• News
  • Di Tengah Kota Lama, Para Musisi Bercerita tentang Musik Baru-nya

Di Tengah Kota Lama, Para Musisi Bercerita tentang Musik Baru-nya

Mon, 15 May 2017

Nggak terasa, sudah memasuki kota ke-4 Intimate Tour "3 Cerita 1 Ruang". Perjalanan Kunto Aji, Eva Celia dan Jordy Waelauruw memperkenalkan karya mereka ini sekarang berada di kota Semarang. Bertepat di Kota Lama, dengan dikelilingi bangunan-bangunan tua zaman Belanda, dan segala macam authenticity-nya, mereka bercerita tentang album perdana mereka lebih dalam bersama para penggemarnya.

 

Old city, new spirit

Kali ini Kunto Aji, Eva Celia dan Jordy Waelauruw manggung di Semarang Contemporary Art Gallery, dari namanya saja, lo sudah merasakan old-school nya tempat ini. Nggak hanya itu, Urbaners, sekeliling art gallery ini juga memiliki ambience yang beda banget. Jauh dari kata modern, membuat lo seperti memasuki lorong waktu dan kembali ke zaman Belanda. Bangunan-bangunan yang ada di Kota Lama merupakan bangunan tua yang masih terawat. Tanpa mengubah bentuk dan tatanan, menjadikan daerah ini memiliki daya tarik tersendiri. Dan terdapat banyak sekali toko barang antik yang seru banget untuk ditelusuri. Kota Lama ini juga merupakan tourist attraction lho, Urbaners. Jadi selalu ramai pengunjung.

 

Semarang Contemporary Art Gallery

Memasuki bagian dalam Semarang Contemporary Art Gallery, lo akan melihat bangunan yang serba putih di setiap sudutnya. Dengan hiasan lukisan kontemporer anak-anak muda Semarang, menjadikan bangunan ini memiliki ambience yang sangat kuat. Suasana dan bentuk art gallery ini hampir sama seperti Langgeng Art Foundation, hanya saja lebih kecil, tetapi justru hal ini memberikan keintiman yang lebih kental antara musisi dan penonton.

 

Antusiasme penonton di Semarang yang mengejutkan

Awalnya tim dan juga para musisi sempat khawatir karena sebelum acara dimulai, tiket yang sudah terjual hanya sedikit jumlahnya tidak seperti kota-kota lain yang ludes terjual jauh sebelum hari-H. Tetapi secara mengejutkan, saat penjualan tiket on the spot dibuka, anak-anak muda Semarang langsung menyerbu hingga sold out! Kekhawatiran pun sirna dan para musisi juga tampak sangat bersemangat dengan apresiasi yang mereka dapatkan.

 

Before Show Preparation

Melihat antusiasme para anak muda semarang memberikan perasaan lega sekaligus deg-degan bagi para musisi. Terlihat kegusaran para musisi sebelum acara di mulai saat di backstage. Hal ini dikarenakan mereka tidak mau mengecewakan para penonton yang sudah datang untuk mendengarkan karya mereka. Tapi para musisi sepertinya dapat mendistraksi itu semua, dengan berbagai cara, seperti sharing dengan musisi lain, ataupun latihan sedikit-sedikit. Nggak nyangka ya, Urbaners, musisi sekelas mereka masih ada nervous-nya saat mau tampil!

Haris Pranowo: Komposer dan Musisi Multi Talenta

Wednesday, January 8, 2020 - 11:36
Haris Pranowo unjuk kemampuan menemani penampilan Afgan di Hobbyground

Nggak ada musik hebat tanpa dukungan musisi keren di belakangnya. Kalau selama ini lo melihat nama-nama beken Indonesia, seperti Raisa, Afgan, dan Rossa, ternyata mereka didukung oleh musisi panggung yang nggak kalah talented, Urbaners! Salah satunya adalah Haris Pranowo, komposer multitalenta yang berpengalaman bekerja bersama artis-artis papan atas, mulai dari Raisa, Afgan, Tulus, hingga artis senior seperti Rossa dan Yovie Widianto.

Berbagai gigs musik telah dilalui keyboardist yang belajar musik sejak kecil ini. Mau tahu perjalanan Haris di dunia musik? Yuk, simak kisahnya!

 

Suka Musik Karena Les Piano

Haris dalam sesi latihan untuk konser Raisa bertajuk “Fermata”

Haris kecil yang belum banyak mengerti tentang musik, memiliki kesempatan untuk mengikuti les piano di Yayasan Pendidikan Musik atau yang lebih dikenal dengan nama YPM. Komunitas inilah yang menjadi awal ketertarikan seorang Haris Pranowo pada musik dan mulai tertarik untuk mendalami berbagai alat musik. “Dari situ akhirnya sering ikut kegiatan musik di sekolah, lomba-lomba band, dan lomba musik lainnya,” terang Haris.

