• News
  • Kunto Aji dan Eva Celia Buka-bukaan tentang Karya Mereka di Intimate Tour "3 Cerita 1 Ruang"

Kunto Aji dan Eva Celia Buka-bukaan tentang Karya Mereka di Intimate Tour "3 Cerita 1 Ruang"

Fri, 12 May 2017

Keseruan Intimate Tour "3 Cerita 1 Ruang" di Yogyakarta belum berakhir. Setelah tampil di dua kota sebelumnya, para musisi ini terlihat kian intim dengan penonton. Bukan hanya jarak yang berdekatan dan suasana yang santai, tetapi para musisi yakni Kunto Aji, Eva Celia dan Jordy Waelauruw mempersilahkan para penontonnya untuk tau lebih dalam tentang mereka secara personal maupun karya. Dan ini lah hasil sharing Kunto Aji dan Eva Celia bersama penonton pada malam itu.

 

Album Kunto Aji yang relatable dengan para milenials

Penasaran nggak sih, kenapa semua lagu di album “Generation Y” itu relate banget dengan keadaan anak muda zaman sekarang. Dan ternyata dalam membuat lagu-lagu dari albumnya, ia sangat detail dan membutuhkan proses yang cukup panjang, Kunto Aji melakukan riset di setiap lagunya, dan merealisasikan hal tersebut pada seseorang yang menurutnya paling cocok.

 

Kunto Aji dan lagu "Mercusuarnya"

Pasti lo udah tau denger lagu terbaru Kunto Aji yang berjudul "Mercusuar"? Lagu dengan arti yang cukup dalam ini ternyata terinspirasi dari kehidupan dirinya sendiri. Manusia yang diibaratkan sebagai sebuah kapal yang bertualang, at the end akan butuh sebuah rumah yang digambarkan sebagai mercusuar tempat dimana kapal bersandar. Rumah disini artinya bukan sebuah lokasi atau tempat, tapi seseorang. Seseorang yang mengisi kekosongan hidup dan menjadikannya lebih sempurna. "Mercusuar" Kunto Aji adalah keluarga kecilnya yang bahagia.

 

Inspirasi Eva Celia bukan dari dunia musik

Salah satu penonton yang merupakan fans berat Eva Celia dan mengikuti penyanyi ini kemanapun sejak lama sangat penasaran tentang inspirasi Eva Celia dalam membuat album perdananya. Hal yang mengejutkan adalah, karyanya bukan terinspirasi dari musik-musik yang ia suka, Urbaners! Padahal Eva Celia mengaku karena latar belakang keluarganya, ia telah mengenal dunia musik sejak kecil, membuatnya gemar dengan semua genre musik. Sehingga ia tidak mau terpatok pada qubicle genre tersebut. Itulah sebabnya, ia lebih memilih perasaan menjadi inspirasinya dalam bermusik. Eva Celia mengaku bahwa dia adalah seorang yang mood-swing dan gampang down. Kekurangannya ini malah justru menjadi kunci dari karya-karya-nya. Nggak heran kalau setiap lirik lagu dari Eva Celia mengandung arti yang sangat dalam.

 

Karya Eva Celia sekaligus menjadi reminder untuk lebih positif

Karena semua lagunya terinspiras dari perasaan dan isi hati, membuat album perdananya tersebut sangat menggambarkan sosok Eva Celia. Tetapi saat ditanya yang paling relate, Eva Celia menuturkan bahwa lagu "Mother Wound" yang berisi tentang kegelisahan merupakan lagu yang cukup kena di hidupnya, sekaligus sebagai pengingat  saat sedang down tidak menghukum dirinya sendiri dengan pikiran dan hal negatif.

Maki-San Indonesia, Sensasi DIY Sushi dan Salad Sesuai Selera

Tuesday, January 21, 2020 - 14:30
Maki-San

Buat lo penggemar sushi sejati yang menyukai sushi dengan sensasi fusion, Maki-San Jakarta adalah pilihan tepat buat lo. Bila selama ini hanya bisa memilih sushi dari buku menu, di gerai sushi yang berlokasi di Plaza Indonesia ini, lo bisa meracik komposisi sushi lo sendiri, Urbaners!

Ada kira-kira 100 pilihan topping yang bisa lo pilih untuk menjadi isian sushi. Bahkan, lo bisa menentukan mau pakai nasi biasa atau nasi merah. Kalau lo nggak suka isian belut, tinggal memilih salmon, atau malah memperbanyak sayur seperti tomat dan mentimun. Seru? Banget! Nggak cuma sushi, Maki-san juga menawarkan DIY salad sesuai selera lo. Simak ulasan selengkapnya di sini, yuk!

