karya-karya mereka berikutnya, Urbaners!

The Chainsmokers akan Jadi Host untuk Festival EDM Virtual Pertama

Fri, 29 May 2020
Salah satu penampilan panggung The Chainsmokers

Di tengah pandemi, banyak banget festival musik yang dibatalkan dan para musisi dengan kreatifnya menghadirkan konser virtual yang bisa lo nikmati #MumpungLagiDirumah saja. Konser virtual EDM yang diselenggarakan oleh Sirius XM ini diberi judul DisDance. Sekilas terdengar seperti “distance,” sesuai dengan kondisi terkini kita semua. Festival EDM virtual pertama ini dibawakan langsung oleh The Chainsmokers.

 

Akan Berlangsung Selama Tiga Hari

Andrew Taggart dan Alex Pall tersenyum ke kamera dalam salah satu panggung mereka

Keseruan dari festival virtual DisDance ini berlangsung selama tiga hari. SiriusXM secara eksklusif menunjuk Andrew Taggart dan Alex Pall dari The Chainsmokers untuk meramaikan festival EDM ini dari rumah mereka. Festival EDM ini berlangsung pada 22 hingga 24 Mei 2020 lalu. Disiarkan secara langsung dari saluran BPM milik SiriusXM.

Festival virtual ini sukses jadi obat rindu para pecinta musik EDM dan yang nggak bisa kemana-mana, apalagi seru-seruan di festival dalam waktu dekat. Apalagi set musik EDM dimainkan dalam waktu yang cukup panjang, yakni tiga hari di akhir pekan. Waktu yang tepat Bro buat bersenang-senang dan melepas penat sejenak.

 

Jadi Bentuk Support untuk Industri Musik

Penampilan spektakular The Chainsmokers dengan tembakan kembang api dari sisi panggung

Festival virtual ini juga dilengkapi dengan set eksklusif milik Avicii di tahun 2011. Sedikit banyak dapat mengobati para penggemar musisi dengan nama asli Tim Bergling yang meninggal di tahun 2018 lalu. Set yang dijadikan penghormatan pada musisi EDM yang satu ini disambut positif para penggemar musik EDM.

Nggak hanya itu, panggung EDM virtual ini juga akan menyumbangkan keuntungan serta sejumlah donasi bagi MusicCares. Tujuannya untuk dapat mendukung para pekerja di industri musik yang membutuhkan dan terdampak dari adanya pandemi ini. Apalagi mengingat nggak ada lagi konser dan festival yang diadakan, beberapa pekerja di industri musik juga ikut merugi tanpa ada pekerjaan selama pandemi.

 

Line Up Musisi EDM Terbaik

Alex Pall dan Andrew Taggart berpose dengan apparel serba hitam

Nggak hanya dibawakan oleh musisi EDM terbaik seperti The Chainsmokers saja, Bro. Festival EDM virtual yang sudah berlangsung ini diramaikan jejeran musisi EDM yang nggak kalah keren dan eksklusif pula. Termasuk juga musisi-musisi EDM dengan nama besar seperti Afrojack, Alesso, Armin van Buuren, Gryffin, Kaskade, Krewella, Kygo, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Nggak lupa juga musisi EDM yang populer dan lagu-lagunya banyak jadi hits, seperti Major Lazer, Marshmello, Martin Garrix, Steve Aoki, juga Tiësto. Ada juga set ekslusif milik Avicii yang tadi sempat disebutkan di atas. Ini adalah penampilan Avicii dalam acara eksklusif milik SiriusXM di tahun 2011.

Kebayang ya betapa serunya festival EDM yang disiarkan dari set masing-masing line up musisi EDM ini. Tujuannya pun nggak semata-mata untuk menghibur lo yang ada di rumah atau mengobati kerinduan lo akan ramainya suasana festival EDM. Tetapi sekaligus juga membantu dan memberi kontribusi berarti di tengah pandemi yang sedang berlangsung ini.

 

 

 

Sources: The Billboard, TicketNews, SiriusXm