Saat itu, YPM terkenal dengan permainan musik klasik. Setelah beberapa waktu, ia penasaran ingin mencari lebih banyak pengalaman di genre musik yang lain. Oleh karena itu, Haris kemudian masuk ke Lembaga Pendidikan Musik Farabi.

 

Awal Karir Di Dunia Musik

Haris (paling kanan) melakukan sesi rekaman dengan Andien dan Yovie Widianto

Haris Pranowo memulai karirnya di dunia musik dengan cara mengikuti berbagai audisi dan lomba musik. Salah satu yang paling berkesan baginya adalah ketika diajak oleh Sherina Munaf untuk mengikuti audisi penyanyi cilik. Lucunya lagi, pada saat mengikuti audisi tersebut, Haris bukan lagi penyanyi cilik, melainkan anak SMA, Urbaners!

“Itu pertama kali ikutan audisi buat band. Pucet. Jago-jago banget orang-orang di situ mainnya, asli, nggak bohong. Nah, pas giliran disuruh main lagu bebas, gue bingung sendiri main apaan. Alhasil main piano lagunya Sherina waktu kecil “Andai Aku Telah Dewasa”. Eh, kepilih! Berkesan banget waktu itu, karena itu ternyata jadi awal gue mulai karir di musik,” kenangnya.

Pengalaman tersebut membuka jalan Haris untuk belajar musik lebih banyak lagi, serta membuka pergaulan yang lebih besar di dunia musik.

 

Dari Audisi hingga Jadi Komposer Multitalenta

Haris mengakui, setelah terjun ke dunia musik, lingkup pergaulannya semakin besar. Itu merupakan anugerah yang menjadi jalan pembuka karir, hingga akhirnya ia bisa menjadi komposer artis, komposer iklan, sekaligus komposer film. Baginya, selain kemampuan, networking tentunya merupakan hal yang penting untuk membangun karir di dunia musik.

“Intinya selain ketekunan kita sendiri, networking menurut gue penting banget sih. Itu salah satu yg membuka jalan hingga saat ini. Dari session satu artis ke artis lainnya, manggung, sampai akhirnya nanti bisa workshop-workshop bikin lagu, membuahkan karya, dan lain-lainnya,” ungkap ayah beranak satu ini.

Meski jam terbangnya sudah sama tinggi dengan jam terbang para penyanyi papan atas, namun Haris tetap menganggap serius setiap penampilannya dengan melakukan persiapan yang matang. Menurut Haris, latihan yang matang adalah kunci utama dari setiap penampilan yang sukses. Selain itu, doa juga merupakan ritual penting yang harus dilakukan sebelum tampil.

Haris berfoto di belakang panggung sebelum penampilan Raisa di Jazz Goes to Campus 2019

Haris mengaku sangat menikmati penampilannya ketika berbagi panggung bersama penyanyi-penyanyi ternama. Tantangan justru datang ketika hubungan dengan penyanyi yang bersangkutan sudah cukup dekat layaknya teman. Di sinilah profesionalitas dibutuhkan, agar pada saat latihan tetap disiplin dan dapat menghasilkan penampilan yang maksimal di panggung.

Selain menjadi komposer artis-artis ternama, karya-karya Haris Pranowo juga bisa kita temukan mengisi musik jingle dan musik iklan produk, seperti Indomilk, Indomie, Zwitsal, XL Axiata, dan masih banyak lagi. Haris juga mengisi musik untuk film dan acara TV. Multitalenta banget kan, Urbaners?

Hobinya di bidang musik membuat Haris nggak pernah bosan dengan pekerjaan sebagai komposer dan arranger. “Bahkan, dukanya ketutup sama yg suka-suka, karena memang yang penting kita enjoy dalam menjalaninya,” ungkap Haris.

Buat Haris, musik adalah sesuatu yang selalu membuatnya happy dan enjoy

Nah, bagi Urbaners yang juga ingin berkarir di bidang musik, satu hal menurut Haris Pranowo yang perlu lo siapkan adalah mental untuk menghadapi naik turunnya dunia musik. Nggak hanya skill, networking dan attitude adalah dua hal penting yang akan menentukan nasib lo di dunia musik, Urbaners!

“Datang tepat waktu, rajin ngulik sepenuh hati, menghargai sesama musisi dan tim produksi, dan yang paling penting, terus berkarya!”

Jadi, sudah siap jadi musisi sekeren Haris Pranowo, Urbaners? Lo bisa pantengin langsung keseruan performa Haris lewat akun Instagram-nya, @harispranowo!