Sesuaikan Cita Rasa dengan Lidah Orang Indonesia

maki san

Walaupun baru dibuka akhir tahun 2019, gerai Maki-san selalu ramai oleh pengunjung. Lokasi yang strategis di pusat kota dan konsep unik DIY-nya membuat Maki-san cepat mendapat tempat di hati para penggemar sushi di Jakarta. Apalagi, nama Maki-san sendiri sudah meroket di negara asalnya, Singapura.

“Maki-San hadir dengan pilihan komposisi dan topping yang menyesuaikan lidah orang Indonesia. Karena itu, rasa Maki-San di Jakarta pasti berbeda dibanding dengan di Singapura,” jelas Dwi, salah satu staf di Maki-San Jakarta. Nggak heran, lo bahkan bisa menemukan topping daging rendang sampai saus gado-gado dan sambal hijau dalam pilihan menunya, Urbaners.

Bukan cuma dari segi topping, sisi fusion sushi Maki-San juga ditampilkan lewat pengolahannya yang unik. Lo bisa menikmati sushi dengan cara konvensional alias dimakan langsung, atau lo juga bisa meminta sushi goreng! Sushi yang digoreng ternyata memberikan cita rasa spesial yang lebih crunchy. Minyak penggorengan juga nggak akan membuat sushi jadi melempem, karena teknik penirisan mereka membuat sushi lo tetap terasa enak tanpa berminyak.

Tentang Konsep DIY

Ketika mendengar konsep DIY sushi di Maki-san, mungkin lo berpikir kalau pengunjung bisa memilih dan membuat sushi sendiri. Nggak hanya lo kok yang berpikir begitu! Tapi, pada faktanya, peran pembeli lebih kepada si pemberi konsep, sedangkan yang mengeksekusi tetap koki profesional di Maki-San, Urbaners.

Begitu masuk di gerai Maki-San, lo bakal dipandu ke mesin otomatis untuk memilih jenis sushi yang mau dipesan. Mulai dari ukuran, jenis nasi, isi sushi, taburan di atas sushi, dan saus yang digunakan. Walaupun konsepnya DIY, tetap ada rekomendasi untuk memadukan bahan-bahan topping.

“Kalau topping-nya terlalu banyak juga akan susah menggulungnya,” jelas Dwi. Selain soal estetika, kombinasi bahan juga berpengaruh terhadap rasa. “Kalau memilih terlalu banyak protein juga nggak enak. Sushi akan lebih cocok dinikmati kalau kombinasi bahan-bahannya pas. Sayurnya ada, proteinnya ada,” tambah Dwi lagi.

Untuk minumannya sendiri, tersedia berbagai varian, namun biasanya teman sushi terbaik tentu adalah ocha yang dinikmati sesuai selera—mau panas atau dingin. Ocha di Maki-San bisa diisi

ulang sepuas hati. Rasa segar dan sentuhan pahit ocha menyeimbangkan sajian sushi yang lo nikmati. Sebagai penambah kenikmatan, lo akan disajikan saus pendamping dan wasabi. Kemudian, ada acar jahe untuk menggugah nafsu makan sekaligus menetralisir makanan yang sudah lo makan.

Digemari Anak Muda

Kreasi salad dan sushi yang Instagrammable di gerai Maki-san

Berdiri sejak tahun 2012, sejauh ini Maki-San sudah membuka total 20 gerai di Singapura. Jakarta dipilih sebagai negara pertama untuk berekspansi karena dinilai memiliki kedekatan dari segi lifestyle dan lokasi dengan negara bermaskot singa tersebut. Di Singapura, Maki-San cukup digemari anak muda lokal dan ternyata sering menjadi buruan wisatawan generasi Z Indonesia.

Sejauh ini, Maki-San di Indonesia menjadi salah satu alternatif tempat makan dan hangout yang cukup instagrammable. Warna-warna pastel mendominasi gerai sushi Maki-San di level basement Plaza Indonesia. Walaupun areanya nggak terlalu luas, konsep open space memberikan ruang terbuka yang nyaman buat pengunjung untuk berlama-lama di Maki-San.

Atmosfer Maki-San yang nyaman, dengan poster sushi besar di beberapa sudutnya bakalan cocok untuk mengisi feed Instagram. Itu baru soal tempat, belum lagi sajian sushinya yang menarik, gempal, digulung penuh, dan disimpan di dalam kotak dengan motif menyerupai batik. Tentunya bakal menjadi sasaran empuk anak muda untuk difoto!

Sebagai pelopor gerai sushi DIY di Indonesia, Maki-San nggak hanya memberikan pengalaman menikmati makanan khas Jepang ini dengan sentuhan yang lebih personal, tetapi juga konsep fusion yang membuatnya mudah diterima oleh semua orang. Di waktu dekat, Maki-San Indonesia rencananya akan membuka gerai baru di Jakarta dengan konsep fast order dan akan bekerja sama dengan aplikasi pengantaran makanan online. Masih penasaran dengan Maki-San? Langsung aja follow akun Instagram mereka di @makisanid!